• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • DAFTAR SEKARANG
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 20253 / November
Humas
Berita Kegiatan

Strategi Baru Masyarakat Adat Namblong Lindungi Hak Ulayat

Di tengah situasi kritis masyarakat adat Indonesia yang terus berhadapan dengan ekspansi korporasi, muncul sebuah terobosan perlindungan hak ulayat yang tidak biasa. Masyarakat Adat Namblong di Kabupaten Jayapura, Papua, memilih melakukan “mimikri institusional” dengan mendirikan sebuah perseroan terbatas, PT Yombe Namblong Nggua, untuk secara aktif mempertahankan hak-hak mereka dari ancaman deforestasi. Fenomena inilah yang menjadi pemantik utama dalam Seminar Nasional yang digelar Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia pada Kamis (20/11).

Langkah Suku Namblong mendirikan PT dilatarbelakangi oleh situasi kritis masyarakat adat di Indonesia dan lemahnya instrumen hukum publik dalam memberikan perlindungan. Keynote Speaker seminar tersebut, Direktur Advokasi Hukum dan HAM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Muhamad Arman, memaparkan bahwa masyarakat adat kini terbagi dalam tiga kategori: yang masih cukup kuat, yang kritis, dan yang terancam punah.

Arman juga menyoroti kerugian masif yang dialami masyarakat adat. Ia mengutip data AMAN: “ada sekurang-kurangnya 11,7 juta hektar wilayah masyarakat adat itu yang diambil alih atas nama pembangunan untuk izin-izin konsesi pertambangan, untuk izin-izin konsesi perkebunan monokultur, untuk izin-izin konsesi kehutanan, maupun infrastruktur yang sering kita dengar dengan istilah proyek strategis nasional atau PSN,” ungkapnya.

Kelemahan hukum ini juga tercermin di pengadilan. Arman menceritakan pengalamannya menggugat perusahaan sawit di Kalimantan Barat, yang mana gugatan tersebut ditolak karena masyarakat adat dianggap tidak memiliki kedudukan hukum.

“Alasannya adalah karena masyarakat adat yang melakukan gugatan itu itu tidak memiliki legal standing. Kenapa tidak punya legal standing? Karena masyarakat adat itu belum dapat pengakuan dari negara,” jelas Arman.

Pandangan kritis mengenai sistem hukum nasional disampaikan oleh Prof. Dr. Widodo Dwi Putro, dari Universitas Mataram. Ia menggambarkan hubungan antara hukum adat dan korporasi sebagai dua unsur yang tak mungkin bersatu, seperti “air dan minyak” dalam ilmu kimia. Prof. Widodo menilai regulasi yang melindungi korporasi sebagai bentuk kejahatan legal.

“Saya menyebutnya ini sebagai law as a tool of perfect crime. Kalau mereka mengambil atau merampas tanah masyarakat adat itu bukan kejahatan, karena sudah dilegalisasi oleh hukum. Kejahatan yang sempurna adalah ketika kejahatan itu bersalin rupa menjadi hukum, ia tidak bisa dijerat oleh hukum karena sudah menjadi bagian dari hukum itu.” tegas Prof. Widodo.

Penggunaan instrumen hukum perdata melalui pendirian PT Yombe Namblong Nggua menjadi perhatian para ahli. Guru Besar Hukum dari UII, Prof. Dr. Muhamad Syamsudin, menyebut fenomena ini sebagai terobosan yang tak terduga. “Nah, inilah yang disebut dengan mimikri. Saya kagum, saya takjub dengan kawan-kawan di Namblong yang membuat PT Yombe Namblong Nggua. Mengapa? Karena itu merupakan suatu novelty, suatu kebaruan.” ungkap Syamsudin.

Menurut Syamsudin, problem perlindungan hak adat di Indonesia adalah akibat “transplantasi hukum kita yang terbalik,” di mana hukum adat dipaksakan menyesuaikan dengan hukum impor.

Sementara itu, Akademisi Hukum dari UGM, Dr. Yance Arizona, melihat strategi ini penting untuk diakomodasi dalam perkembangan hukum perdata. “Kita melihat dari pengakuan subjek, tidak saja melihat masyarakat adat itu sebagai satu subjek publik, tapi juga sebagai subjek privat. itu menjadi penting dan sebagai subjek privat ia bisa melakukan kontrak bertanggung jawab dan juga memiliki legal standing.” jelas Yance.

