Ramaikan Idul Adha 1447 H, Masjid Ulil Albab UII Gelar Kajian “Ketika Cinta Bertemu Ketaatan”
Dalam rangka meramaikan Hari Raya Idul Adha 1447 H, Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (TMUA UII) selenggarakan Pengajian Sore dan Buka Bersama (Pesbukers) di Pelataran Auditorium Prof. Dr. K.H. Abdulkahar Muzakir UII pada Selasa (26/5). Dengan mengangkat tema “Ketika Cinta Bertemu Ketaatan”, acara ini hadirkan Habib Ja’far Al Jufri dan Ustadz Hanif Kertasari sebagai pemateri. Acara diikuti oleh kurang lebih 300 jamaah dari mahasiswa UII dan masyarakat sekitar.
Idul Adha identik dengan kisah cinta Nabi Ismail kepada Allah. Dari kisah tersebut, Habib Ja’far memaparkan bahwa ketaatan tertinggi lahir dari rasa cinta yang mendalam kepada Sang Pencipta. Ia menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim harus melewati ujian berat setelah menanti kehadiran seorang putra selama 120 tahun. Ketika kebahagiaan itu akhirnya hadir, Allah SWT justru mengujinya melalui sebuah mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail.
Secara mendalam, Habib Ja’far mengulas pilihan redaksi Q.S As-Saffat: 102 yang menggunakan kalimat اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ (Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi). Penggunaan bentuk kata kerja masa kini “الفِعْلُ الْمُضَارِعِ” menunjukkan betapa nyatanya mimpi tersebut hingga terus terbayang jelas di benak Nabi Ibrahim. Di sisi lain, kepatuhan luar biasa dari Nabi Ismail tidak lepas dari peran besar Ibunda Hajar yang mendidiknya dengan ketauhidan yang matang selama belasan tahun tanpa figur ayah di sisinya.
Melanjutkan pemaparan tersebut, Ustadz Hanif Kartasari mengupas Q.S As-Saffat: 99 yang mengisahkan awal mula hijrah Nabi Ibrahim. Ungkapan اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ menegaskan komitmen Nabi Ibrahim untuk menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya arah dan tujuan hidup, terlepas dari ke mana pun kaki melangkah atau seberapa berat rintangan dakwah yang dihadapi.
Ustadz Hanif juga menyoroti bahwa ujian penyembelihan datang justru saat Nabi Ismail mencapai usia di mana ketika seorang anak sudah bisa membantu dan bekerja bersama ayahnya. Di titik puncak kelekatan emosional itulah kadar cinta Nabi Ibrahim diuji, apakah ia lebih mencintai karunia (Nabi Ismail) atau Sang Pemberi Karunia (Allah Swt).
Menjelang waktu berbuka puasa arafah, acara Pesbukers ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Ja’far Al Jufri. Setelah mengumandangkan adzan Maghrib, panitia membagikan hidangan takjil dan iftar kepada seluruh jamaah yang hadir secara tertib di pelataran auditorium. (NKA/AHR/RS)





