Sejak berdiri tahun 1998, Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) telah memiliki lebih dari 2.500 lulusan. Dalam rangka menyambut 20 Tahun lahirnya, Prodi Farmasi UII menyelenggarakan kegiatan International Conference on Pharmacy Research and Practice dengan Tema “Accelerating Pharmacy Education and Research, Responding Global Development on Pharmaceutical Regulation and Practice”.

Seminar ini akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 5-6 Oktober 2018 di Hotel Alana, Jl. Palagan Tentara Pelajar Yogyakarta. Seminar ini juga sebagai bentuk implementasi MoU dengan perguruan tinggi farmasi di luar negeri, seperti University of Wolferhampton dan International Islamic University Malaysia.

Ketua Panitia, Dr. Arba Pramundita Ramadhani, M.Si., Apt., menyampaikan bahwa dalam seminar internasional ini mengundang para pakar di bidang farmasi praktis, farmasi pendidikan, dan nanofarmasi yang berasal dari berbagai negara.

“Kegiatan ini akan dibuka oleh Rektor UII, hadir pula Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia, para pembicara dari beberapa univeristas luar negeri, seperti Universitas Colorado dan Universitas Sidney”, tuturnya di Gedung Rektorat GBPH Prabuningrat, pada Kamis (5/10).

Lebih lanjut Dr. Arba Pramundita Ramadhani, M.Si., Apt., menyatakan bahwa workshop pendidikan farmasi ini sangat penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan profesional.
“Workshop ini sangat penting bagi perguruan tinggi farmasi dalam merancang pembelajaran, baik di laboratotium maupun pada saat praktek kerja profesi apoteker”, ungkapnya.

Di samping menggelar konferensi, Prodi Farmasi UII juga akan mengadakan acara temu alumni. Para alumni yang datang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka berencana memberikan penyuluhan tentang obat-obatan dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar kampus UII.

Sementara Dosen Farmasi UII, Dr. Yandi Syukri, M.Si., Apt., menyampaikan bahwa dalam kegiatan seminar tersebut juga akan diperkenalkan salah satu riset unggulan Prodi Farmasi UII, salah satunya nanoteknologi.

“Nanoteknologi farmasi merupakan bidang ilmu yang sangat berkembang, berbagai instrumen penelitian telah kami lakukan agar menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat”, pungkasnya. (IH/ESP)