Direktur PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarua, menjelaskan bahwa perusahaan yang dibentuk pada September 2024 ini dimiliki oleh 44 marga Suku Namblong yang bertindak sebagai pemegang saham. Perusahaan yang mengelola wilayah adat seluas 52.530 hektar ini berpegang pada filosofi Noken. Noken merupakan tas multifungsi yang dibuat dari tali serat kayu yang digunakan hampir seluruh orang Papua. “Jadi benangnya itu saling mengait, saling terhubung dan solid. Noken ini sebagai identitas orang Papua” ujarnya.

Tujuan utama PT ini untuk mengendalikan wilayah adat sendiri. Yohana Tarua menambahkan, mendirikan perusahaan milik masyarakat adat memberikan harapan baru tentang bagaimana masyarakat adat mampu mengendalikan pengolahan wilayah adatnya sendiri. Tujuan lainnya adalah menjaga aset tanah, air, udara, serta mensejahterakan 19.000 jiwa warga Suku Namblong. Untuk mendorong perputaran ekonomi adat, PT Yombe Namblong Nggua mengembangkan enam unit usaha, yakni kehutanan, pertanian, vanila, ekowisata, perikanan, dan peternakan.

Di sisi lain, Prof. Widodo memberikan catatan kritis mengenai risiko dari “perkawinan paksa” antara hukum adat dan hukum korporasi ini. Ia memperingatkan, “Apakah perkawinan paksa antara hukum adat dan hukum korporasi ini merupakan terobosan perlindungan hak ulayat yang jenius atau menjadi kuda troya yang menyimpan bom waktu sengketa kepemilikan di masa depan?” jelasnya.

Untuk menghindari jebakan tersebut, Prof. Widodo mendesak adanya “transplantasi hukum terbalik” di mana hukum nasional menyesuaikan dengan kebutuhan adat. Ia secara spesifik menyarankan agar asas inalienability (tidak dapat dialihkan) tanah adat diterapkan pada saham perusahaan BUMA.

“Yang penting di sini saham ini ada kekhususan. Saham ini tidak dapat diperjual belikan, ya, karena memang di situ ada asas inalienability atau inalienabilitas tanah adat yang diterapkan ke saham perusahaan,” pungkasnya. (MANF/AHR/RS)

21 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/Strategi-Baru-Masyarakat-Adat-Namblong-Lindungi-Hak-Ulayat-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-21 12:44:362025-11-24 13:01:38Strategi Baru Masyarakat Adat Namblong Lindungi Hak Ulayat
Humas
Berita Kegiatan, Kolaborasi Global, Pilihan

FP UII Jalin Kerja Sama Strategis dengan Van Lang University

Fakultas Psikologi (FP) Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kunjungan resmi ke Van Lang University (VLU) di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada Rabu (19/11) dalam rangka penjajakan kerja sama internasional antara kedua institusi. Delegasi FP UII yaitu Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Sekretaris Jurusan Psikologi),Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A. (Ketua Program Studi Psikologi Program Sarjana), Thobagus Mohammad Nu’man, S.Psi., M.A., Psikolog (Sekretaris Program Studi Psikologi Program Sarjana), dan Dr. Nita Tri Mulyaningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Ketua Program Studi Psikologi Program Magister) diterima langsung secara hangat oleh jajaran pimpinan Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH) Van Lang University. Sementara dari Van Lang University hadir Nguyễn Bảo Thanh Nghi, PhD, selaku Dean of Faculty of Social Sciences and Humanities, beserta jajaran akademisi dan pengelola program mobilitas internasional.

Kegiatan diawali dengan penayangan video profil VLU dan sambutan dari Dekan FSSH VLU, kemudian sambutan dari Dekan FP UII. Profil FP UII dipresentasikan oleh Annisaa Miranty Nurendra, diikuti pemaparan mengenai Mobility Program VLU oleh Ms. Huynh Thanh Lan, selaku Student Mobility Coordinator dari International Student Support Center. Diskusi berlangsung produktif, terbuka, dan hangat, membahas peluang kolaborasi akademik, program internasionalisasi, serta pengembangan pembelajaran lintas budaya.

Dalam sambutannya, Dr.phil. Qurotul Uyun, Dekan Fakultas Psikologi UII, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya penting dalam meningkatkan daya saing global. “Kolaborasi ini akan memperkuat internasionalisasi pendidikan psikologi di UII. Kami berharap kerja sama dengan Van Lang University dapat membuka ruang belajar lintas budaya bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta menghasilkan kontribusi akademik yang bermakna bagi masyarakat,” ungkapnya

Sementara itu, Dr. Nguyễn Bảo Thanh Nghi, Dekan Faculty of Social Sciences and Humanities Van Lang University, menegaskan antusiasme institusinya dalam bermitra dengan Fakultas Psikologi UII. “Kami sangat menyambut baik kerja sama ini dan percaya bahwa UII adalah mitra strategis dalam pengembangan program akademik dan mobilitas internasional. Kami berharap kegiatan-kegiatan kolaboratif yang akan dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” harapnya.

