Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 Hadirkan Inovator Muda untuk Menjawab Tantangan Global
Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, DAAD Regional Office Jakarta, dan EURAXESS tahun ini berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, sebuah ajang kompetisi dan forum inovasi internasional yang mempertemukan para inovator muda, peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai bidang untuk mempresentasikan gagasan inovatif dan inspiratif dalam format singkat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII pada Kamis (21/05)
Falling Walls Lab merupakan forum internasional yang memberikan kesempatan kepada inovator, baik dosen, mahasiswa, praktisi, dan profesional muda, untuk mempresentasikan ide, hasil riset, model bisnis, maupun inisiatif sosial dalam waktu tiga menit kepada dewan juri dan publik. Program ini merupakan bagian dari jaringan global Falling Walls Foundation yang berbasis di Berlin, Jerman.
Mengusung semangat “Breaking the Wall”, acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menawarkan solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari kesehatan, energi, pendidikan, lingkungan, teknologi, hingga isu sosial dan kemanusiaan. Dari ratusan pendaftar, terpilih sebanyak 21 finalis dari berbagai universitas dan institusi di Indonesia maupun luar negeri berkompetisi mempresentasikan ide terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional.
Rektor UII, Fathul Wahid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Falling Walls Lab merupakan ruang penting bagi lahirnya gagasan-gagasan transformatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat global. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
Sementara itu, Head of Science and Technology Section Kedutaan Besar Jerman Jakarta, Annisa Fitria, serta Director of DAAD Regional Office Jakarta, Dr. Guido Schnieders, menegaskan komitmen Jerman dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi akademik internasional melalui platform Falling Walls Lab.
Kompetisi tahun ini menghadirkan beragam tema inovatif yang relevan dengan isu global kontemporer. Di antaranya adalah gagasan tentang pemberantasan perdagangan manusia, kesenjangan energi di pedesaan, kesehatan mental, pengelolaan limbah plastik dan sawit, teknologi biofuel, restorasi pascatambang, terapi diabetes inovatif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dan energi bersih.
Selain kompetisi presentasi, acara juga dihadiri oleh 70 peserta dan dimeriahkan dengan seremoni pembukaan, penampilan budaya Tari Genjring oleh unit kegiatan mahasiswa tari Xaviera UNISI, sesi pengenalan dewan juri, serta penyerahan penghargaan kepada finalis terbaik untuk melangsungkan final internasional Falling Walls Lab di Berlin, Jerman.
Dewan juri terdiri atas para akademisi dan profesional dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk Universitas Gadjah Mada, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Islam Indonesia, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, serta EURAXESS Worldwide ASEAN.
Di akhir kompetisi Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, dewan juri menetapkan tiga pemenang dengan gagasan inovatif yang dinilai memiliki dampak besar terhadap penyelesaian berbagai tantangan global.
Juara pertama diraih oleh Azra Firmansyah dari Svaika melalui presentasi berjudul “Breaking the Wall of Musical Exclusion.” Sebagai pemenang utama, Azra Firmansyah akan mewakili Indonesia pada ajang final global Falling Walls Lab di Berlin, Jerman, bersama para inovator muda terbaik dari berbagai negara.
Juara kedua diraih oleh Mario Bani dari Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia (i3L University) melalui presentasi “Breaking the Wall of Toxic Weeding.”
Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Nudia Aufia dari Periboemi Initiative melalui presentasi “Breaking the Wall of Post-Mining Restoration.”
Ketiga pemenang dinilai berhasil menghadirkan solusi kreatif, relevan, dan inovatif yang menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Melalui penyelenggaraan Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, Universitas Islam Indonesia berharap dapat terus memperkuat budaya inovasi, riset, dan kolaborasi internasional di kalangan generasi muda Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya solusi kreatif dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. (DS/AHR/RS)





