• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengelola Perbedaan Menjadi Harmoni
Berita Kegiatan

Mengelola Perbedaan Menjadi Harmoni

Musyawarah Nasional (Munas) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia hari pertama di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), pada Rabu (08/03) menghadirkan pemaparan dari dua perwakilan organisasi massa Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Agenda pertama mengundang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diwakili oleh Katib Syuriah PBNU, K.H. Abu Yazid Al-Busthami. Dalam pidato yang bertemakan “Merawat Jagat dan Membangun Peradaban”, Gus Yazid membawakan tiga pilar yang menjadi modal NU dalam pembangunan peradaban, yakni sejarah, infrastruktur peradaban, infrastruktur organisasi.

Menurutnya, perbedaan yang ada mesti bisa dikelola dengan baik oleh siapapun. “Kalau kita bicara tentang peradaban, maka harus bicara keumatan. Dan keumatan yang kemudian konteks saat ini adalah bagaimana kita bisa me-manage perbedaan yang ada. Perbedaan suku, ras, budaya, bahkan agama, itu menjadi harmoni,” ujarnya.

Gus Yazid menerangkan keberadaan mahasiswa NU yang berkiprah di banyak tempat, termasuk di berbagai perguruan tinggi Islam swasta.  “Inspirasi dan juga motivasi untuk kita semua, terutama perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada untuk memberdayakan warga NU yang ada ini. Kenapa? Karena mereka adalah juga bagian dari masyarakat Indonesia, bagian dari anak bangsa,” katanya.

Pada akhirnya, Gus Yazid menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi urgen untuk masa depan Indonesia.  “Di tangan mereka-mereka yang muda inilah di masa mendatang insyaallah Indonesia akan mampu mengajar negara-negara lain dan mewujudkan tatanan baru, peradaban baru. Dan itulah cara kita untuk merawat jagat dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. 

Sementara itu, pihak Muhammadiyah diwakili Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Pemaparannya yang mengangkat tema “Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta” menerangkan pentingnya kemajuan yang dilandaskan pada agama. 

“Muhammadiyah itu di samping ‘pencerah’ juga ‘kemajuan’, ya … tetapi kemajuannya itu tentu saja, sebagai organisasi Islam, bukan asal maju. Tapi kemajuan yang disinari oleh agama,” tuturnya.

Kondisi ini kemudian dibandingkan dengan peradaban Barat yang meski maju secara teknologi maupun sosial, namun masih terdapat sisi yang hilang. “Maka peradaban yang diangan-angankan oleh komunitas Muhammadiyah, oleh Kyai Dahlan adalah masyarakat maju, masyarakat modern yang disinari agama yang signifikan,” ungkapnya.

Adapun sektor yang digarap Muhammadiyah ialah seperti melalui sejumlah organisasi otonom dan amal usaha. Meskipun berhadapan dengan tantangan di era modern, harapan untuk tetap menyinari masyarakat dengan kehidupan keagamaan tersebut disalurkan melalui upaya pendidikan yang kontributif di masyarakat. 

“Peran ekonomi terbesarnya itu ya SDM-SDM lulusan-lulusan universitas, sekolah-sekolahnya itu. Ekonomi itu kan perpaduan orang dan alat … orang-orang inilah yang kemudian bersatu, mendorong industri-industri ada masjidnya, kantor-kantor ada masjidnya. Itu nampak di situ,” imbuhnya.

Prof. Bambang berharap agar muslim dapat selalu berpikir positif dalam menghadapi rintangan. “Biasanya umat Islam itu negatif aja kacamatanya itu. Kali ini kita optimis. Saya optimis. Saya sendiri yakin, Islam ini makin lama makin berkembang, baik di Indonesia dan di berbagai negara,” pungkasnya. (JRM/ESP)

9 Maret 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Mengelola-Perbedaan-Menjadi-Harmoni.jpg 450 683 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2023-03-09 13:37:392023-03-13 13:44:59Mengelola Perbedaan Menjadi Harmoni

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Link to: Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Korelasi Hukum dan Pembangunan dalam Menentukan Arah Bangsa Link to: Rektor UII Terpilih Menjadi Ketua Umum BKSPTIS 2023-2027 Link to: Rektor UII Terpilih Menjadi Ketua Umum BKSPTIS 2023-2027 Rektor UII Terpilih Menjadi Ketua Umum BKSPTIS 2023-2027 Scroll to top Scroll to top Scroll to top