Lawatan kerja sama ini berhasil menyepakati tiga fokus kerja sama strategis yaitu Student Mobility Program dengan melakukan pertukaran mahasiswa selama 7–10 hari dalam bentuk field trip akademik, pengabdian masyarakat, dan kunjungan klinis serta komunitas, dengan model pelaksanaan resiprokal. Kedua, Joint Program & International Seminar Series
dalam bentuk seminar ilmiah online dengan topik akademik tertentu yang melibatkan narasumber dari kedua fakultas. Ketiga, Faculty & Staff Exchange dalam bentuk pertukaran dosen untuk mengajar secara online dan kunjungan studi banding tenaga kependidikan dari FP UII ke VLU.

Kunjungan ditutup dengan pertukaran cenderamata, sesi foto bersama, dan campus tour yang dipandu oleh International Students Support Center VLU. Delegasi FP UII juga mendapat kesempatan melihat langsung fasilitas akademik dan layanan mahasiswa di lingkungan kampus. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang dan kontribusi positif dalam penguatan jejaring global Fakultas Psikologi UII. (HQ/AHR/RS)

20 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Fakultas-Psikologi-Universitas-Islam-Indonesia-Jalin-Kerja-Sama-Strategis-dengan-Van-Lang-University.jpg 960 1280 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-20 11:04:162025-12-06 11:36:05FP UII Jalin Kerja Sama Strategis dengan Van Lang University
Humas
Berita Kegiatan

IIEF Partner Summit and Workshop 2026: Cilacs UII Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem TOEFL ITP Berkelanjutan

Indonesian International Education Foundation (IIEF) menyelenggarakan IIEF Partner Summit and Workshop 2026 dengan mengusung tema “Driving Adaptability Through Collaboration to Secure Sustainable Growth”, pada Kamis (15/01) bertempat di Sahid Ballroom B, Sheraton Bali Kuta Resort.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan IIEF dengan mitra-mitra institusi dari berbagai sektor untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan adaptabilitas, serta merumuskan langkah bersama dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan, khususnya di bidang asesmen dan sertifikasi Bahasa Inggris.

Dalam kegiatan tersebut Cilacs UII mengirimkan 2 perwakilan yaitu Sudarmanto (Layanan Test) dan Aditya Suci (Kepala Departemen Pemasaran) berkesempatan menerima kembali (certificate of authorization) sertifikat sebagai official  TOEFL ITP® Test. Untuk wilayah pulau Jawa para user TOEFl ITP dari berbagai daerah baik professional maupun akadeimisi telah banyak memberikan kepercayaan kepada Cilacs UII sebagai Lembaga yang kredibel untuk pelaksanaan tes tersebut.

Sebagai perwakilan resmi Educational Testing Service (ETS) sekaligus penyelenggara TOEFL ITP® di Indonesia, Cilacs UII bersama IIEF menegaskan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan sertifikasi Bahasa Inggris yang kredibel dan berkualitas. TOEFL ITP selama ini telah digunakan secara luas dan dipercaya dalam konteks akademik maupun profesional sebagai instrumen asesmen berstandar internasional.

Seiring meningkatnya kebutuhan sertifikasi Bahasa Inggris di Indonesia, penguatan ekosistem TOEFL ITP menjadi semakin krusial, terutama dalam menjaga kualitas, keamanan, serta integritas pelaksanaan tes secara berkelanjutan. Melalui forum ini, IIEF mendorong terbangunnya sinergi yang lebih solid antara IIEF dan mitra institusi guna menjawab tantangan tersebut secara adaptif dan kolaboratif.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber utama dari ETS dan akademisi terkemuka, antara lain :Pushkar Saran, Executive Director IP Products Southeast Asia (ETS), yang membahas pengembangan dan arah strategis TOEFL ITP; Chuong Nguyen, TOEFL iBT Channel Management Director Southeast Asia (ETS), yang memaparkan pembaruan dan penguatan TOEFL iBT; Prof. Didin Nuruddin Hidayat, M.A., TESOL., Ph.D., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang mengulas konteks akademik dalam program asesmen Bahasa Inggris.

