UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Career Development Center (CDC) Islamic Universities National Gathering dengan tema “Connection Career Centers, Empowering Future Talents” pada Senin (20/7). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Hukum Lantai 4, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km. 14,5, Yogyakarta ini menjadi wadah kolaborasi antar pusat karier perguruan tinggi Islam dalam memperkuat layanan pengembangan karier mahasiswa dan alumni di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.
National Gathering tersebut dihadiri oleh perwakilan Career Development Center dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia, mulai dari Universitas Islam Negeri (UIN), universitas Muhammadiyah, hingga perguruan tinggi swasta Islam lainnya. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah menunjukkan komitmen bersama untuk membangun jejaring nasional sekaligus berbagi praktik terbaik dalam mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni UII, Allan Fatchan Gani Wardhana, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir di UII. Ia juga menyampaikan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk saling belajar mengenai strategi pengembangan karier mahasiswa di masing-masing kampus.
“Kami ingin belajar dari praktik-praktik baik yang telah dilakukan oleh Bapak dan Ibu di perguruan tinggi masing-masing, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi karakteristik Generasi Z,” ujarnya.
Allan mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang kini dihadapi oleh pusat karier perguruan tinggi adalah perubahan preferensi mahasiswa terhadap dunia kerja. Menurutnya, UII kerap bekerja sama dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan besar dalam menyelenggarakan campus hiring. Namun, antusiasme mahasiswa terhadap rekrutmen kerja formal justru tidak sebesar yang diharapkan.
Ia berharap pertemuan nasional tersebut dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat diterapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas layanan karier.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian UII, Dr. Nurjihad, S.H., M.H., menegaskan bahwa perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan memasuki dunia profesional.
Menurutnya, Career Development Center memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung antara perguruan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat.
“Oleh karena itu, forum ini menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, bertukar pengalaman, serta membangun inovasi bersama dalam layanan pengembangan karier,” ungkapnya.
Ia berharap National Gathering tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret, baik dalam pengembangan program bersama, perluasan jejaring industri, maupun peningkatan kualitas layanan karier di perguruan tinggi Islam.
Sebagai keynote speaker, Rektor UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. menyoroti pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi Islam untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur melalui pencapaian akreditasi atau banyaknya publikasi dosen. Sebaliknya, kualitas lulusan harus menjadi indikator utama, termasuk prestasi mahasiswa, hasil penelitian mahasiswa, tracer study, hingga masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan.
“Perguruan tinggi yang hebat bukan hanya yang memiliki akreditasi tinggi, tetapi yang mampu meluluskan mahasiswa dengan masa tunggu nol tahun, artinya sebelum lulus mereka sudah dipinang oleh perusahaan,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang sangat baik, terutama dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). Namun, menurutnya, ketergantungan yang berlebihan terhadap AI berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis serta pemahaman terhadap konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan.
“Kita tidak boleh hanya mengajarkan mahasiswa menggunakan teknologi, tetapi juga memastikan mereka memahami logika dan filosofi dasar dari ilmu yang dipelajari,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan CDC Islamic Universities National Gathering ini, UII berharap terbangun sinergi yang lebih erat antar Career Development Center perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi layanan karier yang relevan dengan perkembangan dunia kerja sekaligus mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat. (MFPS/AHR/RS)





