• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Doktor Baru, Jadilah Pecinta Ilmu!
Pojok Rektor

Doktor Baru, Jadilah Pecinta Ilmu!

Salah satu ritual baik UII di akhir tahun adalah menyambut secara resmi doktor baru yang lulus dalam satu tahun. Pada 2019 ini, UII mendapatkan berkah atas kelulusan 19 doktor baru. Saat, ini masih 111 dosen UII yang sedang menempuh program doktor, baik di dalam maupun di luar negeri.

Proses menjadi doktor tidaklah ringan. Ada investasi ihktiar yang luar biasa. Dibutuhkan konsistensi dan ketahanan tinggi. Tingkat kegagalan menjadi doktor pun sangat tinggi.

Doktor adalah warga negara elit di Indonesia. Statistik pada 2017 menunjukkan bahwa cacah doktor, sebagai pemegang pendidikan formal tertinggi, di Indonesia masih sedikit. Dari setiap satu juga penduduk, hanya ada 143 doktor di Indonesia. Bandingkan, misalnya, dengan Malaysia yang mempunyai 509 doktor per satu juta penduduk. Sebagai penyemangat, India mempunyai 1.410,  Jepang 6.438, dan Amerika 9.850. Intinya, menjadi doktor merupakan sebuah kemewahan, dan di saat yang sama, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh Indonesia.

Saya berharap para doktor baru, juga doktor kawakan, menjadi pecinta ilmu. Mengapa ini menjadi penting? Kecenderungan mutakhir tidak begitu menggembirakan, ketika para doktor (atau secara umum, dosen) berganti halauan, atau paling tidak haluan utamanya teracuni.

Secara umum, terdapat tiga macam dosen ketika melakukan aktivitas akademik, terutama penelitian. Kelompok pertama adalah mereka melakukan penelitian dan publikasi atau sejenisnya karena iming-iming hadiah finansial. Mereka adalah dosen pemburu uang perangsang, incentive-minded. Kelompok kedua adalah para pengejar karier, baik dalam bentuk akademik maupun struktural. Meneliti dan melakukan publikasi semata sebagai pelengkap syarat mendaki anak tangga karier yang lebih tinggi. Mereka masuk kelompok career-minded, para pengejar karier.

Tidak ada yang haram dari kedua kelompok ini. Tetapi, kalau kita mengharap ada pergerakan peradaban, ini ibarat menggantang asap. Lalu, kepada siapa harapan perubahan peradaban digantungkan? Kelompok ketiga insyaallah bisa membantu. Mereka adalah para pengembang ilmu, peran tulen dari dosen, dan utamanya para penggenggam gelar doktor.

Kisah Nabi Sulaiman dapat menjadi cermin atas pilihan ini. Nabi Sulaiman adalah pembangun peradaban. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa pemerintahannya. Anak termuda dari Nabi Dawud ini jatuh hati kepada ilmu, ketika diminta oleh Allah memilih antara ilmu, harta, dan karier. Tetapi karena pilihannya tersebut, Nabi Sulaiman mendapat kedua yang lain: menjadi kaya raya dan raja.

Rasululllah saw. pernah bersabda, “Nabi Sulaiman disuruh memilih antara harta benda, kerajaan,dan ilmu; maka beliau memilih ilmu. Maka diberikanlah kepada beliau kerajaan dan harta benda karena beliau memilih ilmu”. Kerajaan adalah metafora karier dan harta adalah insentif finansial.

Inilah tangga Sulaiman. Pilihan anak tangga pertama akan mempengaruhi hasil di ujung perjalanan.

Ikhtisar dari sambutan rektor pada penyambutan doktor baru pada 30 Desember 2019.

31 Desember 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/Tangga-Sulaiman-scaled.jpg 1556 2560 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022019-12-31 16:08:562019-12-31 16:08:56Doktor Baru, Jadilah Pecinta Ilmu!

Berita Terakhir

  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pemilukada 2020 Diharapkan Semakin Demokratis Link to: Pemilukada 2020 Diharapkan Semakin Demokratis Pemilukada 2020 Diharapkan Semakin Demokratis Link to: Tambah Jumlah Doktor, UII Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengajaran Link to: Tambah Jumlah Doktor, UII Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengajaran Tambah Jumlah Doktor, UII Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengajaran Scroll to top Scroll to top Scroll to top