Melalui sesi diskusi dan workshop, IIEF bersama mitra institusi merumuskan komitmen bersama, mengeksplorasi peluang pengembangan program TOEFL ITP maupun program lain yang sejalan dengan visi dan misi masing-masing institusi, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi jangka panjang. IIEF berharap kegiatan ini dapat menjadi pijakan strategis dalam membangun ekosistem asesmen Bahasa Inggris yang adaptif, terpercaya, dan berkelanjutan di Indonesia. (ANK/AHR/RS)

16 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/Cilacs-UII-Perkuat-Kolaborasi-untuk-Ekosistem-TOEFL-ITP-Berkelanjutan.jpeg 792 960 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-16 08:33:452026-02-03 09:34:00IIEF Partner Summit and Workshop 2026: Cilacs UII Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem TOEFL ITP Berkelanjutan
Humas
Berita Kegiatan

UII Gelar Seminar Kesehatan Mental dan Resmikan Layanan Konseling Pegawai

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK)  menggelar seminar kesehatan mental bertajuk “Kesejahteraan Mental untuk Kinerja Optimal” pada Rabu (12/11) di Auditorium Fakultas Hukum (FH) UII. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Aulia Iskandarsyah, M.Psi, M.Sc., Ph.D seorang Psikolog Klinis dan Kesehatan dari Universitas Padjajaran dan dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UII.

Kegiatan seminar ini juga diselenggarakan bersamaan dengan Pembukaan Layanan Konseling Pegawai yang ditandai dengan pemasangan puzzle oleh perwakilan tenaga kependidikan UII Nisrina Kamilia Salsabila, S.Si., M.Si; Direktur DSDM/SK UII, Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Program Profesi, Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psi.; serta Rektor UII, Fathul Wahid.

Rektor UII, Fathul Wahid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa layanan konseling pegawai ini merupakan konkritisasi dari gagasan lama yang sudah berjalan. Saat ini UII berupaya melembagakannya melalui mekanisme yang lebih sistematis yang akan dikawal oleh DSDM/SK, sementara sistemnya didukung oleh Badan Sistem Informasi (BSI) UII.

Lebih lanjut Fathul Wahid juga mengingat sebuah buku berjudul Mati Ketawa ala Rusia. Dari cerita-cerita di dalamnya, terdapat pelajaran penting tentang membangun pola pikir, memperluas perspektif, dan mengelola ekspektasi.

“Karena sering kali kita kena paparan yang menyebabkan kita gagal dalam mengelola ekspektasi—berharap luar biasa, tidak ukur badan, dan akhirnya yang terjadi itu dari satu baper ke baper yang lain,” ungkap Rektor UII ini.

Selain layanan konseling, UII juga memiliki acara rutin UII Sore Nyastra yang dapat menjadi sarana untuk mengurangi stres. Dosen maupun tenaga kependidikan yang sedang galau—baik terhadap diri sendiri, lingkungan, maupun negara—dapat menyalurkannya melalui puisi. Demikian pula Festival Seni Pertunjukan yang diadakan setiap Milad UII,  dapat diintegrasikan sebagai bagian dari inisiatif untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Kesejahteraan Mental untuk Kinerja Optimal
Bekerja merupakan fitrah manusia yang membedakannya dari makhluk lain sebagai bentuk aktualisasi diri. Tetapi, seiring berjalannya waktu, manusia merasa tersiksa dengan pekerjaannya karena berbagai macam faktor khususnya di era ketidakpastian ini yang menyebabkan banyaknya tekanan sehingga diperlukan kekuatan psikologis dan kompetensi yang mumpuni. Berikut yang di sampaikan oleh Prof. Aulia Iskandarsyah seorang Psikolog Klinis dan kesehatan dari Universitas Padjajaran dalam pemaparan materi bertema “Kesehatah Mental untuk Kinerja Optimal”.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kerja modern menuntut kemampuan adaptasi yang kuat. Mengutip WHO, Prof. Aulia menyebut kesehatan mental sebagai kemampuan mengatasi tekanan hidup dan bekerja dengan baik. Ia menambahkan, “Beban kerja berlebihan, jam kerja panjang, hingga bullying dapat menjadi risiko kesehatan mental pekerja,” ungkap Prof. Aulia.

Prof. Aulia juga memaparkan cara mengelola stres, termasuk mengenali gejalanya sejak awal. Ia mengatakan bahwa stres tidak selalu negatif, namun tetap perlu diatur. “Manajemen stres bertujuan menjaga agar fungsi kehidupan tidak terganggu,” jelasnya. Strategi yang dianjurkan antara lain mengubah persepsi terhadap stresor dan menerima dukungan sosial.

