• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Agar Bisnis Siap Menghadapi Krisis
Berita Kegiatan

Agar Bisnis Siap Menghadapi Krisis

Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) UII menyelenggarakan acara Growth Talk Online “NgoBraS” dengan tema “Tips dan Trik Mengembalikan Bisnis Ketika Menghadapi Krisis” secara daring belum lama ini. Acara tersebut menghadirkan Nanang Syaifurrozy selaku owner Rumah Warna dan Laksono Wahyu Nino sebagai owner Villa Crepes.

Nanang menyampaikan beberapa faktor mengapa seseorang berbisnis. Faktor yang pertama tentu saja adalah faktor keuangan. Berbisnis karena finansial adalah bisnis yang dilakukan untuk mendapatkan materi semisal ingin membeli mobil, motor, atau gawai yang baru. Selanjutnya, orang juga berbisnis karena faktor kedua yakni emosional.

“Biasanya orang yang faktor berbisnis karena faktor tersebut berjuang lebih. Misalnya karena sebuah wibawa pernah ditolak di suatu perusahaan, atau karena dihina dalam orang lain dalam segala hal. Orang-orang tersebut juga biasanya mati-matian berangkat dari tekad awal faktor emosional dalam bisnis dan juga memungkinkan lebih tahan banting”, tegasnya.

Faktor yang ketiga adalah faktor spiritual. Sebagai seorang muslim menurutnya pebisnis harus berada dalam faktor spiritual, sebagai motivasi tertinggi. “Ukuran sukses bisnis dari faktor spiritual bukan lah duniawi saja dalam harta. Tujuannya juga tidak hanya memperbanyak harta melainkan kebermanfaatan bagi orang lain dari bisnis yang dilakukan”, pesannya.

Ia berpesan bahwa keberkahan menjadi tolok ukur keberhasilan dalam berbisnis yang akan menambah ketaatan diri. Yang dikejar juga bukan seberapa banyak yang didapat tapi kelapangan dan ketenangan hati.

Nanang menceritakan pengalamannya ketika di awal pandemi yang bisnisnya anjlok sekitar 80%. Ia tidak menyerah dan terus berprasangka baik terhadap Allah. Tanpa disangka dari percobaan bisnisnya dengan membuat face shield ia malah memperoleh orderan yang membludak dan menutupi dari kerugian yang sebelumnya.

Ia pun menambahkan kiat-kiat untuk menghadapi krisis dalam berbisnis dengan tetap berpegang teguh dalam ketaatan secara spiritual. Ikhtiar juga harus dilakukan secara maksimal agar mengimbangi di bidang duniawi. Suatu yang kecil dan sepele tapi kalau Allah SWT ridho maka akan dimudahkan dan dilancarkan dalam segala hal. Allah akan mendatangkan rezeki yang tidak disangka- sangka.

Sementara itu, Laksono selaku narasumber kedua menuturkan pentingnya introspeksi terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Jangan sampai takabur dan merasa diri sendiri yang paling mampu melakukan segalanya. Sebab sifat takabur menjadi salah satu penghambat datangnya rizki.

“Misalnya kurang jujur terhadap pelanggan, tidak amanah dengan kerjaan, dan akad yang belum sesuai syariat. Akad yang tidak boleh ya jangan dilakukan walaupun keuntungan menggiurkan tetap berpegang teguh terhadap syariat yang ada. Intropeksi menjadi salah satu kunci untuk menghadapi krisis dalam berbisnis. Jangan lupa untuk selalu bersabar dan bertaqwa dalam menghadapi bisnis yang sedang mengalami krisis”, pungkasnya. (HN/ESP)

29 September 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/market-behavior-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-09-29 11:28:192020-09-29 11:30:25Agar Bisnis Siap Menghadapi Krisis

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menumbuhkan Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan Link to: Menumbuhkan Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan Menumbuhkan Nilai Kebangsaan dan KebhinekaanPernyataan Sikap UII Link to: Memaknai Arti Ekonom Ulil Albab Link to: Memaknai Arti Ekonom Ulil Albab Memaknai Arti Ekonom Ulil Albab Scroll to top Scroll to top Scroll to top