• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Masa Depan Perlindungan Pekerja Migran
Berita Kegiatan, Pilihan

Masa Depan Perlindungan Pekerja Migran

Seminar nasional perlindungan pekerja migran oleh FH UII

Departemen Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar seminar nasional bertajuk “Meneropong Masa Depan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia” pada Rabu (11/06) di Auditorium FH UII. Turut hadir 25 pekerja migran yang secara langsung hadir untuk menjadikan acara ini tidak sebatas pada forum akademik, tetapi sebagai ruang bertemu antara akademisi, pembuat kebijakan, aktivis, dan para pekerja migran.

Dalam sesi keynote speech, Dato Indera Drs. Hermono, M.A., Duta Besar RI untuk Malaysia, menekankan perlunya reformulasi menyeluruh dalam pendekatan negara terhadap pekerja migran. Ia menegaskan bahwa undang-undang nasional semestinya tidak hanya mengatur teknis pengiriman tenaga kerja, melainkan menyediakan tempat berlindung hukum dan institusional bagi Warga Negara Indonesia di luar negeri.

“Yang kita perlukan bukan sekadar perlindungan dalam arti administratif. Kita butuh pelindungan yang bermartabat, berakar pada pengakuan atas hak asasi manusia,” ujarnya, sembari mengoreksi penggunaan istilah “perlindungan” yang menurutnya kurang tepat secara terminologi hukum.

Dato Hermono juga menyoroti dua perubahan mendasar yang harus dilakukan pemerintah Indonesia. Pertama, ia menyarankan agar negara menggeser pendekatan terhadap pekerja migran dari ekonomi menjadi berbasis martabat manusia (human dignity). “Selama ini PMI dipandang sebagai komoditas ekonomi penyumbang devisa. Padahal, mereka adalah manusia yang punya hak, mimpi, dan keluarga,” tegasnya.

Perubahan kedua, lanjut Hermono, adalah perlunya perhatian yang seimbang antara pekerja migran dan keluarga mereka di tanah air. Negara, menurutnya, perlu mengembangkan sistem sosial yang juga mendukung kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan, termasuk anak-anak pekerja migran.

Salah satu sesi yang menyentuh peserta yang hadir adalah ketika Eni Lestari Andayani Adi, mahasiswa hukum semester dua sekaligus aktivis pekerja migran, membagikan kisahnya. Eni telah menjadi pekerja migran selama lebih dari 20 tahun dan kini aktif dalam jaringan global pekerja migran. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya Indonesia memiliki bargaining power yang kuat dalam perundingan bilateral dengan negara-negara tujuan penempatan.

“Kita tidak bisa hanya kirim tenaga kerja tanpa kekuatan tawar. Harus ada posisi yang tegas dari negara, agar pekerja migran diperlakukan sebagai manusia, bukan buruh murah,” ujarnya dengan penuh semangat, yang langsung disambut tepuk tangan audiens.

Kehadiran Eni sebagai pekerja migran sekaligus mahasiswa hukum mencerminkan jembatan yang nyata antara teori hukum dan realitas migrasi. Kisah dan perspektifnya menjadi cermin bahwa pelindungan pekerja migran adalah soal keadilan, bukan semata angka remitansi.

Seminar ini bukan hanya ruang diskusi, melainkan langkah penting dalam memperluas kesadaran sivitas akademika UII untuk ikut terlibat dalam perjuangan hak-hak pekerja migran Indonesia baik melalui riset, advokasi, maupun penguatan kebijakan berbasis keadilan sosial. (ELKN/AHR/RS)

12 Juni 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Masa-Depan-Perlindungan-Pekerja-Migran.jpg 467 700 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-06-12 15:21:402025-07-10 10:21:04Masa Depan Perlindungan Pekerja Migran

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Dampak Perubahan Iklim terhadap Anak dan Remaja dengan Disabilitas dan Kusta Link to: Dampak Perubahan Iklim terhadap Anak dan Remaja dengan Disabilitas dan Kusta Dampak Perubahan Iklim terhadap Anak dan Remaja dengan Disabilitas dan Kust...Diseminasi riset perubahan iklim bagi disabilitas dan kusta oleh TL UII Link to: Mengasah Kepedulian kepada Palestina Link to: Mengasah Kepedulian kepada Palestina Lembaga Dakwah FIAI UII Gelar Kajian Peduli kepada PalestinaMengasah Kepedulian kepada Palestina Scroll to top Scroll to top Scroll to top