• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Peran Perguruan Tinggi Islam Mempertahankan Keamanan di Era Digital
Berita Kegiatan, Pilihan

Peran Perguruan Tinggi Islam Mempertahankan Keamanan di Era Digital

Musyawarah Nasional (Munas) XIII Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS) yang digelar di Universitas Islam Indonesia (UII) pada 8-9 Maret 2023 menghadirkan isu-isu aktual. Salah satunya yakni peran perguruan tinggi Islam dalam mempertahankan keamanan di era digital. Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H., S.U. pada Rabu (08/03) di Auditorium Prof. K.H. Abdulkahar Mudzakkir. Menkopolhukam RI yang juga Guru Besar UII tersebut diundang sebagai salah satu pembicara dalam sesi Munas tersebut.

“Hankamnas itu kita pahami dulu dengan pengertian sederhana yang sama, menjaga keutuhan ideologi dan teritori agar Indonesia terus melaju menuju keadaan “Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur” dasarnya adalah nasionalisme, hubbul wathon,” ungkap  Prof. Mahfud MD.

Menurut pemaparan Prof. Mahfud MD, Perguruan Tinggi harus berperan aktif dalam mencetak kader bangsa untuk menjaga NKRI dengan semangat hubbul wathon. Ancaman bisa dideteksi baik yang manifes maupun yang laten.

Ancaman tertuju pada keutuhan ideologi dan teritori dalam bentuk terorisme, separatisme, kejahatan ekonomi, keruntuhan moral, perang proxy melalui narkoba, ideologi transnasional, konflik internal yang sekarang ini dilakukan melalui hoax di dunia digital.

“Jangan suka termakan hoax, mari kita jaga negara ini, Perguruan Tinggi Islam bertugas mencetak kader bangsa yang tidak suka makan kabar hoax, yang sadar akan nasionalisme Indonesia. Indonesia bukan negara Islam, tapi negara Indonesia yang menganut nilai-nilai Islami di dalam bernegara,” pungkas Prof. Mahfud MD. 

Ia juga menjelaskan bagaimana konsepsi umat Islam saat ini. Menurutnya, umat Islam dengan konsep Fiqh Siyasah (fikih politik) dan Fiqh Dusturiyah (fikih konstitusi) yang dianutnya sangat dominan dalam membangun Indonesia baik saat mendirikan, mempertahankan dari ancaman, dan membangun untuk kemajuan NKRI.

“Indonesia sekarang ini merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Sekarang kita baru merdeka secara resmi, bersatu secara resmi dengan sedikit separatisme, tapi keadilan belum, kemakmuran apalagi, “ tuturnya.

Dukungan Islam dan umat Islam Indonesia, dibangun berdasarkan hasil ijtihad para ulama yang melahirkan Fiqh Siyasah (politik) dan Fiqh Dusturiyah (Konstitusi). Ide dan konsepsinya adalah bahwa Indonesia merupakan mietsaq sebagai negara inklusif dan kosmopolit sesuai dengan yang dibangun oleh Nabi melalui Piagam Madinah. Ada riwayat “al hanafiyyah al samhah” dari Siti Aisyah dan keterlibatan seorang Yahudi di pasukan kaum muslimin pada Perang Uhud yakni Mukhairiq Bani Qainuqa’.

Umat Islam dengan konsepsi negara kebangsaan, mengalami mobilitas sosial vertikal dan naik secara sangat signifikan di bidang sosial, politik, budaya, ekonomi, budaya: akademisi, politisi, saudagar, budaya Islam, birokrasi, pesantren dan lain-lain.

“Mempelajari kawasan-kawasan Fiqh Islam itu harus cermat, karena beda wilayah, beda penafsirannya,” pungkas Prof. Mahfud MD. (LMF/ESP)

9 Maret 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Peran-Perguruan-Tinggi-Islam-Mempertahankan-Keamanan-di-Era-Digital.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2023-03-09 09:58:552023-03-10 10:09:33Peran Perguruan Tinggi Islam Mempertahankan Keamanan di Era Digital

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: BKSPTIS Gaungkan Semangat Majukan Indonesia dan Rawat Jagat Link to: BKSPTIS Gaungkan Semangat Majukan Indonesia dan Rawat Jagat BKSPTIS Gaungkan Semangat Majukan Indonesia dan Rawat Jagat Link to: Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Link to: Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Scroll to top Scroll to top Scroll to top