• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Indeks Berita2 / Berita Kegiatan3 / Antisipasi Industri Farmasi Hadapi Resesi Ekonomi Global
Berita Kegiatan

Antisipasi Industri Farmasi Hadapi Resesi Ekonomi Global

Prediksi terjadinya resesi ekonomi global dinilai dapat berdampak pada industri farmasi. Menyikapi hal tersebut, Program Studi Magister Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Webinar Nasional Lecturer Series. Webinar diadakan secara hybrid via platform Zoom Meeting dan luring di lantai 1 Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII pada Minggu (23/10). Pembicara yang hadir yakni Dr. Firman Pribadi, M.Si, seorang pakar ilmu ekonomi sebagai narasumber. Turut hadir Sekretaris Program Studi Farmasi apt. Suci Hanifah, S.F., M.Si., Ph.D., untuk mengisi sambutan sekaligus membuka acara webinar Farmasi tersebut.

apt. Suci Hanifah dalam sambutannya berharap acara tersebut dapat diadakan secara berkelanjutan. Lebih lanjut, apt. Suci Hanifah mengatakan bahwa salah satu aspek penting dalam dunia kesehatan adalah obat, sehingga perlu untuk mengkaji perkembangan harga obat-obatan di level global. “Mudah-mudahan kegiatan webinar ini nantinya akan menjadi kegiatan yang bermanfaat ya untuk kita semua karena saya kira kita semua sudah memahami, sudah meyakini bahwa pembiayaan perawatan kesehatan ini memang menduduki proporsi yang paling banyak itu diduduki oleh penggunaan obat ya, biaya obat”, sambungnya.

Terakhir, apt. Suci Hanifah yakin jika pengkajian farmakoekonomi adalah salah satu hal yang penting demi memaksimalkan potensi dalam dunia farmasi. “Saya kira topik farmakoekonomi ini topik yang signifikan yang penting untuk kemudian selalu dikaji ya demi kepentingan layanan kesehatan yang senantiasa lebih baik, lebih optimal, dan lebih efisien ya. Selamat mengikuti kegiatan webinar, mudah-mudahan kita semuanya akan dijadikan sebagai orang-orang yang ahli ilmu ya di majelis ilmu ini”, tandasnya.

Sementara Dr. Firman Pribadi, M.Si dalam paparannya menganalogikan bahwa pemaksimalan strategi dan birokrasi dapat menyelamatkan sebuah organisasi atau instansi dalam keadaan apapun. “Jika organisasi bisa secara efektif mengelola perubahan secara berkelanjutan mengadaptasikan dengan birokrasi mereka, strategi, sistem, produk jasa, dan budayanya. Maka mereka bisa bertahan terhadap kejutan yang bisa mematikan yang lain”, paparnya.

Ia menambahkan personal directly involve adalah salah satu metode pengumpulan data berdasarkan adanya keterlibatan langsung secara personal. “Jadi masalah biasanya bagi mahasiswa adalah mengumpulkan data, mencari sumber data, jadi sumber data itu bisa kalau di contohnya kalau di rumah sakit, di lingkungan kesehatan itu bisa antara pasien, konsumer, dokter, perawat, dan seterusnya, nah ini personal directly involve”, terangnya.

Ia juga menerangkan bahwa apoteker adalah salah satu aspek yang penting dalam masyarakat. “Bukti menunjukkan bahwa kontribusi apoteker sebagai elemen perawatan kesehatan penting dalam praktek keperawatan primer. Lalu inisiatif untuk mempekerjakan apoteker yang disebut sebagai apoteker perawatan primer di lingkungan puskesmas dan juga alat apotek komunitas yang terafiliasi atau dikontrak oleh JKN telah memungkinkan apoteker untuk bekerja sama dengan penyedia perawatan primer lainnya”, imbuhnya.

Terakhir,  Dr. Firman Pribadi menyampaikan bahwa era farmasi dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro. “Faktor ekonomi makro yang mempengaruhi era farmasi dalam penelitiannya adalah kemajuan teknologi dan komunikasi, lingkungan baru, meningkatkan biaya pengembangan obat, meningkatkan faktor resiko desentralisasi dan isu pemalsuan, lalu kebutuhan baru dari pasar negara berkembang dalam populasi global yang meluas”, tandasnya. (JR/ESP)

24 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Antisipasi-Industri-Farmasi-Hadapi-Resesi-Ekonomi-Global.jpg 450 687 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2022-10-24 11:08:002022-10-26 11:13:24Antisipasi Industri Farmasi Hadapi Resesi Ekonomi Global

Berita Terakhir

  • UII Dorong Produktivitas Publikasi Ilmiah Melalui Pelatihan Pemanfaatan Agentic AI
  • Hadirkan Teknologi LC-MS/MS Mutakhir, UII Gelar Workshop dan Resmikan Kolaborasi Industri
  • CILACS UII Jadi Rujukan UM Gresik dalam Pengembangan Tes Kompetensi Bahasa Arab
  • Seameo Biotrop Perkuat Kolaborasi Regional Untuk Mendorong Implementasi Circular Economy Melalui Pendidikan Dan Inovasi
  • UII Lantik Dekan dan Wakil Dekan Periode 2026–2030, Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Adaptasi Zaman

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kerja Keras dan Dedikasi Hantarkan Prof. Is Fatimah Raih Top 2% World Ranking Scientists Link to: Kerja Keras dan Dedikasi Hantarkan Prof. Is Fatimah Raih Top 2% World Ranking Scientists Kerja Keras dan Dedikasi Hantarkan Prof. Is Fatimah Raih Top 2% World Ranking... Link to: UII Perkuat Konsolidasi Internasionalisasi Universitas Link to: UII Perkuat Konsolidasi Internasionalisasi Universitas UII Perkuat Konsolidasi Internasionalisasi Universitas Scroll to top Scroll to top Scroll to top