• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Milenial Jangan Apatis dengan Pilkada
Berita Kegiatan, Pilihan

Milenial Jangan Apatis dengan Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY dan Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama mengadakan webinar “Pilkada dan Partisipasi Politik Kaum Millennial” pada Kamis (26/11). Webinar bagian dari agenda KPU Goes to Campus ini bertujuan meningkatkan partisipasi politik kaum milenial dalam pilkada mendatang. Narasumber acara ini di antaranya Dr. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII, Dr.rer.soc Masduki, MA, M,Si. selaku dosen Ilmu Komunikasi UII, dan Siti Ghoniyatun sebagai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU DIY.

Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Fathul Wahid, Ph.D. dalam sambutannya mengatakan partisipasi politik sangat penting karena akan menentukan masa depan daerah atau wilayah negara dengan jalan memilih calon pengambil kebijakan yang tepat. Menurutnya, pilkada merupakan salah satu cara untuk terlibat dalam hak partisipasi politik.

“Partisipasi politik perlu dibingkai dalam makna yang lebih luas tidak hanya ketika memilih di acara pilkada saja. Kontrak dan janji dari wakil rakyat atau pemerintahan biasanya luput dari kaum milenial dan perlu dikawal”, ungkapnya.

Fathul mencontohkan lima tahun lalu sempat bertemu dengan Hayati Indah Putri sebagai pengawas Wiki DPR. Dari diskusi singkat dengan sosok tersebut, ia tertarik dengan apa yang dijalankan Hayati Indah Putri.

“Upaya Hayati mengawal DPR dengan cara yang sangat menarik. Selain mengingatkan publik siapa yang sudah dipilih tapi juga setiap hari mengikuti hampir semua sidang dan mencuitkan di Twitter apa yang dibicarakan di DPR. Tujuannya adalah apa yang dijanjikan oleh DPR dulu bukanlah omongan kosong. Pengambilan keputusan setelah reformasi sudah melibatkan kanal publik untuk beropini dan menyampaikan aspirasi sudah terbuka untuk mempengaruhi kebijakan yang akan diambil”, ujarnya.

Sementara itu, Rohidin menyampaikan bahwa pilkada serentak merupakan cara untuk menciptakan local responsiveness.  Hasil pilkada harus mampu menghantarkan masyarakat dengan kondisi sosial yang lebih baik serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat terutama kaum milenial. “Pilkada yang baik akan melahirkan pemerintah yang baik. Pilkada yang diselenggarakan secara profesional akan menampakkan dampak yang nyata dalam politik”, pesannya. Rohidin menambahkan mahasiswa berperan penting sebagai seorang yang dapat memberikan perubahan tanpa terjun langsung ke dalam politik praktis. Mahasiswa sangat mudah untuk mempengaruhi masyarakat karena merupakan aktor kemajuan negeri sekaligus pengawal demokrasi.

Sedangkan Masduki menambahkan pentingnya literasi informasi pada pilkada 2020 untuk menangkal hoax. Kemampuan literasi informasi adalah kemampuan mengevaluasi informasi di dunia digital yang kemudian dieksekusi di kehidupan nyata. Literasi tersebut meliputi tiga aspek yakni pengetahuan dasar (knowledge), kemampuan (skill) agar mampu melakukan navigasi bagaimana cara teknis, dan nilai (value) atau nilai-nilai demokrasi.

Adapun Siti Ghoniyah meyakinkan pilkada tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Semua pemilih diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Pemilih dilarang membawa anak-anak di bawah umur ke tempat pemilihan. 15 hal baru di TPS adalah terbatas 500 pemilih, peraturan kedatangan, tidak bersalaman, sarung tangan, pelindung wajah, cek suhu tubuh, disinfeksi TPS, KPPS sehat, tissue kering, alat tulis sendiri, bilik khusus, mencuci tangan, masker, dilarang berdekatan, tinta pemilu yang biasanya celup juga diganti dengan tinta tetes. (HN/ESP)

27 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/11/pexels-element-digital-1550337.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-27 14:20:072020-12-01 14:23:27Milenial Jangan Apatis dengan Pilkada

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Link to: Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Link to: Zaskia Adya Mecca Ajak Perempuan Gerakkan UMKM Link to: Zaskia Adya Mecca Ajak Perempuan Gerakkan UMKM Zaskia Adya Mecca Ajak Perempuan Gerakkan UMKM Scroll to top Scroll to top Scroll to top