• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Indeks Berita2 / Berita Kegiatan3 / Memahami Pentingnya Mitigasi Bencana Gunung Merapi
Berita Kegiatan, Pilihan

Memahami Pentingnya Mitigasi Bencana Gunung Merapi

Tinggal di lokasi yang berdekatan dengan gunung berapi aktif seperti Gunung Merapi membuat sivitas akademika UII harus lebih sigap dengan risiko bencana. Selain mengakses informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta himbauan dari kampus, sivitas akademika juga harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi risiko bencana.

Maka dari itu, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Seminar Mitigasi Bencana Merapi di Auditorium Kahar Muzakir UII pada Selasa (16/4).

Acara Seminar Mitigasi Bencana Merapi ini mendatangkan 4 pemateri, yaitu Ari Triyono, ST,. M.Si., selaku Kepala Sub-Bagian UPT Museum Gunung Merapi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Rini Isdarwati, S.E., dan Haenry Dharma Wijaya, S.H, M.pd., selaku pembicara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, serta Walid Jumlad, S.Psi, M.Psi., Selaku konsultan Ahli Humanitarian Care and Repsonse FPSB UII.

Dalam materinya, Ari Triyono menyampaikan bahwa sejak 250 tahun yang lalu, tercatat kurang lebih 33 kali letusan, 7 di antaranya merupakan letusan besar. Dari data yang ada menunjukkan bahwa letusan besar terjadi sekali dalam 150-500 tahun.

“Aktivitas Merapi pada abad ke-20 terjadi minimal 28 kali letusan, letusan besar terjadi pada tahun 1931. Hal-hal yang membuat waga masyarakat mengalami kepanikan, trauma hingga frustasi adalah kurangnya atau belum maksimalnya informasi dan pengetahuan mengenai bencana kepada masyarakat. Sehingga kedepannya perlu dikembangkan kampanye sadar bencana.” Papar Ari Triyono.

Sementara itu, dijelaskan oleh Haenry Dharma bahwa ada 3 ancaman bahaya dari Gunung Merapi. “Ancaman bahaya dari Merapi antara lain Bahaya Primer yaitu bahaya langsung ketika terjadi letusan seperti awan panas, jatuhan piroklastik, abu vulkanik, dan aliran lava. Bahaya Sekunder yaitu bahaya yang terjadi setelah letusan yaitu lahar hujan. Yang terakhir adalah Bahaya Tersier yaitu bahaya akibat kerusakan lingkungan gunung misalnya hilangnya daerah resapan, hilangnya hutan dan hilangnya mata air.” Jelasnya.

Haenry Dharma juga menambahkan bahwa ada 4 status Gunung Merapi. Pertama, status Normal adalah saat level aktivitas dasar paling rendah, tidak ada gejala aktivitas tekanan magma. Kedua, status Waspada adalah saat ada kenaikan aktivitas di atas level dasar, apapun jenis gejala diperhitungkan.

Ketiga, status Siaga adalah saat semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Keempat, status Awas adalah saat akan segera meletus atau sedang meletus, atau keadaan kritis yang dapat menimbulkan bencana setiap saat.

Rini Isdarwati menekankan pentingnya aspek mitigasi sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. “Mitigasi struktural atau bersifat fisik bisa dilakukan dengan konservasi alami seperti penumbuhan hutan dan konservasi buatan seperti pembangunan rumah aman gempa. Selain itu ada mitigasi non-struktural yaitu penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengatasi bencana alam”, pungkasnya. (RRA/ESP)

18 April 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/04/IMG_9383.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2019-04-18 09:19:272019-04-22 09:19:47Memahami Pentingnya Mitigasi Bencana Gunung Merapi

Berita Terakhir

  • Hadirkan Teknologi LC-MS/MS Mutakhir, UII Gelar Workshop dan Resmikan Kolaborasi Industri
  • Seameo Biotrop Perkuat Kolaborasi Regional Untuk Mendorong Implementasi Circular Economy Melalui Pendidikan Dan Inovasi
  • UII Lantik Dekan dan Wakil Dekan Periode 2026–2030, Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Adaptasi Zaman
  • Torehkan Sejarah, PSPPI UII Lantik 84 Insinyur pada Prosesi Pengambilan Sumpah Perdana
  • Temu Alumni Nasional FIAI UII: Ajang Merajut Kenangan dan Membangun Sinergi Strategis 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Tonggak Hadirnya Modernitas dalam Islam Link to: UII Tonggak Hadirnya Modernitas dalam Islam UII Tonggak Hadirnya Modernitas dalam Islam Link to: Mahasiswa FTI Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional Link to: Mahasiswa FTI Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional Mahasiswa FTI Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional Scroll to top Scroll to top Scroll to top