Selain itu, Ia memperkenalkan berbagai teknik pengelolaan emosi dan batasan diri yang dapat diterapkan sehari-hari. Beberapa di antaranya meliputi mindfulness, scaling untuk memantau intensitas emosi, serta latihan pernapasan sebagai cara menenangkan diri dalam situasi menekan. Teknik-teknik ini disebutnya penting untuk menjaga keseimbangan dalam menghadapi dinamika pekerjaan.

Pada sesi penutup, ia menjelaskan Psychological First Aid (PFA) yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Adapun tiga langkah PFA meliputi Look, Listen, dan Link. “Kita cukup mengamati, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menghubungkan pada bantuan yang tepat,” kata Prof. Aulia, menegaskan pentingnya dukungan awal bagi pegawai yang mengalami tekanan.

Dengan kegiatan ini, diharapkan kesejahteraan mental tenaga kependidikan UII dapat terus terjaga sehingga mampu memberikan kinerja optimal di setiap waktu. Upaya kolektif ini juga menjadi wujud komitmen UII dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, suportif, dan kolaboratif. (AHR/RS)

13 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/UII-Gelar-Seminar-Kesehatan-Mental-dan-Resmikan-Layanan-Konseling-Pegawai-scaled.jpg 1705 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-13 08:40:182025-12-06 10:53:08UII Gelar Seminar Kesehatan Mental dan Resmikan Layanan Konseling Pegawai
Humas
Berita Kegiatan

UII Sambut Peserta Inbound Sea-Teacher dan Lepas Mahasiswa Outbound ke Filipina

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional menyelenggarakan kegiatan orientasi dan penyerahan mahasiswa inbound Program Sea-Teacher ke Afkaaruna School, Yogyakarta pada Senin (10/11) di Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.

Program praktik mengajar ini akan berlangsung selama satu bulan, dimulai pada 10 November 2025, dengan rangkaian kegiatan mencakup UII Welcoming Program, observasi sekolah dan kelas, pelatihan rencana pembelajaran (lesson plan), praktik mengajar, hingga farewell program.

Pada kesempatan itu, Dian Sari Utami menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah memilih UII sebagai mitra pembelajaran.

“Kami menyambut hangat para mahasiswa inbound Sea-Teacher di UII. Semoga melalui program ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di lingkungan yang baru, tetapi juga memahami nilai-nilai pendidikan dan budaya yang menjadi bagian penting dari pembelajaran lintas negara,” ujarnya.

Selain menyambut mahasiswa inbound, UII juga telah memberangkatkan dua mahasiswa Pendidikan Kimia ke Mariano Marcos State University, Filipina pada 5 November 2025, serta dua mahasiswa dari Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Kimia ke De La Salle University, Filipina pada 9 November 2025.

Kerja sama ini merupakan bentuk resiprokalitas antara UII dan program Sea-Teacher yang bernaung di bawah SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization), sebagai upaya memperkuat jejaring akademik dan meningkatkan kompetensi calon pendidik di kawasan Asia Tenggara. (DS/AHR/RS)

11 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/UII-Sambut-Peserta-Inbound-Sea-Teacher-dan-Lepas-Mahasiswa-Outbound-ke-Filipina-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-11 13:36:142025-11-11 13:36:14UII Sambut Peserta Inbound Sea-Teacher dan Lepas Mahasiswa Outbound ke Filipina
Humas
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, MBKM, Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan

UII Sambut Temasek Polytechnic dalam Program P2A Global Sea 2025

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) menjadi tuan rumah dalam Program Passage to ASEAN (P2A) Global Sea oleh Temasek Polytechnic Singapore. Pembukaan program ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII pada Senin (10/11). Kegiatan yang berlangsung tanggal 9-12 November 2025 ini diikuti oleh 25 peserta beserta 2 dosen pendamping. Para peserta juga didampingi oleh beberapa mahasiswa UII yang tergabung dalam Culture Learning Center (CLC) UII sebagai buddy atau pendamping kegiatan. Read more

11 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/UII-Sambut-Temasek-Polytechnic-dalam-Program-P2A-Global-Sea-2025-scaled.jpg 1440 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-11 09:23:502026-08-06 10:23:12UII Sambut Temasek Polytechnic dalam Program P2A Global Sea 2025
Humas
Berita Kegiatan

DPP IKA UII Salurkan Beasiswa untuk Dukung Prestasi Siswa SMA UII

Sebagai bentuk komitmen dalam memajukan pendidikan Indonesia pada berbagai jenjang, Dewan Perwakilan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (DPP IKA UII) menyalurkan beasiswa bagi siswa SMA UII. Penyerahan simbolis diberikan langsung oleh Ketua DPP IKA UII, Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H kepada Kepala SMA UII, Dr. Maman Surakhman, M.Pd.I pada Sabtu (08/11) di Auditorium Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Yogyakarta dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus YBW UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.

