Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa di Palu-Donggala. Penyaluran bantuan tersebut bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan ACT. Sejumlah 6 truk logistik diberangkatkan dari halaman Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kampus Terpadu UII, pada Jum’at siang (5/10). Bantuan kali ini meliputi kebutuhan makanan, minuman, selimut, terpal, alat tulis, alat ibadah, dan lain-lain.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D yang memimpin pelepasan bantuan menyampaikan komitmen serius UII untuk membantu korban terdampak bencana di Palu dan Donggala. “Kami berharap ini bukan bantuan yang terakhir dari kami. Dan mudah-mudahan ikhtiar kecil ini bisa meringkankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Palu,” ujarnya.

Disampaikan pula oleh Fathul Wahid bahwa sebelumnya, UII telah mengirimkan 12 tenaga evakuasi dan 12 tim bantuan medis. “UII sejak pekan lalu sudah mengirimkan bantuan mulai dari bantuan evakuasi, ada 12 orang tim dari Mapala UII yang akan di sana selama 12 hari dan akan bergantian dengan anggota lainnya. Kemudian kita juga kirimkan tim medis sebanyak 12 orang, ada 4 dokter, 2 perawat dan adik-adik mahasiwa dari Tim Bantuan Medis,” ungkapnya.

Adapun truk-truk kemanusiaan tersebut akan bertolak menuju Surabaya dan diberangkatkan ke Palu melalui Pelabuhan Tanjung Perak. “Insyaallah truk kemanusiaan ini akan berangkat ke Surabaya kemudian akan bertemu dengan truk kemanusiaan dari Jawa Tengah, Semarang, dan Solo,” terang Kepala Cabang ACT DIY, Agus Budi Hariyadi.

Agus melanjutkan bahwa pihaknya berikhtiar untuk memastikan segala bantuan logistik dapat sampai di Posko Induk dengan segera. “Kami berikhtiar memastikan bahwa logistik sudah sampai di posko induk dengan kapasitas yang banyak. Secepat mungkin kami mengirimkan ini supaya segera dapat memulai recovery di kota Palu dengan baik,” tutupnya. (MIH/ESP)