• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Indeks Berita2 / Berita Kegiatan3 / Bagaimana Islam Memandang Pandemi Covid-19?
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Bagaimana Islam Memandang Pandemi Covid-19?

covid-19

Bertambahnya orang yang terjangkit virus corona (Covid-19) saban hari sudah tentu membuat sebagian besar orang merasa cemas dan gelisah. Namun demikian, sebagai umat beragama pandemi Covid-19 justru menjadi peluang mendulang berbagai amal utama, tidak hanya ibadah kepada Allah tetapi juga kebaikan terhadap sesama manusia. Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW tatkala pada zamannya juga pernah terjadi pandemi yang menulari banyak orang.

Menurut Dr. Drs. Asmuni Mth, MA., dosen Hukum Islam sekaligus Direktur Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia, berdasarkan catatan sejarah, pernah ada wabah penyakit pada masa Rasulullah dan sahabat. Meskipun bukan virus mematikan layaknya Covid-19, wabah pada masa itu juga menular dengan cepat dan menyebabkan tidak sedikit orang terkena dampaknya. Pada masa itu, salah satu wabah yang sering terjadi adalah kusta atau lepra.

Sebagai tindakan pencegahan, Rasul memerintahkan untuk tidak berdekatan dengan penderitanya maupun wilayah yang terkena wabah. Konsep karantina wilayah ini seperti diungkapkannya dalam HR Bukhari yang artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”

“Dalam menghadapi wabah penyakit, Nabi Muhammad SAW memberikan konsep karantina untuk menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman kematian akibat wabah penyakit menular”, ungkap Asmuni.

Menurut Asmuni, dalam sejarah umat manusia sebelum lahir pengobatan modern, wabah selalu ada dan datang silih berganti. Seperti Covid-19 pada masa sekarang yang datang dengan cepat dan secara tiba-tiba. Covid-19 mencerminkan universalitas semesta dengan segala kekuatan dan keadilannya sekaligus memperlihatkan universalitas manusia dengan segala kelemahan dan kezalimannya.

“Virus ini berperilaku adil, tidak memilih sasaran dengan mempertimbangkan status sosial. Ia dapat mengancam kehidupan orang miskin dan orang kaya, rakyat biasa maupun penguasa, orang bodoh maupun orang intelek”, tambah Asmuni.

Ia merefleksikan sifat Covid-19 yang tak pandang bulu, ia masuk melalui jendela rumah sederhana dan mungkin juga jendela istana. Virus ini pula membuat orang mulai memikirkan kematian yaitu sesuatu yang selama ini sering diabaikan dan jarang dipersiapkan.

Ia pun menambahkan, selain akan merubah sikap keberagamaan, Covid-19 juga membuat manusia terpecah menjadi dua kutub yaitu kutub sehat dan kutub sakit. Dan boleh jadi virus ini pula yang akan merubah peta politik global.

Oleh karena itu, negara yang kredibel pasca Covid-19 adalah negara yang mampu memberikan solusi medis yang fungsional dan efektif. Hal ini sekaligus menantang para ahli untuk melakukan penelitian dalam rangka ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa manusia. Tak terkecuali para ilmuan Muslim. (SF/ESP)

20 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/covid-19-UII-avigan-klorokuin.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2020-04-20 16:50:082020-04-20 16:55:15Bagaimana Islam Memandang Pandemi Covid-19?

Berita Terakhir

  • UII Dorong Produktivitas Publikasi Ilmiah Melalui Pelatihan Pemanfaatan Agentic AI
  • Hadirkan Teknologi LC-MS/MS Mutakhir, UII Gelar Workshop dan Resmikan Kolaborasi Industri
  • CILACS UII Jadi Rujukan UM Gresik dalam Pengembangan Tes Kompetensi Bahasa Arab
  • Seameo Biotrop Perkuat Kolaborasi Regional Untuk Mendorong Implementasi Circular Economy Melalui Pendidikan Dan Inovasi
  • UII Lantik Dekan dan Wakil Dekan Periode 2026–2030, Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Adaptasi Zaman

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Nakes Tidak di Garda Terdepan Link to: Nakes Tidak di Garda Terdepan Nakes Tidak di Garda Terdepan Link to: Penting Mengikuti Kata Hati dalam Meniti Karier Link to: Penting Mengikuti Kata Hati dalam Meniti Karier Sukses Berkarir Sesuai Syariat IslamPenting Mengikuti Kata Hati dalam Meniti Karier Scroll to top Scroll to top Scroll to top