Program beasiswa ini pertama kali diberikan kepada 10 siswa SMA UII dari kelas X hingga XII, dengan total dana sebesar 300 juta. Sebelumnya, selama sepuluh tahun terakhir, DPP IKA UII telah menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa pada jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.

Saat sesi wawancara, Ari Yusuf Amir mengatakan program beasiswa ini masih berada pada tahap awal dan kedepannya akan terus berlanjut. Ia juga berharap para penerima beasiswa mampu membawa dan mewujudkan cita-cita luhur pendiri UII yang juga merupakan para pendiri bangsa Indonesia.

“Harapannya, mereka tidak hanya sekadar mendapatkan ilmu, tetapi bagaimana ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, bagaimana ilmu itu berperan bagi masyarakat—bisa jadi fungsi sosial yang baik di masyarakat, itu harapan kita. Sehingga mereka punya sikap leadership dan sikap kritis agar ketika mereka jadi mahasiswa bisa lebih siap lagi,” harap Ketua DPP IKA UII ini.

Lebih lanjut, terkait  kriteria penerima manfaat, Maman Surakhman menyatakan beasiswa diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi baik akademik maupun non-akademik atau keagamaan dengan prioritas dari keluarga tidak mampu. “Penyaluran ada yang sebagian tahun ini, sebagian ada yang tahun depan tapi yang jelas sekolah akan menginventarisir anak-anak yang punya prestasi,” ungkap Maman.

Selain itu, SMA UII juga terus berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi setiap siswa, tidak hanya memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada tetapi melibatkan para ahli profesional sehingga lulusan memiliki profil yang unggul dan berdaya saing.

Melalui program beasiswa yang diiringi dengan pembinaan berkelanjutan, SMA UII dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu merawat nilai-nilai luhur pendiri bangsa serta bermanfaat bagi masyarakat luas. (AHR/RS)

9 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/DPP-IKA-UII-Salurkan-Beasiswa-untuk-Dukung-Prestasi-Siswa-SMA-UII-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-09 14:10:412025-11-10 14:23:09DPP IKA UII Salurkan Beasiswa untuk Dukung Prestasi Siswa SMA UII
Humas
Berita Kegiatan, Pilihan

Teknologi AI Tidak Menggantikan Profesi Guru

Yayasan Darussalam Selokerto (YDS) dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Workshop bertema “Menjadi Guru di Era Artificial Intellegence (AI) & Produksi Media Pembelajaran dan Promosi Sekolah Berbasis AI”. 

Workshop dilaksanakan pada Sabtu (08/11) di Restoran The Harjo’s Pancasari Yogyakarta yang dihadiri oleh pembina, pengawas, pengurus YDS, guru, tenaga kependidikan RA dan SDIT Darussalam Selokerto, serta beberapa mahasiswi Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UII. Kegiatan tersebut merupakan salah satu aktivitas dari rangkaian program pengabdian masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi UII di RA dan SDIT Darussalam Selokerto.

Pemateri kegiatan ini adalah Prof. Dr Subhan Afifi, M.Si selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UII  dan Budi Yuwono, S.Sos, M.Sn.  selaku Dosen STSRD Visi Yogyakarta dan Praktisi Desain Komunikasi Visual.

AI Tidak Menggantikan Profesi Guru

Prof. Subhan Afifi menyampaikan dalam materinya, teknologi AI memberikan tantangan terhadap eksistensi profesi guru, dan juga profesi-profesi lainnya di masa depan. Prof. Subhan mengutip pernyataan Bill Gates yang memprediksi bahwa dalam 10 tahun mendatang, guru-guru akan tergantikan oleh AI. Bahkan saat ini sudah mulai muncul sekolah tanpa guru.

“Tentu agendanya adalah bagaimana para guru merespon tantangan ini,” ujar Prof. Subhan. “AI atau teknologi itu hanya tools saja. Kita meyakini bahwa guru tidak tergantikan oleh AI, tapi bagaimana para guru memanfaatkan AI untuk mendukung tugas mulianya. Tugas guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi mendidik keyakinan, karakter dan akhlak mulia dengan sentuhan personal dan manusiawi. Kemampuan itu yang tidak dimiliki AI,” tambahnya.

