Universitas Islam Indonesia (UII) melepas 24 mahasiswa awardee program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) 2021 pada Jumat (13/8) secara daring. Ke 24 mahasiswa tersebut terdiri dari 11 mahasiswa program regular dan 13 mahasiswa program internasional yang berasal dari 19 program studi. Para mahasiswa ini akan berangkat menuju 15 universitas di 10 negara tujuan yang tersebar di benu Asia, Eropa dan Amerika Utara. Sebanyak 23 mahasiswa akan berangkat menuju 14 universitas tujuan pada bulan Agustus dan September 2021, sedangkan seorang mahasiswa yang menjadi awardee IISMA dengan tujuan University of Korea akan berangkat pada awal tahun 2022.

Acara pelepasan dihadiri segenap pimpinan UII, antara lain Rektor, Wakil Rektor, Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan, Direktur Kemitraan/Kantor Urusan Internasional, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Keagamaan dan Alumni serta Kepala dan Sekretarus Program Studi yang mengirimkan mahasiswanya sebagai awardee IISMA 2021.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya 24 dari 70 mahasiswa UII yang mendaftar dalam program tersebut. Menurut Prof. Fathul ketika pandemi, semuanya harus diantisipasi dan dipersiapkan dengan baik. “Situasi pandemi membuat persiapan lebih menantang namun hal tersebut tidak bisa menyurutkan semangat adik-adik,” tuturrnya.

Prof. Fathul menyampaikan bahwa program ini menjadi sebuah kesempatan bagi para mahasiswa untuk menjadi bagian dari warga global, memfasihkan penguasaan bahasa asing dan menjadi sebuah pintu yang terbuka untuk menuju masa depan. “Semoga teman-teman bisa berbagi perpsektif dan bisa membuka kesempatan lebih lanjut mengenal dosen untuk (bekal) studi S2 nantinya,” tandas Prof. Fathul.

Lebih lanjut Prof. Fathul berpesan kepada para mahasiswa untuk bergaul secara terbuka sebagai upaya dalam memahami budaya lain agar mampu hidup berdampingan dan bekerja sama dengan penduduk lokal. “Ukuran kita mungkin berbeda namun tidak bisa menjadi alasan untuk saling memisahkan. Tidak harus menjadi mereka, tapi bisa berbarengan dengan mereka,“ pesannya.

Prof. Fathul juga mengingatkan bahwa para mahasiswa berangkat sebagai duta Indonesia, Islam dan UII yang akan membawa dan memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada orang-orang yang tidak bisa memahami Islam melalui membaca al-Qur’an dan Hadist.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin, SH., M.Ag., berpesan agar para mahasiswa bisa menyesuaikan diri dengan sosial-budaya negara tujuan masing-masing yang berbeda dengan sosial budaya masyarakat Indonesia. “Nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat di luar negeri adalah nilai kemanusiaan yang lebih tinggi dari nilai-nilai ketuhanan. Sehingga anda harus mampu menyesuaikan diri (dengan nilai tersebut),” pesannya.

Rohidin juga menghimbau para mahasiswa untuk mempersiapkan obat-obatan dan pakaian yang bisa membantu beradaptasi di cuaca yang cukup berbeda dengan Indonesia. “Saya hanya berdoa agar anda bisa sampai di negara tujuan dan kembali ke Indonesia (UII) untuk menyebarkan dan menularkan pengalaman yang didapat,” tuturnya.

Dalam acara yang sama, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII berpesan kepada para mahasiswa untuk menjaga ekspektasi selama melaksanakan program. Karena situasi pandemi yang tengah terjadi dan cukup menyulitkan untuk menjelajahi kehidupan di beberapa negara tujuan. “Anda harus mengatur diri agar tidak mudah merasa bosan,” pesannya.

Wiryono juga mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha untuk terus mempromosikan program IISMA, dimana di tahun 2021 jumlah pendaftar program masih di bawah 100 orang. “Poin saya adalah sebagai awardees pertama, anda tidak hanya menjadi duta yang memperkenalkan Indonesia disana namun kami juga menunggu pengalaman anda untuk mempromosikan program ini di UII,” paparnya. (AP/RS)