• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Lingkungan Lestari untuk Eksistensi Manusia
Pojok Rektor

Lingkungan Lestari untuk Eksistensi Manusia

Selamat atas amanah baru, jabatan profesor, untuk Prof. Widodo Brontowiyono. Beliau adalah profesor ke-27 yang lahir dari rahim Universitas Islam Indonesia (UII). Saat ini, alhamdulillah, proporsi dosen UII yang menjadi profesor adalah 3,4%.

Jika hari ini, cacah profesor di LLDikti wilayah V berjumlah 139 orang, maka UII menjadi rumah bagi 19,4% di antaranya. Masih belum tinggi, tetapi insyaallah sudah lumayan. Mari kita syukuri bersama.

Karena Prof. Widodo Brontowiyono, sahabat kita ini berasal dari disiplin teknik lingkungan, maka izinkan saya mengisi sambutan mangayubagya ini dengan isu lingkungan.

 

Perubahan iklim

Salah satu isu global yang menjadi perhatian banyak negara adalah perubahan iklim. Di sana ada perubahan cuaca yang mempengaruhi produksi pangan sampai pada kenaikan permukaan air laut yang meningkatkan risiko banjir. Dampak perubahan iklim sangat dahsyat dan berskala global.

Apa penyebabnya?

Yang paling banyak disebut adalah adalah gas rumahkaca (greenhouse gas), yaitu gas yang menjebak panas di atmosfer bumi. Di sebut dengan greenhouse gas karena dia menyerap radiasi inframerah dari matahari dalam bentuk panas, yang disirkulasikan di atmosfer sebelum hilang di angkasa.

Gas rumahkaca ini mungkin berada di atmosfer dalam waktu beberapa tahun atau bahkan ribuan tahun. Gas inilah yang membuat “selimut” bumi semakin tebal sehingga menjadikan suhu di bumi menghangat.

Bayangkan seperti ketika memakai selimut ketika udara dingin. Yang menghangatkan kita, salah satunya, adalah karena panas yang dikeluarkan tubuh kita ditahan oleh selimut, selain udara dingin dari luar yang tidak menembus selimut.

 

Dampak pemanasan global

Salah satu kontributor utama gas rumahkaca adalah emisi karbon dioksida (CO2). Gas ini merupakan akibat aktivitas manusia. Termasuk di antaranya, akibat pembakaran bahan bakar fosil baik dalam transportasi, produksi listrik, beragam industri, maupun perubahan fungsi lahan atau berkurangnya luasan hutan.

Memang pandemi membuat emisi gas ini menurun drastis akibat berkurangnya aktivitas manusia, tetapi sayangnya, kabar baik ini hanya bersifat sementara.

Di sini, peran manusia dalam konteks ini sangat nyata, baik dalam menjaga atau merusak ekosistem lingkungan. Bahkan dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals), empat di antaranya yang sangat erat terkait dengan lingkungan, termasuk kehidupan di bawah air, kehidupan di atas tanah, aksi terkait iklim, dan air bersih dan sanitasi.

Mari kita lihat beberapa ilustrasi berikut. Komitmen dunia adalah menjaga pemanasan global tetap di bawah 2 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu bumi sebelum era industrial. Sebagai gambaran, sejak 1880 sampai 2012, rata-rata suhu global sudah menaik 0,85 derajat Celcius.

Selama satu abad lebih, dari 1901 sampai 2010, permukaan air laut global rata-rata bertambah 19 cm karena pemanasan global dan melelehnya es di kutub. Berdasarkan data lampau, diramalkan pada waktu mendatang, kenaikan permukaan air laut bertambah menjadi 24-30 cm pada 2065 dan 40-63 cm pada 2100.

Kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan daratan yang dihuni manusia di waktu mendatang jika perubahan ini tidak dimitigasi.

 

Waktunya bertindak

Semuanya ini memberikan gambaran nyata dampak dari perubahan iklim, di mana kontribusi kita, manusia, sangat nyata. Dan, yang bisa menyelamatkannya, adalah juga kita, manusia.

Inilah saatnya untuk bertindak secara kolektif. Tentu, kita semua berharap untuk mampu berkontribusi secara optimal dalam gerakan global ini. Ini adalah gerakan untuk menjaga eksistensi manusia.

Kepada Prof Widodo Brontowiyono sebagai ahlinya, tidak berlebihan jika kita semua juga menginginkan Beliau berkenan menjadi gerbong yang berada di garda terdepan. Juga, menjadi muazin yang melantangkan pesan kepedulian kepada kelestarian lingkungan, untuk menjadikan kita terus sadar dan waspada.

Sekali lagi, melestarikan lingkungan adalah ikhtiar menjaga eksistensi manusia.

Semoga Allah memudahkan kita semua.

Sambutan pada acara serah terima surat keputusan kenaikan jabatan akademik profesor atas nama Prof. Widodo Brontowiyono di Universitas Islam Indonesia pada 11 Oktober 2022.

11 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Eksistensi-manusia.jpg 1333 2000 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022022-10-11 11:37:022022-10-13 07:42:53Lingkungan Lestari untuk Eksistensi Manusia

Berita Terakhir

  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pameran Fotografi UII, Bersahabat dan Berkhidmat dengan Merapi Link to: Pameran Fotografi UII, Bersahabat dan Berkhidmat dengan Merapi Pameran Fotografi UII, Bersahabat dan Berkhidmat dengan Merapi Link to: Widodo Brontowiyono, Guru Besar Pertama di Jurusan Teknik Lingkungan UII Link to: Widodo Brontowiyono, Guru Besar Pertama di Jurusan Teknik Lingkungan UII Widodo Brontowiyono, Guru Besar Pertama di Jurusan Teknik Lingkungan UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top