Selain pemaparan dari Prof. Subhan, pemateri berikutnya, Budi Yuwono menambahkan, kepintaran sebenarnya dimiliki oleh manusia, bukan AI. “AI  sebenarnya “bodoh”, karena AI hanya menerima data dan mengikuti instruksi atau prompt manusia untuk memproduksi sebuah karya, seperti video dan gambar,” jelas Budi Yuwono.

Budi Yuwono memberikan stategi produksi video pembelajaran dan promosi sekolah berbasis AI.  Kuncinya adalah membuat prompt atau instruksi untuk produksi video dengan teknologi AI harus secara detail untuk mendapatkan hasil optimal yang diharapkan. “Prompt dituliskan dengan menyertakan jenis visual, subjek, detail subjek, background setting, mood atau suasana, bahkan hingga ke teknik kamera. Di sinilah letak kreativitas manusia dalam mengupayakan pekerjaan dengan menggunakan teknologi AI,” ujar Budi Yuwono.

Manfaat-Mudharat AI

Prof. Subhan menyampaikan bahwa para guru dan tenaga kependidikan bisa mengoptimalkan teknologi AI dengan berbagai manfaat dan kelebihannya untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. “Manfaatnya sangat banyak, misal membatu guru dalam hal efisiensi waktu, personalisasi pembelajaran, inovasi media dan metode, analisis data pembelajaran, pengembangan profesional hingga menjadi pendamping/asisten guru dalam mengembangkan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Meski demikian, selain memberikan manfaat, AI memiliki potensi dampak buruk (mudharat) yang harus diwaspadai, seperti plagiarisme, berkurangnya kreativitas dan kemandirian, hilangnya nilai-nilai kemanusiaan, terancamnya privasi dan keamanan, bahkan terganggunya kesehatan mental pengguna yang menggunakannya secara berlebihan dan tidak terkontrol.

“Untuk itu diperlukan peningkatan literasi digital di kalangan para guru untuk memanfaatkan AI dengan bijak dan menegakkan etika, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, agar terhindar dari dampak buruk AI” pungkas Prof Subhan. (EAR/AHR/RS)

9 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/Yayasan-Darussalam-Selokerto-dan-Prodi-Ilmu-Komunikasi-UII-Gelar-Workshop-Menjadi-Guru-di-Era-AI.jpg 806 1072 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-09 08:21:232025-11-13 08:33:13Teknologi AI Tidak Menggantikan Profesi Guru
Humas
Berita Kegiatan

Maqashid Syariah sebagai Jembatan antara Tradisi Klasik dan Modernitas

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia menggelar seminar internasional bertajuk “Maqashid Shari’a: Bridging Turats And Comtemporary Issues”. Seminar yang dilaksanakan di Auditorium Gedung K.H.A Wahid Hasyim Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Kampus Terpadu UII pada Jumat (07/10) ini merupakan bentuk ikhtiar dan upaya ijtihad akademik dalam menjembatani tradisi Islam klasik (turats) dan modernitas yang didalamnya banyak isu kontemporer seperti gender, HAM, demokrasi, hingga pluralisme.

Seminar ini menghadirkan Prof. Jasser Auda, Presiden Maqasid Institute Global sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Supriyanto Abdi, Ph.D selaku dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FIAI UII dan dihadiri oleh para dosen, mahasiswa baik jenjang sarjana, magister dan doktoral pada Progeam Studi Hukum Islam serta para akademisi lainnya yang menaruh perhatian terhadap isu hukum Islam dan kontemporer.

Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A. saat diwawancarai menjelaskan mengenai seminar ini bahwa masalah yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Maka dari itu, seminar ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menjawab tantangan-tantangan yang hadir tersebut dimana harapannya semua bisa berjalan beriringan dan harmonis.

“Kalau kita menghubungkan antara turats dan masalah kekinian, pertanyaannya itu adalah jawabannya itu apa? Jawabannya adalah maqashid syariah atau tujuan syariah yang ruang lingkupnya secara klasik ialah perlindungan terhadap agama-agama, tapi jangan diartikan hanya agama Islam, tetapi melindungi semua agama. Melindungi jiwa tapi bukan hanya jiwa muslim, tapi semua jiwa umat manusia, melindungi harta, hingga melindungi keturunan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal ini, Prof. Jasser Auda hadir dalam seminar ini  untuk menjawab kegelisahan akademik tersebut. Teori maqasid syariah yang dikembangkan oleh Prof. Jasser Auda diharapkan mampu menjadi jembatan untuk mengeksplorasi dan menemukan hukum yang sejalan dengan perkembangan zaman dengan tetap mempertahankan akar tradisional yang tertanam dalam semangat teks-teks wahyu.

