• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Menguatkan Ketahanan Keluarga
Pojok Rektor

Menguatkan Ketahanan Keluarga

Kita semua bermula dari keluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama kita sebelum banyak bersentuhan dengan dunia luar. Ibu dan Bapak kita yang mulia adalah gurunya. Saudara-saudara kita adalah para penyemangat yang membentuk sistem pendukung.

Kualitas keluarga sangat menentukan dalam membentuk kita. Keluarga adalah tempat untuk tumbuh bersama.

Lirik lagu Keluarga Cemara, satu dari sedikit sinetron bermutu yang tayang di layar kaca di pertengahan 1990an, sangat mewakili perspektif ini.

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Karenanya, menjaga kualitas keluarga menjadi sangat penting, sebagai tempat persemaian benih-benih baik, nilai fitrah dari manusia. Agama Islam, misalnya, berpesan kepada setiap kita untuk menjaga diri dan keluarga dalam satu paket, dari siksa api neraka. Dari kacamata operasional, ini berarti menjaga diri dan anggota keluarga menjadi orang baik secara konsisten. Keluarga yang terbina dengan baik akan memberikan ketentraman.

Apakah mudah? Tidak selalu. Iktiar terbaik harus selalu diupayakan, termasuk dengan selalu memperbanyak bekal.

Sekola, Sekolah Online Ketahanan Keluarga, merupakan sebuah ikhtiar untuk itu. Sekola akan mendiskusikan beragam perspektif untuk penguatan ketahanan keluarga. Konteks yang berubah dengan cepat, tak jarang menjadikan pendekatan lampau menjadi perlu dikalibrasi, untuk disesuaikan dengan kebutuhan mutakhir.

Saya ingin berbagi perspektif hasil refleksi dari seorang pelaku, yang sudah menjadi anak selama hampir dari 46 tahun dan sudah berkeluarga selama 22 tahun yang diperkaya dengan rekaman beragam cerita para guru dan senior yang sudah berhasil membina keluarga dengan baik dalam waktu yang lebih lama.

Paling tidak ada delapan kiat yang bisa digunakan untuk menguatkan ketahanan keluarga. Tentu daftar kiat ini dapat dibuat lebih panjang. Terlihat ringan disampaikan, tetapi tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten.

Pertama, kelola emosi. Emosi atau nafsu amarah anggota keluarga yang tak terkendali tidak jarang menjadikan kedamaian keluarga terancam. Karenanya, emosi harus dikelola dengan bijak. Jika dibutuhkan, ada saatnya untuk melonggarkan ruang toleransi tanpa melanggar norma dan ajaran agama.

Kedua, eratkan hubungan. Hubungan dapat dieratkan dengan jalinan komunikasi yang sehat. Ada kejujuran, kenyamanan, dan nilai-nilai baik di sana. Suasana saling menghormati dalam menjalankan peran masing-masing sangatlah penting. Hal-hal kecil yang dijalankan secara istikamah, tak jarang sangat membantu dalam mengeratkan hubungan.

Ketiga, luruskan niat. Bingkai dengan niat suci. Berkeluarga adalah perintah agama. Mendidikan anak juga demikian. Jika bingkai ini selalu dijadikan dasar, insyaallah, bahan bakar ketahanan keluarga akan lestari langgeng dan penuh makna.

Keempat, upayakan moderasi. Setiap anggota keluarga adalah manusia yang mempunyai aspirasi. Aspirasi tersebut sangat mungkin beragam. Mencari titik temu yang pas akan sangat membantu kerekatan keluarga.

Kelima, atur stres. Manusia hidup pasti mengalami tekanan atau stres, karena inilah yang mendinamisasi hidup. Stres perlu dikelola, sehingga tidak sampai mencapai ambang batas yang dapat merusak kebahagiaan keluarga. Ada kalanya mengelola ekspektasi atas setiap anggota keluarga akan sangat membantu.

Keenam, rayakan kebersamaan. Keluarga adalah soal kebersamaan. Upayakan untuk menciptakan dan menikmati setiap momen kebersamaan keluarga. Untuk saat ini, ketika waktu semua anggota keluarga penuh dengan beragam kegiatan, kebersamaan menjadi kesempatan mewah yang patut selalu dirayakan.

Ketujuh, gaungkan pesan positif. Hiasi keluarga dengan pesan-pesan positif termasuk lantunan Kitab Suci. Saat ini, paparan informasi sulit dibendung. Tidak semua informasi tersebut benar dan mengandung manfaat. Penggaungan pesan positif akan menjadikan semua anggota keluarga mempunyai sensitivitas dan ketahanan informasi, sehingga tidak mudah termakan hoaks dan terlibat dalam praktik perundungan dan penyebaran ujaran kebencian.

Kedelapan, asah kepercayaan. Ketenangan diri tidak mungkin tercipta ketika rasa curiga selalu ada. Latih untuk percaya kepada setiap anggota keluarga: saling mempercayai dan saling dapat dipercaya. Khusus untuk anak-anak, orang tua harus selalu dekat, tetapi dengan tetap menjaga jarak nyaman.

Kita ulang kedelapan kiat di atas: kelola emosi, eratkan hubungan, luruskan niat, upayakan moderasi, atur stres, rayakan kebersamaan, gaungkan pesan positif, dan asah kepercayaan. Semuanya bisa diringkas dalam satu singkatan: KELUARGA.

Semoga penguatan ketahanan keluarga, bisa menjadi ikhtiar untuk menghasilkan generasi penerus yang kuat seperti perintah agama. Allah berfirman, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An-Nisa 9).

Semoga Allah memudahkan kita dalam membina keluarga dan mendidik generasi penerus yang kuat dalam hal akidah, ibadah, ilmu, dan ekonominya.

Sambutan dalam pembukaan Sekola, Sekolah Online Ketahanan Keluarga, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender Universitas Islam Indonesia, mulai 24 November sampai dengan 22 Desember 2020.

24 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/ketahanankeluarga.jpg 1000 1500 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png 9852301022020-11-24 21:04:042020-11-24 21:04:04Menguatkan Ketahanan Keluarga

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Dosen UII Masuk Top 2% World Ranking Scientists Link to: Dosen UII Masuk Top 2% World Ranking Scientists Dosen UII Masuk Top 2% World Ranking Scientists Link to: Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik Link to: Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik Memupuk Integritas dan Karakter Sebagai Etika Berpolitik Scroll to top Scroll to top Scroll to top