• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kisah Alumni UII Lewati Dua Ramadan di Turki Ketika Pandemi
Berita Kegiatan

Kisah Alumni UII Lewati Dua Ramadan di Turki Ketika Pandemi

Balya Ibnu Maldan, seorang mahasiswa Istanbul Sabahattin Zaim University, Turki sekaligus alumni Universitas Islam Indonesia 2019 berbagi cerita mengenai pengalamannya melewati bulan Ramadan di negeri ataturk itu.

Kasus virus Covid-19 di Turki saat ini mengalami lonjakan yang sangat tinggi dengan menyentuh angka 30.000 kasus per hari. Presiden Erdogan membuat kebijakan untuk kembali melakukan lockdown. Meskipun roda pariwisata yang merupakan sumber kekayaan terbesar negara masih tetap berjalan.

“Saat ini kebijakan pemerintah per tanggal 29 April-17 Mei 2021, pemerintah Turki menerapkan lockdown total. Masyarakat harus tetap tinggal di rumah kecuali ada keperluan mendesak seperti perawatan medis yang mendesak,” papar Balya.

Di Turki, tradisi bulan Ramadan yaitu menabuh drum untuk membangunkan orang sahur sambil memakai kostum tradisional Ottoman. Sayangnya tradisi ini tidak dapat dilakukan karena pandemi.

“Saat ini bahkan masjid tidak dibuka untuk umum. Jadi, kami sholat tarawih di apartemen bersama mahasiswa muslim lainnya,” ceritanya.

Turki yang saat ini merupakan peringkat 4 dengan laju pertumbuhan penularan virus Covid-19 memang sangat mengkhawatirkan. Di saat negara Eropa lainnya mulai bangkit, Turki justru berada di titik terendah. Hal tersebut membuat pemerintah menerapkan kebijakan pelarangan berkumpul warga.

“Kami selalu buka puasa di apartemen. Restoran buka namun tidak melayani makan di tempat. Segi positifnya kami jadi sering memasak bersama. Kadang kami memasak rendang,” cerita Balya sampir tertawa.

Balya mengaku sudah sangat rindu terhadap kampung halamannya di Brebes. Rindu masakan Indonesia seperti bakso dan mie ayam. “Harapanku sih ingin cepat lulus dan pulang ke Indonesia. Indonesia ternyata ngangenin banget,” curhatnya.

Melewati Ramadan di negara orang tentunya akan memberi kesan yang berbeda. Perpaduan budaya yang tentunya sangat berbeda kadang akan membuat kita rindu akan kampung halaman. Makanan di Turki bisa dibilang sangat berbeda dengan Indonesia. Konsumsi diet karbohidrat di sana adalah roti.

Balya juga membagikan tips untuk bisa adaptasi selama kuliah di luar negeri. Ia mengaku akan lebih mudah jika kita kuliah di kampus yang menggunakan bahasa Inggris untuk pengantarnya. Untuk kuliah di Turki sendiri jika kampus menggunakan bahasa Turki sebagai pengantar, mahasiswa akan difasilitasi pelatihan bahasa selama satu tahun.

“Jika melihat teman saya yang kuliah menggunakan bahasa Turki sebagai pengantar, kayaknya satu tahun kurang deh buat betul-betul paham. Belum lagi kalau misal S2 kan ada penulisan tesis dimana pastinya aturan kepenulisan sangat diperhatikan. Jadi, saya harap teman-teman yang ingin kuliah di luar negeri, terutama ke Turki saya sarankan mengambil yang pengantarnya bahasa Inggris,”pesannya.

Ia juga bercerita jika perbedaan antara kuliah di Indonesia dan Turki tidak jauh berbeda. Untuk biaya hidup Turki termasuk negara yang sangat terjangkau.

“Bedanya sih paling disini lebih nyaman, sehat, dan terfasilitasi. Untuk kerja part time atau sambilan juga mudah. Itu pun akan mampu menutupi kebutuhan sehari-hari. Teman-teman yang bermimpi untuk kuliah di Turki, semangat!!!,” tutup Balya. (UAH/ESP)

3 Mei 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/pexels-khairul-onggon-908055.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-05-03 11:03:192021-08-12 15:09:05Kisah Alumni UII Lewati Dua Ramadan di Turki Ketika Pandemi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Akhlak Mulia, Cerminan Takwa Link to: Akhlak Mulia, Cerminan Takwa Akhlak Mulia, Cerminan Takwa Link to: Tips Olahraga dan Tubuh Bugar Saat Berpuasa Link to: Tips Olahraga dan Tubuh Bugar Saat Berpuasa Tips Olahraga dan Tubuh Bugar Saat Berpuasa Scroll to top Scroll to top Scroll to top