Lebih lanjut, hubungan antara hukum Islam dan isu-isu kontemporer merupakan topik yang menarik—mengingat prinsip epistemologis hukum Islam adalah manusia menemukan hukum, bukan manusia membuat hukum karena wahyu menjadi sumber utama hukum Islam ditemukan. Meskipun demikian, teori maqashid syariah telah banyak dibahas oleh para ulama klasik, abad pertengahan, dan modern.

Teori maqasid syariah pada prinsipnya menitikberatkan pada lima kebutuhan dasar (dharuriyyah al-khamsah) yang disebut sebagai tujuan utama hukum Islam, yaitu menjaga agama (hifdz al-din), menjaga jiwa (hifdz al-nafs), menjaga akal (hifdz al-aql), menjaga keturunan (hifdz al-nasl), dan menjaga harta (hifdz al-mal). Kelima hal ini merupakan kebutuhan dasar yang jika tidak terpenuhi akan membahayakan kehidupan manusia.

Teori maqasid syariah yang dikembangkan oleh Prof. Jasser Auda mengusulkan enam fitur kunci untuk teori maqasid syariah modernnya meliputi sifat kognitif, keutuhan, keterbukaan, hierarki yang saling terkait, multidimensi, dan tujuan. Keenam fitur ini berkontribusi pada pemahaman maqasid yang lebih komprehensif dan sistematis. (MA/AHR/RS)

7 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/Maqashid-Syariah-sebagai-Jembatan-antara-Tradisi-Klasik-dan-Modernitas-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-07 16:52:382025-11-07 16:52:38Maqashid Syariah sebagai Jembatan antara Tradisi Klasik dan Modernitas
Humas
Berita Kegiatan

Cilacs UII Jadi Rujukan Benchmarking UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Cilacs Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan studi banding dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka benchmarking pengelolaan pusat Bahasa dan tes kompetensi bahasa asing pada Rabu (5/11).

Kunjungan ini dipimpin oleh Kustiwan Syarief, M.A., Ph.D, selaku Kepala Pusat Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bersama rombongan yang terdiri dari Dadan Nugraha (Koordinator Bahasa Inggris), Muhammad Anas(Koordinator Bahasa Arab), Neneng Nurjanah (Koordinator Bahasa Indonesia), serta staf administrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rombongan diterima langsung oleh Ratna Roostika, S.E., M.A.C., Ph.D. selaku Kepala Cilacs UII, didampingi oleh jajaran kepala departemen antara lain: Aditya Suci (Kepala Departemen Pemasaran), Suprihatin (Kepala Departemen Akademik), Aisyiyah(Kepala Departemen Keuangan), dan Enggar Solichatun (Kepala Departemen SDM).

Dalam sambutannya, Ratna Roostika menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang memilih Cilacs UII sebagai salah satu lembaga tujuan studi banding. “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dan belajar bersama demi kemajuan lembaga bahasa di Indonesia,” ujarnya. Ratna juga menambahkan bahwa ini merupakan kunjungan kedua dari UIN Syarif Hidayatullah, setelah sebelumnya berkunjung ke Cilacs UII pada tahun 2015.

Diskusi yang berlangsung hangat menyoroti berbagai isu penting, antara lain strategi peningkatan kompetensi bahasa asing bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa menjelang kelulusan, penguatan kerja sama eksternal dalam penyelenggaraan tes bahasa resmi, serta berbagi pengalaman dalam mengatasi berbagai kendala pengelolaan pusat bahasa.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung dengan penuh keakraban dan produktif. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi antara kedua lembaga. (ANK/AHR/RS)

6 November 2025
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/Cilacs-UII-jadi-Rujukan-Benchmarking-UIN-Syarif-Hidayatullah-Jakarta-scaled.jpg 1917 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-06 14:14:372026-02-02 14:31:12Cilacs UII Jadi Rujukan Benchmarking UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Page 2 of 41234

Berita Terakhir

  • UII Gelar Pelatihan Pengelolaan Konten Berbasis SEO dan AI
  • UII, MUTU International, dan CSU Taiwan Resmi Perluas Kolaborasi Jagad Lestari Center
  • UII Resmi Buka PMB Tahun Ajaran 2027/2028, Gandeng MGBK DIY dan Jawa Tengah
  • UII Sambut Mahasiswa Internasional melalui Program Orientasi Kampus Tahun Akademik 2026/2027
  • Mahasiswa Temasek Polytechnic Ikuti Program Cultural Immersion di UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top