• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Akuntansi UII Pionir Pengembangan Kompetensi Audit Forensik di Indones...
Berita Kegiatan, Pilihan

Akuntansi UII Pionir Pengembangan Kompetensi Audit Forensik di Indonesia

Jurusan Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII) mengukir sejarah baru dalam pengembangan kompetensi Audit Forensik di Indonesia. Di akhir bulan Februari 2019, melalui Pusat Studi Akuntansi Forensik UII, diselenggarakan ujian sertifikasi Certified Forensic Auditor (CFrA) Klaster 1 bagi mahasiswa S1 Prodi Akuntansi UII. Sertifikasi ini merupakan tahap pertama dalam proses mendapatkan kualifikasi penuh sebagai Certified Forensic Auditor (CFrA) di Indonesia.

Direktur Pusat Studi Akuntansi Forensik UII, Hendi Yogi Prabowo, S.E., MForAccy., Ph.D. menuturkan, sertifikasi CFrA merupakan sertifikasi profesi yang awalnya dikembangkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Kejaksaan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Forensik (LSP-AF) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memenuhi kebutuhan profesional auditor forensik di Indonesia.

Sertifikasi tersebut saat ini menjadi salah satu sertifikasi auditor forensik yang paling banyak dipakai di instansi pemerintah maupun swasta di Indonesia. Beberapa instansi pemerintah bahkan mensyaratkan sertifikasi ini untuk pegawainya untuk dapat naik ke jenjang karir yang lebih tinggi.

“Lembaga – lembaga pemerintah yang menggunakan sertifikasi ini di antaranya adalah BPK, BPKP, POLRI, Kejaksaan, TNI, dan berbagai BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Hendi Yogi pada Jumat (15/3), di Kampus UII.

Dijelaskan, Hendi Yogi, untuk mendapatkan kualifikasi CFrA peserta ujian harus menyelesaikan serangkaian tertulis dan praktek ujian yang mencakup 27 unit kompetensi. Peserta ujian juga dapat menempuh ujian secara bertahap dengan menggunakan sistem klaster.

“Tiga tahap ujian (sistem klaster) yang harus dilalui oleh seorang peserta ujian yaitu pendeteksian dan pencegahan fraud (Klaster 1), pelaksanaan audit forensik dan audit penghitungan kerugian keuangan (Klaster 2), dan pemberian pernyataan secara keahlian dan penelusuran aset (Klaster 3),” ungkapnya.

“Khusus untuk unit – unit kompetensi dalam bidang pemberian pernyataan secara keahlian dan penelusuran aset ujian akan diselenggarakan secara praktek melalui simulasi ekspose kasus dan persidangan,” imbuh Hendi Yogi.

Lebih lanjut disampaikan Hendi Yogi, sebagai salah satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) Audit Forensik di Indonesia, selain menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk mahasiswa S1 melalui Pusat Studi Akuntansi Forensik (PSAF), Jurusan Akuntansi UII juga dapat menyelenggarakan ujian kompetensi untuk peserta umum melalui Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA).

“Pada tanggal 23 dan 24 Desember 2018 yang lalu PPA telah menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk peserta non-mahasiswa yang terdiri dari peserta akademisi dan praktisi akuntansi dari dalam maupun luar UII,” tandasnya.

Hendi Yogi menegaskan, penyelenggaraan ujian CFrA Klaster 1 untuk mahasiswa S1 akuntansi UII kali ini menjadi momen bersejarah yang sangat penting bagi Jurusan Akuntansi UII. Karena menjadi ujian CFrA Klaster 1 pertama di Indonesia yang diikuti oleh peserta yang masih berstatus sebagai mahasiswa S1 di sebuah perguruan tinggi.

“Penyelenggaraan ujian sertifikasi CFrA sebelumnya yang diselenggarakan di berbagai institusi hanya bisa diikuti oleh para praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya,” pungkasnya.

15 Maret 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/Akuntansi-UII-Pionir-Pengembangan-Kompetensi-Audit-Forensik-di-Indonesia.jpeg 291 430 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-03-15 20:02:332019-03-16 21:46:36Akuntansi UII Pionir Pengembangan Kompetensi Audit Forensik di Indonesia

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pencegahan Perundungan Siber Dirasa Mendesak Link to: Pencegahan Perundungan Siber Dirasa Mendesak Pencegahan Perundungan Siber Dirasa Mendesak Link to: Standardisasi Penting Untuk Daya Saing Bangsa Link to: Standardisasi Penting Untuk Daya Saing Bangsa Standardisasi Penting Untuk Daya Saing Bangsa Scroll to top Scroll to top Scroll to top