• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Genosida Terus Berlangsung, Masyarakat Sipil Harus Kuatkan Dukungan untuk...
Berita Kegiatan, Pilihan

Genosida Terus Berlangsung, Masyarakat Sipil Harus Kuatkan Dukungan untuk Palestina

Situasi di Gaza kian mengkhawatirkan seiring dengan tindakan Israel yang terus melakukan serangan udara, terutama di Rafah dan di daerah pusat Gaza. Penutupan perbatasan Rafah semakin menyulitkan warga Palestina dan memperburuk krisis kemanusiaan. Perkembangan mutakhir tersebut mendorong semua pihak untuk berpikir dan bertindak lebih nyata agar warga Palestina terlindungi dan eskalasi segera terhenti.

Merespons hal ini, Program Studi Hubungan Internasional UII (PSHI UII) bekerja sama dengan The Indonesian Islamic Studies and International Relations Association (INSIERA) menyelenggarakan temu wicara daring bertajuk IR UII In Conversation: Palestine Update pada Rabu (8/5) malam, guna menyediakan ruang diskusi publik sekaligus sebagai bentuk dukungan PSHI UII terhadap masyarakat Palestina yang menjadi korban kekejaman dan genosida Israel. Hak veto dan jalan berliku menuju perdamaian

Jalannya temu wicara dimoderatori oleh Hangga Fathana, M.A., Sekretaris Eksekutif UII sekaligus dosen PSHI UII, serta diisi oleh 8 panelis yang merupakan dosen PSHI UII untuk menyuarakan pernyataan dan sikap dari beragam perspektif. Hasbi Aswar, Ph.D., sebagai Kepala Laboratorium Analisis Data Ilmu Sosial PSHI UII, membuka sesi dengan menegaskan bahwa hak veto menjadi faktor kunci dari gagalnya proses deeskalasi konflik di Palestina. “Adanya hak veto membuat PBB tidak efektif karena upaya eskalasi jadi sulit dilakukan,” jelas Hasbi.

Sementara itu, Farhan Abdul Majiid, M.A., menyoroti bahwa isu Palestina bukan hanya sekedar berbicara mengenai Gaza, namun umat Muslim terutama tidak boleh melupakan Al-Aqsa. Ia menyampaikan, “kita perlu terus mendorong dan terus memiliki prinsip atau nilai, termasuk keyakinan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, tidak hanya di Gaza saja.”

Panelis ketiga, Rizki Dian Nursita, M.HI., Kepala Laboratorium Inovasi Global PSHI UII, menegaskan bahwa jelas yang terjadi di Palestina merupakan genosida. Dosen yang akrab disapa Dian ini juga membahas bagaimana media memiliki peran besar dalam menyoroti isu Palestina dan memberikan informasi mengenai apa yang terjadi di Palestina kepada dunia. “Perlindungan terhadap media itu penting, sehingga kita bisa tahu, dan dunia harus tahu apa yang terjadi dengan Palestina,” tegas Dian.

Gustri Eni Putri, M.A, Direktur Institute of Global and Strategic Studies (IGSS) PSHI UII, sebagai panelis keempat juga menegaskan pentingnya media untuk menyuarakan ketidakadilan dan genosida yang terjadi di Palestina. Dosen yang biasa disapa Een ini juga menyampaikan, “jika kita mengharapkan PBB akan sulit karena ada standar ganda di sana, maka kita harus terus menyuarakan pembelaan kita terhadap Palestina, sehingga perhatian dunia internasional terus terarah kepada genosida ini.”

Perspektif alternatif dan penguatan peran masyarakat sipil

Sementara itu, Khairul Munzilin, M.A., sebagai panelis kelima memberikan perspektif teori klasik dalam hubungan internasional, dalam menjelaskan sikap negara-negara kuat seperti Amerika Serikat. “Yang dilakukan Amerika sangat Realis meskipun negara ini terus mempromosikan ide-ide Liberalisme seperti demokrasi dan hak asasi manusia. Sangat pesimis untuk berharap Amerika dapat membantu penyelesaian konflik di Palestina. Justru, dengan turut sertanya Amerika pada sebuah genosida, dapat menyulitkan upaya penghentian tragedi tersebut.” Tegas Khairul.

Panelis keenam, Mohamad Rezky Utama, M.Si., yang juga merupakan Kepala Divisi Promosi Direktorat Pemasaran UII, membahas mengenai bagaimana politik domestik Israel berdampak pada keputusan untuk melakukan genosida. “Perang di Gaza ini sering terjadi ketika posisi Perdana Menteri Israel, Netanyahu, kurang memiliki popularitas misalnya karena korupsi atau polling yang turun. Contohnya, sidang korupsi Netanyahu menjadi ditunda karena saat ini peperangan sedang terjadi,” jelas Utama.

Hadza Min Fadhli Robby, M.Sc., Kepala Laboratorium Transformasi Sosial PSHI UII sebagai panelis keenam pada diskusi ini, menyoroti mengenai investigasi yang dilakukan mengenai kerja sama belakang pintu antara Israel dan Indonesia yang harus dihentikan. Ia juga menambahkan, “sebagai masyarakat sipil kita perlu membedakan Yahudi dan Zionis dan perlu melihat kontribusi organisasi Yahudi yang kritis terhadap Israel sebagai garis depan perlawanan untuk kemerdekaan Palestina.”

Sekretaris Program International PSHI UII, Masitoh Nur Rohma, M.A., sebagai panelis terakhir, menegaskan bahwa masyarakat sipil perlu menyadari peristiwa genosida terhadap Palestina bukan baru terjadi pada 7 Oktober 2023, namun telah berlangsung puluhan tahun. Ia juga mendorong untuk terus melakukan aksi dukungan terhadap Palestina seperti boikot. “Kita harus terus menyuarakan reformasi organisasi internasional seperti PBB dan OKI untuk memberikan tekanan melalui opini publik sehingga bisa menekan pembuat kebijakan,” jelas Masitoh.

Diskusi ini berlangsung selama kurang lebih 60 menit dan dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang keilmuan dan institusi. Tidak hanya hubungan internasional, tapi juga ilmu komunikasi dan psikologi, serta dihadiri peserta dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Universitas Gadjah Mada, dan perwakilan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII).

Sebagai penutup, moderator mengajak semua audiens yang hadir terus mengasah rasa kemanusiaan dan melakukan apa saja yang kita mampu sebagai masyarakat untuk mengurangi dampak keperihan tragedi kemanusiaan genosida sebagai bentuk penguatan dukungan terhadap Palestina. (AHR/RS)

9 Mei 2024
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/PSHI-UII-bekerja-sama-dengan-INSIERA-menyelenggarakan-temu-wicara-daring-bertajuk-IR-UII-In-Conversation_Palestine-Update-1.jpeg 793 1400 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas UII2024-05-09 06:19:022024-08-26 11:41:28Genosida Terus Berlangsung, Masyarakat Sipil Harus Kuatkan Dukungan untuk Palestina

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: FH UII Gelar Eksaminasi Publik Pasca Putusan MK Pemilu Presiden Link to: FH UII Gelar Eksaminasi Publik Pasca Putusan MK Pemilu Presiden FH UII Gelar Eksaminasi Publik Pasca Putusan MK Pemilu Presiden Link to: UII dan University of Pécs Adakan Info Session Studi ke Hungaria Link to: UII dan University of Pécs Adakan Info Session Studi ke Hungaria UII dan University of Pécs Adakan Info Session Studi ke Hungaria Scroll to top Scroll to top Scroll to top