Riyanto, A. Md., laboran Laboratorium Biologi Farmasi UII baru-baru ini berhasil menciptakan salah satu bahan kimia yang kerap digunakan dalam praktikum. Bahan bernama isolat piperin ini dibuatnya dari merica hitam dengan biaya yang lebih ekonomis. Pasalnya, selama ini piperin yang digunakan menggunakan piperin dari luar negeri yang membutuhkan waktu lama dan biaya yang lebih mahal. “Karya unggulan yang saya ciptakan ini menggunakan bahan yang sudah ada di Indonesia dan lebih murah, tetapi memiliki standar kualitas yang sama dengan bahan yang sama dengan produk luar tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan standar piperin impor memiliki nilai beli yang cukup tinggi. Sedangkan standar piperin karya Riyanto dari merica ini nilainya bisa 15 kali lebih murah dibanding produk impor. Berkat inovasi ini, Riyanto berhasil menyabet Juara Kedua sebagai Laboran Berprestasi dalam ajang Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Dikti (SDID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahan standar piperin yang diciptakan Riyanto ini, telah digunakan dalam skala laboratorium untuk praktikum Kimia Bahan Alam program studi Farmasi UII. Ia menjelaskan dengan alternatif bahan yang ia ciptakan ini mampu menunjang kegiatan praktikum dengan baik dan lancar.

“Selama ini bergantung dengan piperin impor cukup sulit dan panjang dalam mengurus persediaannya sehingga harus direncanakan jauh-jauh hari. Alhamdulillah standar piperin yang saya kembangkan ini dapat membantu berjalannya praktikum dengan lancar dan sesuai jadwal,” tambahnya.

Riyanto berhasil mengalahkan finalis lainnya yang mayoritas berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN). Ditemui di ruang kerjanya, Riyanto mengatakan prestasi ini menjadi salah satu pembuktiannya bahwa kualitas yang dimiliki perguruan tinggi swasta tak kalah dengan PTN.

“Alhamdulillah prestasi membuktikan kualitas yang dimiliki PTS tak kalah dengan PTN. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada UII atas berbagai bentuk dukungan kepada saya dalam persiapannya menuju ajang ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Riyanto menambahkan harapannya melalui prestasi ini dapat membangkitkan semangat tenaga kependidikan lain di lingkungan UII untuk berinovasi dan mampu memberikan kontribusi terbaiknya pada UII.

“Harapannya mampu memicu dan menginspirasi tenaga kependidikan lain untuk terus berinovasi di tengah tugas wajib di universitas. Selain menambah kemampuan diri sendiri juga bisa membantu UII menjadi universitas yang lebih baik,” pungkasnya.

Laboratorium merupakan salah satu standar sarana dan prasarana penting instansi pendidikan. Terlebih di lingkungan perguruan tinggi, laboratorium sangat vital guna memenuhi proses pembelajaraan civitas akademika baik praktik eksperimen maupun riset. Namun, peralatan dan bahan yang digunakan dalam laboratorium sering kali merupakan produk dari luar negeri yang sulit diperoleh dan harganya pun tergolong mahal. Hal inilah yang kemudian memantik kreativitas seorang laboran UII.

Direktur Direktorat Sumberdaya Manusia (DSDM) UII, Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psi mengapresiasi raihan prestasi ini. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan pencapaian Pak Riyanto dan Mbak Mirani menjadi finalis dalam Pemilihan Tendik Berprestasi Nasional 2019 ini, terlebih atas keberhasilan Pak Riyanto menyabet gelar juara 2 ini. Sebagai Direktur SDM UII, saya sangat berterima kasih kepada pimpinan universitas yang telah memberikan dukungan penuh atas langkah-langkah yang Direktorat SDM lakukan untuk memberikan pembekalan dan pendampingan intensif sejak babak penyisihan di LLDIKTI V hingga tingkat nasional”, ujarnya.

Pihaknya juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi para tenaga kependidikan lainnya di UII untuk terus berkarya dan melakukan inovasi-inovasi dalam pekerjaannya sehingga mampu menebar lebih banyak manfaat.

Dalam ajang yang sama, tenaga kependidikan UII lainnya, Mirani Desi Ekowati, S.E. juga masuk sebagai salah seorang finalis untuk kategori Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi. Sebelumnya, ia lolos sebagai wakil dari LLDIKTI Wilayah V DIY sehingga berhak berkompetisi di level nasional.