Universitas Islam Indonesia (UII) meresmikan pendirian Pusat Studi Tafsir Al-Quran dan Hadis (Tafaquh) pada Selasa (16/3) secara daring dan luring terbatas. Bersamaan dengan momen peresmian ini juga digelar Ngaji Bareng bertemakan “Al Qur’an dan Hadis Sebagai Basis Ilmu Pengetahuan yang Menjadi Rahmat untuk Alam Semesta”, disajikan oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Lc., M.A. dan K.H. Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha).

Pada sambutannya, Prof. Fathul Wahid, S.T., M,Sc. Ph.D mengatakan, tujuan didirikannya Pusat Studi Al Qur’an dan Hadis atau Pusat Studi Tafaquh tak lain guna memfasilitasi seluruh warga universitas agar lebih intensif dalam mengkaji hal hal yang berkaaitan dengan Al-Qur’an dan Hadis. Hal itu juga dimaksudkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an bisa dipahami dengan lebih seksama.

“Pendirian Pusat Studi Tafaquh ini diharapkan dapat memfasilitasi warga UII untuk mengembangkan dirinya sehingga lebih akrab dengan Al-Qur’an dan Hadis, memberikan beragam forum mengkaji Al-Qur’an dan Hadis secara lebih mendalam supaya lebih sensitif terhadap pesan-pesan yang dikandungnya,” ungkap Rektor UII tersebut.

Fathul Wahid menambahkan, Pusat Studi Tafaquh tersebut diharapkan pula agar memberikan dampak positif tidak hanya dikawasan Universitas, tapi juga mencakup Khalayak Umum terutama sumbangsih keilmuan kepada umat. “Oleh karena itu, misalnya, riset yang kita kembangkan, tidak hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi bisa berimbas kepada kebaikan khalayak yang lebih luas,” ungkap Fathul Wahid.

Disamping itu, K.H. Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus baha) selaku penyaji mengatakan, mengemban amanah Al-Qur’an merupakan tugas yang berat, hal itu disebabkan karena pertanggung jawaban Al-Qur’an tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada sang pencipta alam raya. Oleh karenanya, mengemban amanah tersebut harus dilakukan dengan hati hati dan teliti.

“Ga gampang diamanati jadi direktur, makanya bapak Fajar (Kepala Pusat Studi Tafaquh) ini emang udah bener minder. Mendingan menata sandal dari kiri ke kanan, karena PR nya itu besar apalagi kalau digaji, lebih besar lagi. Makanya nanti tidak usah digaji, supaya hisabnya ringan. Sudah keliru, dapat uang, hisabnya semakin berat ini, “ ungkap beliau sambil tertawa.

Sementara itu, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Lc., M.A. memberikan selamat atas berdirinya Pusat Studi Tafaquh di UII, dan mengapresiasi adanya pusat studi tersebut. “Saya ucapkan selamat, bukan hanya diresmikannya pusat studi ini, tapi saya berpikir keras atas nama tafaquh ini merupakan ilham dari Allah, karena tafaquh memiliki makna khusus, tidak sekedar tau, tapi pengetahuan yang dalam,” ungkap pendiri Pusat Studi Al-qur’an itu. (AMG/RS)