• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Peran Startup dan Tren di Masa Depan
Berita Kegiatan, Pilihan

Peran Startup dan Tren di Masa Depan

Pernyataan Sikap UII

Apakah bisa startup menyelesaikan suatu permasalahan aktual di masyarakat? Pertanyaan ini mengemuka pada CLI Online Talks perdana yang diadakan oleh Central Language Improvement Universitas Islam Indonesia (CLI UII), Sabtu (13/6), secara daring.

The Role of Tech Startup in Solving Actual Social Problem menjadi judul topik yang dibahas dalam diskusi. Bincang-bincang yang disiarkan langsung melalui akun Instagram CLI UII ini, menghadirkan Wildan Maulana, alumni UII yang saat ini menjadi CEO dari bisnis startup Delokal.

CLI Online Talks diawali dengan pertanyaan tentang tech startup oleh host dari CLI UII, Ulil Albab. Wildan Maulana menjelaskan arti startup menurut definisinya.

“Startup itu banyak sekali definisinya. Kalau kita merujuk kepada Wikipedia, Startup itu identik dengan bisnis teknologi yang baru dirintis. Cuman, kalo menurut saya sendiri, startup itu suatu model bisnis atau teknologi baru yang dapat memecahkan masalah yang ada. Dan itu dikemas dengan konsep bisnis yang baru,” jelasnya.

Wildan Maulana mencontohkan salah satu aplikasi pemesanan tiket yang mempermudah orang dalam bermobilisasi. Aplikasi tersebut, sebagai startup, menerapkan teknologi baru dengan menyediakan platform pemesanan tiket (aplikasi) serta model bisnis yang baru juga.

“Mereka mengubah skema pemesanan tiket yang sebelumnya hanya dapat dibeli secara langsung menjadi di genggaman tangan. Dengan kebaharuan teknologi dan model bisnis, startup menjadi sangat menguntungkan dibanding bisnis yang dijalankan secara konvensional,” ungkapnya.

“Startup itu identik dengan rapid growth, perkembangan yang sangat cepat. Tapi kita tahu, startup itu ngga jelas. Ngga jelas gimana? Sekarang kita tahu banyak orang investasi ke startup, dan nilai investasinya luar biasa,” terangnya.

Wildan Maulana menjadikan perusahaan digital Google sebagai contoh. Meskipun baru berdiri di tahun 1995, tetapi valuasinya diyakini telah mengalahkan seluruh perusahaan konvensional yang ada. Tentu sudah dapat ditebak alasan investor berani jor-joran menyokong startup.

“Sekalinya sudah dapat pasar yang benar-benar mereka membutuhkan, bisa ku bilang startup akan jauh lebih pesat perkembangannya. Kita lihat sendiri betapa gilanya Gojek dan Grab membakar uang. Startup selalu identik juga dengan ketidakpastian sebenarnya. Ketidakpastian mereka mendapatkan untung dari mana, mengukur valuasinya, selalu ada ketidakpastian,” sebutnya.

“Mengapa para investor pada tertarik investasi di startup? Karena startup sekalinya untung, kita akan jadi orang kaya, benar-benar banyak uang. Kalau bukan startup rapid growth nya susah, susah banget,” sambungnya.

Namun ia mengingatkan agar orang tidak terburu-buru mau membangun startup. Wildan Maulana memberi saran untuk menjajal bisnis konvensional terlebih dahulu sembari menimba ilmu dan pengalaman, mengingat ketidakpastian yang ada pada startup sangatlah penuh resiko.

“Aku sendiri mengakui ya, 90 persen startup itu bakal gagal. Tapi, sekalinya berhasil gila-gilaan itu. Nah makanya saranku buat temen-temen nih, jangan mikir buat startup dulu. Berfikirlah bagaimana bisa membuat bisnis konvensional,” pesannya.

Disinggung peran startup menjadi penyelesai masalah, Wildan Maulana mengaku startup pendahulu Delokal yang dibuat olehnya dan rekan tidak berangkat dari masalah di masyarakat. Sehingga, ia menekankan pentingnya analisis mendalam serta berkelanjutan dalam membangun startup serta tetap berkaca kepada kompetitor.

“Karena aku suka jalan-jalan, dan berasumsi masalah traveler tuh ini, makanya aku buat, tanpa melihat permasalahan yang sebenarnya. Kemudian ikut lomba, juara satu. Tapi lomba pun kadang-kadang hanya melihat idenya,” tuturnya.

Bincang-bincang berlanjut tentang tren pengembangan startup ke depan. Terdapat beberapa kata kunci yang menjadi sedikit gambaran startup nantinya, meskipun pembahasan ini tidak menemui jawaban yang pasti.

“Jujur, aku juga belum tau. Karena aku sendiri tanya pertanyan ini (perkembangan startup ke depan) ke orang-orang yang sudah ahli, mereka ngga ada yang jawab. Ngga tau mereka pelit, ngga mau kasih jawaban, atau emang ngga ada jawabannya,” ucapnya. (HR/RS)

15 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-06-15 06:38:332020-06-15 06:38:33Peran Startup dan Tren di Masa Depan

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Link to: Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Link to: Dosen Kimia UII Masuk Dalam Daftar 500 Peneliti Terbaik Link to: Dosen Kimia UII Masuk Dalam Daftar 500 Peneliti Terbaik Program Studi Kimia UII akreditasi UnggulDosen Kimia UII Masuk Dalam Daftar 500 Peneliti Terbaik Scroll to top Scroll to top Scroll to top