Enam delegasi dari Univeristas Islam Sumatera Utara (UISU) berkunjung ke Universitas Islam Indonesia (UII) dalam rangka studi banding terkait pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) khususnya di Fakultas Kedokteran pada Rabu (6/3). Studi banding yang berlangsung di Gedung Soekiman Wirjosandjojo UII itu diterima Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M. Eng.,Sc. selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset didampingi oleh dr. Linda Rosita, M. Kes., Sp.PK. selaku Dekan Fakultas Kedokteran UII. Sementara rombongan UISU dipimpin oleh Dr. Liesna Andriany, M. Pd.

Liesna Andriany dalam sambutannya mengatakan UISU beberapa kali menjadi mitra FK dan menerima beberapa hibah yang salah satunya hibah mengenai proses PMB. Ia tertarik belajar dari FK UII yang sudah terakreditasi A. Kunjungan ini diharapkan bisa menjadi bahan koreksi dalam menyelenggarakan PMB terutama pada program studi Kedokteran.

“Proses PMB FK yang ada dan telah kami terapkan dari kerja sama dengan UII kemarin, kami rasa perlu adanya koreksi dan perbaikan dalam proses penyelenggaraan PMB di kampus kami,” ungkap Rektor UISU tersebut.

Ia menambahkan agenda kunjungan memang fokus pada sharing sistem PMB program studi kedokteran guna meningkatkan input mahasiswa terbaik.

Sementara dr. Linda Rosita membuka diskusi dengan memaparkan secara singkat program kemitraan FK UII dan FK UISU yang didukung oleh DIKTI. Salah satu program yang akan dijalankan yakni perbaikan input mahasiswa kedokteran.

Ia menjelaskan pelaksanaan PMB Kedokteran harus berdasarkan pada UU No 20 tahun 2013. Calon mahasiswa harus lulus pada uji bakat, jadi tidak hanya kemampuan ilmu pengetahuan. Hal ini akan menyebabkan input mahasiswa kedokteran mendapat mahasiswa terbaik.

“Sejak 2013 proses ujian masuk mahasiswa UII ada 2 tahap. Selain uji kemampuan akademik pada tahap 2 ini calon mahasiswa harus mengikuti uji bakat, motivasi, dan wawancara. Harapannya mahasiswa Prodi Kedokteran UII memang benar – benar minat dan memiliki motivasi dalam menempuh studinya disini,” ungkapnya.

Sedangkan, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si selaku Sekretaris Eksekutif Pimpinan UII perlunya menginformasikan kepada calon mahasiswa prestasi-prestasi yang telah diraih FK itu sendiri. Ini akan menimbulkan minat bagi calon mahasiswa untuk meneruskan studi di FK karena melihat rekam jejak prestasinya yang baik.

“Penyampaian informasi mengenai prestasi yang telah diraih akan meningkatkan minat mahasiswa yang ingin meneruskan studinya di kedokteran. Bahkan UII saat ini mulai gencar dalam penggunaan media sosial dalam penyampaian berbagai macam prestasi, fasilitas kampus, dan kegiatan di universitas,” pungkasnya. (ENI/ESP)