Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar prosesi Janji Dokter Muda Periode I Tahun 2026 pada Kamis (02/04). Acara yang diselenggarakan di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII diikuti oleh 172 dokter muda FK UII yang akan memasuki tahap pendidikan klinik di rumah sakit pendidikan. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas dan pimpinan FK UII, Ketua Komkordik FK UII, dan perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama dan satelit FK UII yang menyaksikan jalannya prosesi acara ini.

Dalam sambutannya, dekan FK UII, Dr.dr.Isnatin Miladiyah, M.Kes mengatakan tahapan profesi yang akan dilanjutkan adalah fase yang unik. Menurutnya, dalam fase ini ilmu bertemu empati, teori bertemu realitas, dan idealisme bertemu keterbatasan.

“Perjalanan Anda ke depan tidak selalu mudah. Akan ada jaga malam, kurang tidur, dimarahi konsulen—kadang tanpa salah yang jelas, dan mungkin juga salah menulis SOAP di awal-awal. Akan ada hari-hari ketika Anda merasa lelah. Bangun pagi, pulang malam, revisi laporan, jaga malam, lalu besoknya mulai lagi dari awal,” ungkapnya.

Tak lupa, Dr. Isnatin berpesan agar tidak takut ketika merasa belum cukup untukkarena setiap dokter hebat pernah beraada di titik yang sama. Belajar, jatuh, bangkit kembali—itulah proses menjadi profesional sejati. “Pada saat ada rasa payah, jangan menyerah karena dokter hebat lahir dari usaha yang tak kenal lelah,” pesannya.

Senada, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si menekankan bahwa pendidikan klinik merupakan fase pembelajaran yang sesungguhnya. Para mahasiswa akan menghadapi berbagai permasalahan nyata di lapangan yang mungkin belum sepenuhnya ditemui di ruang kelas. Proses ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

“Para dokter muda harus senantiasa menjadikan pasien sebagai sumber pembelajaran utama, serta menjaga etika, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tindakan.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr. Soeodno Madiun sebagai perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama FK UII berpesan agar para dokter muda senantiasa menghormati pasien sebagai guru terbesar, menjaga integritas, dan etika, serta tidak ragu dalam mengeksplorasi ilmu dari para spesialis dan sivitas rumah sakit.

“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama masa stase Anda. Belajarlah dari semua sisi karena menjadi dokter yang baik adalah belajar seumur hidup,” jelasnya.

Acara Janji Dokter Muda ini merupakan momentum penting yang menandai awal perjalanan para dokter muda dalam menimba pengalaman dengan penuh tanggung jawab moral serta menjunjung tinggi etika kedokteran. Momentum ini diharapkan tidak hanya sebatas pengucapan ikrar janji, tetapi juga menjadi titik awal bagi dokter muda untuk terus belajar, menjaga profesionalitas, serta mengasah empati dan integritas dalam praktik kedokteran. (AHR/RS)

Masih dalam suasana Idul Fitri, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji 1447 H pada Selasa (31/03) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar UII serta para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Ungkapan halalbihalal menjadi momen paling bermakna bagi hadirin yang diwakili oleh tiga pemangku kepentingan penting keluarga besar UII yaitu Annisa Fidanta Shafir selaku Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa UII sebagai perwakilan mahasiswa. Drs. Achmad Tohirin, M.A., Ph.D. selaku Ketua Ikatan Keluarga Pegawai UII, serta Ir. M. Samsudin, M.T. yang mewakili Paguyuban Pensiunan Pegawai UII.

Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin seraya berdoa agar Allah Swt senantiasa memudahkan langkah dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan.

“Dalam konteks organisasi dan kehidupan kita bersama, terdapat banyak pesan penting yang perlu kita pegang teguh. Di antaranya adalah nilai ketakwaan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kita juga diingatkan untuk tidak saling mencela, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak memanggil dengan sebutan yang buruk, serta tidak saling merugikan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan yang sehat dan harmonis,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. Aden menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara ini dengan baik serta mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolegialitas dan spiritualitas yang ada di UII.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Halal Bihalal yang disampaikan oleh tokoh nasional sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UII, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Dalam tausiyahnya, dr. Agus membahas manfaat silahturahmi sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperpanjang umur, serta melapangkan rezeki. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki hubungan antarsesama dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan kampus.

Acara ditutup dengan doa dan jabat tangan antar hadirin sebagai simbol saling memaafkan. Para undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Melalui kegiatan ini, UII tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai keislaman. (AHR/RS)