Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) berhasil meluluskan 111 Apoteker baru. Pelantikan dan pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXI ini digelar di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakir UII, pada Kamis (20/09).

Sebanyak 9 Apoteker pada periode ini berhasil memperoleh predikat cumlaude. Lulusan terbaik diraih Primadara Damayanti dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Raihan tersebut menghantarkannya memperoleh Pin Emas yang disematkan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.

Dalam sambutannya Imam Djati Widodo menyampaikan permasalahan mendasar di bidang kefarmasian. Salah satunya adalah persoalan peredaran obat palsu dan illegal, serta mengandung obat yang berpotensi haram untuk dikonsumsi umat Islam.

Imam Djati berharap kepada 111 Apoteker baru setelah menyelesaikan pendidikan di UII memiliki kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan disekitar terutama di bidang kefarmasian, termasuk permasalahan peredaran obat palsu dan illegal.

Sementara disampaikan Pengurus Daerah Apoteker Indonesia DIY, Hendy Ristiono, MPH., Apt. tantangan-tantangan yang akan dihadapi ke depan adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN Free Trade Area (AFTA) hingga Revolusi Industri 4.0.

Persaingan dengan tenaga asing yang masuk ke Indonesia, persaingan pemilik modal melalui perang IT dan sebagainya. “Selain menghadapi ancaman asing kita juga masih memiliki PR di bidang kualitas SDM, Problematika pelaksanaan sistem JKN, penyalahgunaan obat, obat illegal dan lain sebagainya,” tutur Hendy.

“Untuk mnghadapi tantangan tersebut, Apoteker baru harus memiliki bekal yang istimewa. Salah satu bekal itu berupa SIAP yaitu Skill, Inovation, Attitude dan Professional,” imbuhnya. (NI/RS)