• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pandemi Picu Ketidakstabilan Politik dan Ekonomi
Berita Kegiatan, Covid19

Pandemi Picu Ketidakstabilan Politik dan Ekonomi

Program studi (prodi) Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (HI UII) menggelar Sarasehan Webinar Islam & the Pandemic pada Sabtu (20/2). Acara bertemakan “Socio-Political, Economic Challenge & Opportunity” ini menghadirkan empat pembicara yaitu Dr. Heba Raouf Ezzat dari Turki, Prof. Danial Mohd Yusof dari Malaysia, Dr. Farhan Mujahid Chak dari Qatar, dan Priyonggo Suseno S.E., M.Sc, seorang dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII. Penyelenggaraan acara juga bekerjasama dengan Lembaga Budaya Embun Kalimasada, Yayasan Badan Wakaf UII.

Heba membuka diskusi dengan menyebutkan istilah Post Normal Times yang digagas oleh Ziauddin Sardar. Istilah ini merujuk pada waktu dimana manusia berusaha berjuang di tengah kompleksitas perubahan teknologi, kecepatan, dan perubahan zaman dengan segala penemuan dan perubahan baru.

“Sedangkan new normal atau normal baru sebenarnya untuk mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang masih belum kita ketahui, memaksa untuk menerima setiap prosedur yang akan diambil, dan menganggap ini sebagai situasi baru”, ungkapnya.

Menurutnya, ada begitu banyak tantangan politik dan sosial selama pandemi. Sebagai contoh negara berusaha memperkuat otoritas dan kedaulatannya saat krisis. Menghadapi tantangan tersebut, masyarakat sipil di banyak negara mencoba melawan terhadap kontrol ekstra yang diberlakukan oleh pemerintah. Negara mencoba untuk memaksakan kontrol akses kepada masyarakat, sehingga masyarakat ingin menolak operasi negara dengan solidaritas antara aktor global dan masyarakat sipil.

Sementara itu, Priyonggo Suseno lebih mengamati kemerosotan ekonomi sebagai dampak dari pandemi. Di antara banyaknya negara Islam yang yang berhasil keluar dari krisis ekonomi yaitu Bangladesh dan Benin. Ia menyarankan agar lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi kedua negara tersebut karena dapat memberikan pelajaran dari negara-negara muslim untuk menghadapi perubahan pasca pandemi.

Sedangkan Danial juga menambahkan dilema pelik yang dihadapi saat pandemi yaitu prioritas perawatan kesehatan masyarakat dan kegiatan ekonomi yang harus tetap berjalan untuk menjaga kestabilan. Menurutnya, pandemi mempengaruhi masyarakat di seluruh negara dunia dengan cara yang negatif.

Namun ia meyakini dalam jangka panjang hal ini akan menjadi katalisator untuk kemajuan besar dalam bidang medis, kesehatan, ekonomi, dan sebagainya. Selain itu, kesehatan mental saat pandemi juga yang perlu diperhatikan sebagai tantangan baru yang menuntut pemerintah untuk mengembangkan sistem pendukung psikologis masyarakat.

“Man is born free and everywhere is found in chains,” itulah kutipan Jean Rousseau sebagai penutup yang disebutkan oleh Farhan Chak. Ia mengkhawatirkan situasi yang semakin hari terlihat semakin radikal. (MRS/ESP)

22 Februari 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Sarasehan-Webinar-Islam-the-Pandemic.png 450 811 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-02-22 23:35:372021-02-23 10:21:44Pandemi Picu Ketidakstabilan Politik dan Ekonomi

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengkaji Pemikiran Linda Zagzebski tentang Epistemologi dan Pendidikan Karakter Link to: Mengkaji Pemikiran Linda Zagzebski tentang Epistemologi dan Pendidikan Karakter Mengkaji Pemikiran Linda Zagzebski tentang Epistemologi dan Pendidikan Kara... Link to: Dua Mahasiswa UII Ikuti Program Double Degree ke Korea Selatan Link to: Dua Mahasiswa UII Ikuti Program Double Degree ke Korea Selatan Dua Mahasiswa UII Ikuti Program Double Degree ke Korea Selatan Scroll to top Scroll to top Scroll to top