• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik
Berita Kegiatan

Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik

Rakyat memiliki hak dalam memilih wakil-wakilnya untuk duduk di badan-badan perwakilan rakyat. Proses tersebut tergambar lewat pemilu. Bagi calon wakil rakyat yang duduk di parlemen, integritas merupakan nilai penting yang menjadi tolak ukur kepercayaan rakyat. Di samping itu, dibutuhkan juga karakter sebagai kunci utama menjadi seorang pemimpin sukses. Kedua hal itu merupakan kunci ketika memasuki dunia politik dan kepemimpinan.

Hal tersebut dikemukakan alumni Fakultas Hukum UII yang menjabat sebagai anggota DPR RI Dr. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, S.H., LL.M. Ia menyampaikannya ketika menjadi pembicara Webinar Nasional : Drama Panggung Politik Indonesia yang dihelat oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) belum lama ini secara daring. Kegiatan ini merupakan rangkaian POLA UII 2020 (Politik dan Advokasi). Turut hadir Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan, Prof. Dr. Salim Haji Said, MA., MAIA. Jalannya diskusi dipandu oleh alumni FH UII yang saat ini sebagai News Anchor & Producer Net, Tomy Ristanto.

Muhammad Rifqinizamy melanjutkan, politik selalu bersifat dinamis. Setiap ideologi itu mencari celah dan jalannya masing-masing. Ia juga memiliki strategi masing-masing untuk mewujudkan pandangan politik dan ideologinya. Menurutnya, bersekutu dengan rakyat merupakan strategi paling ampuh untuk seseorang masuk ke dalam dunia politik.

“Kita harus tahu selera masyarakat yang akan mendukung kita itu apa?, kalau kebutuhan masyarakat kita di bidang keagamaan, anda pastikan keberadaan anda sebagai politisi itu bisa memperkuat basis masyarakat anda di bidang keagamaan. Tapi sebagai anggota DPR RI saya bisa membawa rencana pembangunan melalui APBN, saya hajatkan itu dan masyarakat di daerah saya senang,” ucapnya.

Menurut pengalamannya selama menjadi anggota legislatif, masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Dari sanalah kepercayaan akan dibangun dan karakter seorang pemimpin lah yang menentukan kesuksesan atau kegagalan kepemimpinannya.

Pembicara lainnya, Prof. Dr. Salim Haji Said, mengemukakan bahwa para ahli ilmu politik menyebut sistem politik negara Indonesia ini adalah oligarki dan berbeda dengan sistem politik orde baru, yaitu diktator. Konsekuensi dari adanya perwujudan demokrasi adalah kebebasan warga negara menyatakan pendapat di muka umum. Berbeda dengan bentuk pemerintahan negara otoriter bercirikan adanya penekanan kekuasaan.

“Kalau anda mau demokrasi, konsekuensinya ramai riuh, karena orang bebas menyatakan pendapat. Kalau anda mau tenang cari pemerintahan yang otoriter, yang mengatur semuanya,” imbuhnya.

Prof. Salim menambahkan, Istilah oligarki di Indonesia saat ini disamakan dengan  kekuatan bermacam-macam. Hal ini berbeda apabila dibandingkan dengan kepemimpinan mantan presiden republik Indonesia kedua, Presiden Soeharto yang otoriter. Kekuasaan seperti inilah yang sering kali diperbincangkan, termasuk isu oligarki politik maupun ekonomi serta munculnya kebijakan-kebijakan politik dan publik yang dihasilkan oleh institusi-institusi resmi negara.

Di sisi lain, Prof. Salim mengucapkan politik di mata masyarakat saat ini dapat dilihat dari pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang masih mengandung banyak polemik dengan penolakannya yang masif. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil memobilisasi partai-partai untuk mendukung rencana dalam mewujudkan Undang-Undang Cipta Kerja, fakta ini menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap partai-partai merosot. Terlebih lagi beredar suara ketidakpercayaan terhadap Mahkamah Konstitusi, seperti kurangnya kepercayaan terhadap KPK setelah diubah-ubah disesuaikan Undang-Undang yang mengatur KPK.

“Ini masalah yang dihadapi pemerintah dan partai-partai pendukung pemerintah, apa itu?, kalau dilihat oleh masyarakat bahwa beban kepada masyarakat, itu didukung oleh rekayasa yang dilakukan pemerintah dalam mengatur negara. Itu persoalan yang saat ini kita hadapi,” tutupnya. (HA/ESP)

25 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/08/ae-priyono-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-25 11:20:232020-11-25 11:22:17Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menguatkan Ketahanan Keluarga Link to: Menguatkan Ketahanan Keluarga Menguatkan Ketahanan Keluarga Link to: Mazhab Media Sosial Politisi Link to: Mazhab Media Sosial Politisi Mazhab Media Sosial Politisi Scroll to top Scroll to top Scroll to top