Kesempatan untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa menjadi impian bagi setiap mahasiswa. Tak terkecuali bagi dua orang mahasiswa International Program Arsitektur UII, Joana dan Tyas. Keduanya beruntung berhasil lolos seleksi beasiswa studi selama satu semester di Sultan Mehmed Vakif University Istanbul, Turki. Pada Selasa, (28/1) mereka dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. Acara berlangsung di ruang Erasmus lantai 2 Gedung Rektorat Kampus Terpadu UII.

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Sekretaris Program Studi Arsitektur Internasional Program, Dr. Ing. Putu Ayu Pramanasari Agustiananda, S.T., M.A yang juga penanggung jawab program pertukaran mahasiswa.

Selain memberi selamat, ia juga berpesan untuk menambah pengalaman di kancah internasional bagi mahasiswanya. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi promosi bagi Program Studi Arsitektur Internasional Program dan kerjasama yang terjalin dengan Sultan Mehmed Vakif University Istanbul membawa dampak positif bagi UII.

Sementara, Wiryono Raharjo mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kerjasama dan hubungan yang terjalin dengan Sultan Mehmed Vakif University Istanbul, Turki. Ia juga berharap nantinya diikuti oleh program studi lainnya. Terlebih lagi, Erasmus Mobility Program dibuka setiap tahunnya sehingga UII sangat mendukung mahasiswanya yang mengikuti pertukaran mahasiswa.

“Program ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan kualitas diri karena sekarang hal yang dianggap penting bukan hanya kemampuan berkomunikasi saja melainkan kemampuan beradaptasi dengan budaya lain berbeda agar dapat bersaing secara global dengan baik. Untuk berkembang dan mempertahankan kualitas pendidikan tidak cukup dilihat dari sisi akademis saja melainkan juga sisi non akademis”, pesannya.

Ia pun ingin kedua mahasiswanya dapat memanfaatkan waktu dan kesempatannya dengan baik selama program berlangsung. Selain itu, tidak lupa menceritakan keindahan Indonesia kepada mahasiswa Turki agar semakin tertarik untuk datang ke Indonesia. Dengan begitu akan membawa dampak baik kepada dua negara baik Turki ataupun Indonesia.

Di sisi lain, Prof. Ibrahim Numan selaku perwakilan dari Sultan Mehmed Vakif University Istanbul, Turk menceritakan bahwa Turki memiliki atmosfer keadaan yang baik yang akan disukai oleh keduanya. “Istanbul adalah kota yang besar dan memiliki budaya yang modern serta penuh dengan sejarah dan peradaban sehingga program pertukaran pelajar tersebut menjadi kesempatan yang bagus”, ceritanya.

Mematangkan Persiapan Sebelum Berangkat

Banyak persiapan dilakukan Joana dan Tyas sebelum berangkat ke Turki. Salah satu yang terpenting adalah menyiapkan mental bertemu dengan orang baru dan budaya yang baru. Kemudian perlengkapan untuk pergi ke Turki dan tempat tinggal yang nantinya akan ditempati di Turki. Joana dan Tyas juga mempunyai target untuk menambah pengalaman serta belajar lebih.

Joana berujar bahwa ia ingin melihat arsitektur dari perspektif yang berbeda di Turki apalagi arsitektur bangunan dan sejarah Turki yang sangat beragam agar pengetahuannya bertambah. Tyas bercerita targetnya agar dapat mengembanhkan diri sendiri, lebih dewasa lagi dan bisa mengasah kemampuan diri. Perkuliahan di Turki akan mereka mulai di tanggal 10 Februari sampai 10 Juni. (HN/ESP)