Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) tetap menggelar kajian secara rutin meskipun pandemi Covid-19 melanda. Hanya saja sejak pembelajaran jarak jauh diterapkan, kajian diadakan secara online. Pada Selasa (22/9) malam, Takmir Masjid menggelar kajian mengangkat tema Cara Selamat Dari Fitnah dan Adzab Kubur yang disampaikan oleh Ustadz Amir Assoronji, Lc., M.Pd.I.

Ustadz Amir menegaskan bahwa setiap yang bernyawa akan meninggal dengan cara dan waktu yang berbeda-beda. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ali-Imran ayat 185 yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Agar tidak menyesal di kemudian hari setelah nyawa dicabut, Ustadz Amir menyatakan agar segera bertaubat nasuha. “Bertaubatlah dengan benar-benar taubat, menyesali kemaksiatan yang dilakukan, mohon ampun hanya kepada Allah. Niscaya Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahan kita,” ujarnya.

Selain bertaubat, terdapat amalan dunia yang dapat menyelamatkan seseorang dari fitnah dan adzab kubur. Amalan tersebut di antaranya menunaikan hak orang lain seperti membayar hutang, beriman kepada Allah, salat, puasa, zakat, haji, jihad, berbakti kepada orangtua, zikir, bersilaturahmi, menolong orang lain, dan sebagainya. “Amalan soleh dapat menjaga orang mukmin di alam kubur. Allah juga akan melapangkan baginya dari kesusahan dan memberi jalan keluar dari segala kesempitan,” sebut Ustadz Amir.

Setiap orang mukmin ketika salat dan di luar salat alangkah baiknya selalu meminta perlindungan kepada Allah dari siksa kubur. Ustadz Amir menuturkan bahwa fitnah dan azab kubur adalah perkara besar yang mengerikan. “Berlindung kepada Allah dari empat perkara, yakni azab kubur, Jahanam, fitnah Dajjal, fitnah kehidupan dan kematian. Ini empat perkara yang nabi perintahkan kepada para sahabat dan kita semua,” ungkap Ustadz Amir.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba apabila telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh kawan-kawannya, maka ia bisa mendengar derap sandal-sandal mereka, kemudian ia didatangi oleh dua Malaikat, lalu keduanya mendudukkannya dan mengatakan kepadanya: “Apa yang dulu engkau katakan tentang orang itu, Yakni Muhammad?” Adapun orang Mukmin, maka ia menjawab: “Aku Bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Maka ia diperlihatkan oleh malaikat: “Lihatlah kepada tempatmu di Neraka yang telah ditukarkan oleh Allah dengan suatu tempat di Surga.”

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa ia pun melihat dua tempat itu semuanya. Adapun orang kafir dan munafik, kedua Malaikat itu berkata kepadanya: “Apa yang dulu engkau katakan tentang lelaki ini?” Maka ia menjawab: “Aku tidak tahu, dahulu aku berkata dengan apa yang dikatakan orang lain.” Kedua Malaikat itu berkata: “Engkau tidak mengetahui dan tidak pernah membaca.” Lalu ia dipukul dengan gondam dari besi tepat di antara kedua telinganya, hingga menjerit dengan jeritan yang keras serta dapat didengar oleh (seluruh) makhluk yang di atasnya selain manusia dan jin.”

Ustadz Amir kembali menyampaikan akan pentingnya amal saleh bagi seseorang. Menurutnya kesuksesan yang hakiki adalah masuk surga. Adanya pandemi, kata Ustadz Amir dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan salat, menyisakan harta tenaga atau waktunya untuk membantu oranglain. “Alhamdulillah kita masih hidup, Allah masih memberi kesempatan maka perbanyaklah amal soleh. Pandemi bukan alasan bermalas-malasan. Siapa tahu dengan amal soleh Allah angkat wabah dari negeri kita,” pesan Ustadz Amir. (SF/RS)