• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pengobatan Islam dan Nanomedicine Untuk Memerangi Covid-19
Berita Kegiatan, Covid19

Pengobatan Islam dan Nanomedicine Untuk Memerangi Covid-19

covid-19

Di samping vaksinasi, terapi pengobatan yang efektif memerangi virus covid-19 masih menjadi kajian penelitian berbagai ilmuwan. Tantangan pertama adalah mengembangkan obat antivirus yang secara efektif menghentikan replikasi virus setelah masuk ke dalam tubuh manusia. Sasaran dalam pengembangan obat antivirus termasuk protein reseptor yang mengikat virus, enzim, dan protein yang terlibat dalam pelepasan, pelepasan virus atau pelepasan isinya. Fakta yang terkenal, perkembangan auto-resistance (imunitas) adalah jawaban akhir untuk penyembuhan akhir penyakit virus yang memasuki sistem manusia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Farmasi UII, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si beberapa waktu lalu di UII dalam sebuah pidato ilmiah. Menurutnya, terdapat dua strategi potensial telah digunakan untuk penyakit terkait virus corona yaitu obat antivirus spektrum luas dan penemuan obat anti-Cov.

“Strategi pertama memiliki kemungkinan manfaat jika sifat farmakokinetik dan farmakodinamik obat diketahui secara rinci. Sedangkan yang kedua, bertujuan untuk mengembagkan agen spesifik berdasarkan pemahaman genomik dan biologis masing-masing Cov,” imbuhnya.

“Pengobatan alami digunakan oleh sekitar 80 persen populasi dunia, terutama di negara berkembang. Produk alami yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadist telah menarik perhatian ahli botani, ahli biokimia dan farmakognosi. Tiga jenis tanaman sangat potensial untuk dikembangakan sebagai pengobatan Covid-19 yaitu jahe, propolis (produk dari lebah) dan jintan hitam (habbatussauda),” jelasnya.

Yandi Syukri  menyebutkan, Zingiber officinale Roscoe yang dikenal sebagai jahe dijadikan sebagai penghambat masuk SARS-Cov-2 dan dijadikan sebagai suplemen yang aman dan andal untuk memitigasi Covid-19. Jahe mampu mengurangi infektivitas karena memiliki aktivitas antibakteri dan pendorong imunitas. Jahe juga memiliki aktivitas pengikat efektif yang luar biasa dengan ACE2 dalam hal score docking dibandingkan dengan Chloroquine. Sehingga, menjadikan jahe sebagai suplemen peningkat kekebalan alami sebagai bahan penyusun formulasi herbal yang direkomendasikan oleh Badan POM. 

Selain jahe, propolis (lem lebah) yang mengandung Quercetin dan turunannya juga dinilai mampu menghambat SARS-Cov-1, dan protas utama MERS-Cov secara in vitro. Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) di dalam propolis berguna sebagai senyawa untuk menghentikan atau menghambat fibrosis akibat virus corona di paru-paru. 

Terakhir, jintan hitam mengandung beberapa senyawa yang akan menjadi kandidat herbal potensial untuk mengobati pasien. Tanaman ini setelah dikaji juga memiliki khasiat anti-hipertensi, anti-obesitas, anti-diabetes, anti-hiperlipidemik, anti-ulkus, dan antineoplastic yang akan membantu pasien Covid-19 dengan kondisi komorbiditas dan konstituen aktifnya termasuk nigellidine dan ahederin telah diidentifikasi sebagai penghambat potensial SARS Cov-2. 

Yandi Syukri menyampaikan, bahwa para ahli percaya bahwa solusi untuk mengurangi wabah Covid-19 bisa terletak pada nanomedicine. Nanoteknologi telah terbukti meningkatkan diagnostik perlindungan dan terapi pada infeksi virus. “UII Nanopharmacy Research Centre saat ini mulai fokus untuk mengembangkan produk obat dari bahan alam menjadi nanopartikel atau yang dikenal sebagai nanoherbal. Tiga platform teknologi nanopartikel yang dikembangkan yaitu Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS), Nanopartikel Logam, dan Polymeric Nanoparticle,” pungkasnya. (HA/ESP)

15 Maret 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/covid-19-UII-avigan-klorokuin.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-03-15 14:36:042021-08-12 14:40:59Pengobatan Islam dan Nanomedicine Untuk Memerangi Covid-19

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Empat Kiat Agar Bisnis Berkembang di Era Pandemi Link to: Empat Kiat Agar Bisnis Berkembang di Era Pandemi Empat Kiat Agar Bisnis Berkembang di Era Pandemi Link to: UII Meresmikan Pendirian Pusat Studi Tafaquh Link to: UII Meresmikan Pendirian Pusat Studi Tafaquh UII Meresmikan Pendirian Pusat Studi Tafaquh Scroll to top Scroll to top Scroll to top