• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengambil Ibroh dari Kehidupan Pelaku dan Korban Teroris
Berita Kegiatan, Pilihan

Mengambil Ibroh dari Kehidupan Pelaku dan Korban Teroris

Korban aksi teror merupakan salah satu pihak yang paling menderita karena harus hidup dalam luka fisik dan trauma psikis hingga bertahun-tahun. Namun demikian proses menghapus dendam dan kebencian antara korban dan mantan teroris perlu terus diupayakan agar tercipta kedamaian. Upaya ini juga diharapkan dapat menyembuhkan luka yang mendalam dan mencegah konflik berkepanjangan diantara korban dan mantan pelaku teroris.

Bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH. Universitas Islam Indonesia (UII), Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam FIAI UII menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku La Tay’ As (Jangan Putus Asa) Ibroh dari kehidupan Teroris dan Korbannya, Kamis (8/3).

Nara sumber yang dihadirkan dalam seminar diantaranya Penulis Buku Hasibullah Satrawi, Dosen PAI-FIAI yang juga peneliti Pusat Studi Islam UII, Edi Safitri, S.Ag., M.SI. Sementara keynote speech disampaikan oleh Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Azyumardi Azra, CBE. Jalannya diskusi yang dipandu oleh Anggota Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Zuly Qodir tampak semakin lengkap dengan hadirnya narasumber dari pakar terorisme, mantan pelaku terorisme dan salah satu korban bom dari aksi terorisme.

Hasibullah Sastrawi selaku penulis buku menyatakan bahwa para korban merupakan martir negara. Karena para teroris merakit bom ditujukan untuk negara yang dianggap telah melakukan berbagai penyimpangan. Namun, masyarakat yang tidak mengerti tentang masalah negara itulah yang banyak menjadi korbannya. Oleh karena itu menurut Hasibullah Sastrawi dibutuhkan proses rekonsiliasi yang tidak mudah antara pelaku dan korban untuk menerima maaf dalam jangka waktu sampai bertahun-tahun.

“Rekonsiliasi antara korban dan pelaku itu tidak semudah yang dibayangkan, karna dia butuh proses dan proses yang paling inti pada akhirnya adalah kesadaran mereka sendiri untuk memasuki dunia keagungan moral. Saya rasa ini bukan karena diwajibkan, namu karena ini menjadi piilhan dan kesadaran mereka sendiri,” ungkap Hasibullah Sastrawi.

Sementara menurut Prof. Azyumardi Azra yang mempunyai tanggung jawab terbesar dalam menjaga perdamaian Indonesia adalah kaum muslimin. “Saya sering tekankan tanggung jawab menjaga kedamaian Indonesia itu terutama terletak di tangan kaum muslimin. Karna jumlahnya sangat besar merupakan penerima manfaat dan mudharat terbesar dari apa yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatannya Prof. Azyumardi Azra mengajak para mahasiswa untuk mewujudkan kemajuan Islam di Indonesia. “Saya pesankan kepada seluruh mahasiswa yang akan menjadi pemimpin bangsa, bawalah Indonesia menjadi kekuatan Internasional, untuk mewujudkan Indonesia sebagai contoh kemajuan Islam,” ujarnya. (AR/RS)

10 Maret 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/DSC1530-2.jpg 301 453 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2018-03-10 15:14:592018-03-12 15:35:20Mengambil Ibroh dari Kehidupan Pelaku dan Korban Teroris

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UMJ Pelajari Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di UII Link to: UMJ Pelajari Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di UII UMJ Pelajari Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di UII Link to: D3 Ekonomi UII Respon Hadirnya Era Disrupsi Link to: D3 Ekonomi UII Respon Hadirnya Era Disrupsi D3 Ekonomi UII Respon Hadirnya Era Disrupsi Scroll to top Scroll to top Scroll to top