• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Wanita Punya Kedudukan Mulia dalam Islam
Berita Kegiatan, Pilihan

Wanita Punya Kedudukan Mulia dalam Islam

Kedudukan wanita dalam masyarakat atau kesetaraan gender menjadi salah satu isu prioritas. Kerap kali perempuan dianggap lemah sehingga menjadi salah satu faktor hambatan dalam aspek pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat lainnya. Seiring dengan meningkatnya kesadaran kaum perempuan akan haknya, perlu sikap yang arif dari para ulama atau tokoh agama dalam memberikan pencerahan. Lantas bagaimanakah Islam menyikapi isu ini?

Sebagai bentuk kepedulian, Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Seminar Moderasi Islam ke-4 bertajuk “Kemuliaan Perempuan dalam Islam”. Pembicara utama dalam acara ini adalah Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta). Acara berlangsung pada Jumat (20/12) di Masjid Ulil Albab UII.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag dalam sambutannya berpesan, “Agar perempuan mampu memperjuangkan kepentingan dirinya tanpa tergantung pada orang lain, maka dari ini diperlukan upaya pemberdayaan perempuan”.

Menurut Rohidin perempuan berkewajiban membungkam mitos-mitos filsafati bias laki-laki, seperti pandangan bahwa hidup perempuan hanya sekedar di dapur, sumur, mengurus keluarga dan anak. Yang dianggap membuat kaum perempuan tertindas bahkan menjadikan perempuan manusia terbatas.

Sedangkan, KH. Nasaruddin Umar dalam ceramahnya mengatakan, “Asmaul Husna yang 99 itu sesungguhnya memberikan tempat yang istimewa kepada kaum perempuan, karena 80% asmaul husna itu sebagai nama-nama wanita dan hanya 20% nama laki-laki” ujarnya.

Ia pun mengutip pandangan Syaikh Ibnu Arabi yang pernah menjelaskan kepada muridnya jika ingin mendapatkan ketinggian martabat cepat di sisi Allah SWT maka kalian terlebih dahulu harus “menjadi perempuan”.

“Maksud di sini bukan berarti kaum laki-laki harus berubah menjadi perempuan namun menciptakan jati diri yang lebih menonjol seperti yang dicirikan asmaul husna dan karakter yang dicontohkan Nabi besar kita Muhammad SAW”, terangnya.

Al-Quran juga lebih menonjolkan sebagai feminis book daripada maskulin book. Terlihat dari banyaknya kata Ar-Rahman juga Ar-Rahim terulang sebanyak 114 kali dalam Al-Quran dan berasal dari satu akar kata yang sama yaitu Rahim yang artinya cinta dan kasih sayang yang menggambarkan sosok perempuan sekali. Ada juga kata-kata maskulin seperti Al-Mutakabbir (Sombong) dan Al-Mutaqim (Pendendam) tapi itu hanya terulang satu kali saja.

“Femiliti is a super power, surga berada dibawah telapak kaki ibu yang berarti perempuan. Kepada siapa kami mengabdi Allah menyebutkan ibumu sebanyak tiga kali baru setelah itu ayahmu” jelasnya.
Hal yang Memojokkan Perempuan

Menurut Nasaruddin Umar, ada empat puluh dua faktor yang membuat perempuan terpojokkan. Di antaranya yakni bercampurnya mitos dan penafsiran agama yang salah. Seperti mitos bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sebelah kiri yang paling bengkok dan itu menyebabkan perempuan dipandang rendah dari laki-laki.

Padahal Al-quran maupun Hadist tidak pernah menyebutkan sama sekali bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk. Pendapat ini justru muncul dari kitab Talmud yaitu tafsirnya kitab Taurat di dalam perjanjian lamanya.

Perempuan juga boleh menjadi pemimpin, Allah SWT menyebutkan Ratu Balqis dan ceritanya dalam tiga surat yang panjang. Yang maksudnya Allah memberikan contoh bahwa ada perempuan hebat yang menjadi pemimpin.

KH. Nasaruddin menekankan bahwa yang bias gender itu bukan Islam bukan juga Al-Quran namun tafsirannya yang keliru. “Justeru dengan hadirnya Al-Quran itu membawa keadilan seperti sebelum Islam datang wanita tidak mendapat waris tapi setelah Islam datang wanita berhak menerima waris”, pungkasnya. (CSN/ESP)

23 Desember 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/nazaruddin-umar-UII-3.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-12-23 10:36:222019-12-23 10:51:56Wanita Punya Kedudukan Mulia dalam Islam

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Membangun Karakter Melalui Budaya Link to: Membangun Karakter Melalui Budaya Membangun Karakter Melalui Budaya Link to: Indonesia dalam Perkembangan Peradaban Islam Link to: Indonesia dalam Perkembangan Peradaban Islam Indonesia dalam Perkembangan Peradaban Islam Scroll to top Scroll to top Scroll to top