Universitas Islam Indonesia (UII) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Nur Mubarak University, Kazakhstan pada Jumat (11/6). Seremoni penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan secara virtual yang dihadiri oleh pimpinan kedua universitas. Penandatanganan MoU digelar dan difasilitasi oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., menyambut hangat inisiasi MoU ini serta berharap agar kerja sama yang terjalin mampu direalisasikan dengan berbagai program khususnya dalam upaya peningkatan mobilitas mahasiswa maupun dosen.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan bahwa kerjasama kedua universitas bisa dimulai dari fokus studi Islam baik dalam unsur studi Islam di Indonesia maupun Kazakhstan yang melibatkan Fakultas Ilmu Agama Islam UII. Seiring waktu kerjasama dapat diperluas ke program studi lainnya seperti Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Psikologi khususnya dengan kehadiran fokus studi Psikologi Islam di prodi tersebut.

Prof. Fathul Wahid juga melihat terdapat berbagai kesamaan antara kedua universitas khususnya identitas yang diusung. Dalam hal ini, ia menggarisbawahi UII mencoba menghadirkan diri sebagai sebuah universitas yang memegang teguh dan mengembangkan nilai-nilai keislaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keindonesiaan.

Di sisi lainnya, Nur Mubarak University juga konsisten menjaga identitasnya sebagai universitas yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi di Kazakhstan. “Semoga kita bisa mendapat mobilitas yang fleksibel dan bisa bertemu secara fisik di Indonesia atau Kazakhstan setelah pandemi mereda.” Tutupnya.

Sementara itu, Rektor Nur Mubarak University, Prof. Mohammad ash-Shahhat al-Gindi juga berharap kedua universitas mampu membangun kerja sama yang kohesif dalam berbagai bidang. Terlebih dalam bidang keislaman yang menjadi identitas bersama keduanya.

“Kita memiliki tujuan yang sama untuk memajukan Islam dan negara muslim.” Ujarnya. Ia ingin sivitas akademika Nur Mubarak University kelak mendapat kesempatan belajar Bahasa Indonesia di UII. Menurutnya, Bahasa Indonesia penting dipelajari karena Indonesia merupakan salah satu negara Muslim terbesar di dunia.

Sedangkan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan berpendapat kerja sama dapat direalisasikan melalui program pertukaran mahasiswa dengan sistem transfer kredit baik secara daring maupun luring yang setiap tahun dilaksanakan UII. “Kita sudah mendesain MoU, tapi kita harus mendesain aktivitas dan menjelajahinya di masa yang akan datang untuk merealisasikan kerja sama kita.” tukasnya.

Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Dr. Drs. Tamyiz Mukharrom, M.A. yang hadir dalam pertemuan optimis kerja sama tersebut mampu memajukan khazanah keilmuan khususnya di FIAI melalui program pertukaran dosen dan mahasiswa. MoU ini diharapkan membuka peluang bagi para dosen FIAI UII untuk dapat belajar di Kazakhstan. (AP/ESP)