UII Perkuat Jejaring Global Melalui Program Pertukaran Pemuda Indonesia–Türkiye

Universitas Islam Indonesia (UII) terus memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi dengan berbagai institusi luar negeri, salah satunya bersama mitra dari Türkiye melalui program Bridge of the Heart: Türkiye–Indonesia Youth Exchange Program. Program ini dikoordinatori oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) UII bekerja sama dengan Program Studi Teknik Lingkungan dan Program Studi Informatika, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Türkiye melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Türkiye. Program ini dirancang sebagai ruang interaksi antara diaspora Türkiye dan pemuda Indonesia, khususnya di Yogyakarta, guna memperkuat pertukaran budaya, ide, dan pengalaman dalam pengembangan kepemudaan yang berdampak.

Sebanyak 10 peserta dari Türkiye mengikuti program yang resmi dibuka pada Selasa (05/05) di Gedung Fakultas Hukum UII. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat kolaborasi pemuda lintas negara sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Türkiye melalui diplomasi budaya dan pendidikan.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UII yang berdiri sejak 1945 telah memiliki sekitar 30 ribu mahasiswa dan menjalin kerja sama dengan berbagai universitas dunia, termasuk di Türkiye.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pertukaran akademik seperti Erasmus dan kegiatan bersama lintas disiplin. “Kami juga terlibat dalam program pertukaran akademik dan joint activity, termasuk di bidang arsitektur dan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama yang telah terjalin sebelumnya juga mencakup program pertukaran mahasiswa selama satu bulan antara UII dan universitas di Türkiye yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga penguatan pemahaman budaya. UII berharap kolaborasi internasional ini dapat terus berkembang dan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman global.

Sementara itu, perwakilan diaspora Türkiye, Serdar Güner, memperkenalkan Altındağ Youth Center sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan potensi generasi muda melalui pendidikan, seni, dan kegiatan sosial. “Kami percaya bahwa pemuda adalah kekuatan terbesar sebuah negara, sehingga perlu didukung melalui berbagai program pengembangan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan Indonesia dapat memperkuat pertukaran pengalaman, khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, dan pengembangan digital.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Sleman dan Dinas Koperasi serta UMKM Kabupaten Sleman, diskusi mengenai pemberdayaan pemuda dan kewirausahaan, hingga pengenalan praktik keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Melalui program ini, diharapkan tercipta jejaring internasional yang lebih kuat antara pemuda Türkiye dan Indonesia serta lahir berbagai inisiatif kolaboratif di bidang zero waste, digital volunteerism, dan kewirausahaan pemuda. Program ini menjadi bukti nyata pentingnya peran generasi muda dalam membangun hubungan antarbangsa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat global. (NI/DS/AHR/RS)