Segenap pimpinan di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) menghadIri acara sarasehan bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., di Gedung Moh. Hatta UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Jum’at (24/3). Jalannya sarasehan diisi dengan penyampaian materi oleh Prof. Ali Gufron seputar kebijakan pemerintah di lingkungan perguruan tinggi.

Di awal sarasehan, Rektor UII Nandang Sutrisno SH. MHum. LLM. Ph.D. menyampaikan terimakasih atas kesedian Prof. Gufron di tengah kepadatan aktivitas berkenan meluangkan waktu berkunjung ke Kampus UII. Terlebih kunjungan kali ini terkesan berbeda, dimana Prof. Ali Gufron ke UII hanya seorang sendiri tanpa didampingi ajudan.

Di hadapan Prof. Ali Gufron, Rektor UII yang secara resmi mulai bertugas pada 13 Maret 2017 ini mengungkapkan perkembangan raihan prestasi yang berhasil di raih oleh UII beberapa waktu terakhir. Disampaikan Nandang Sutrisno saat ini tiga Program Studi di UII berhasil memperoleh pengakuan Internasional.

Pengakuan tersebut yakni akreditasi internasional dari Association Of Chartered Certification Accountants (ACCA) untuk Program Studi Arsitektur dan Korean Architectural Accrediting Board (KAAB) untuk Program Studi Arsitektur dan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek. Sementara satu lagi pengakuan internasional berhasil diperoleh Program Studi Teknik Sipil dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE), pada Maret 2016 yang lalu.

“bersamaan dengan pembukaan rangkaian acara Milad ke-74 UII kali ini diselenggarakan acara penganugerahan Akreditasi Internasional dari ACCA dan KAAB,” tuturnya.

Beberapa perkembangan terakhir juga disampaikan Nandang Sutrisno seperti UII menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik tingkat nasional berdasarkan Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi tahun 2013-2015 oleh Kemristekdikti.

“Pada penilaian tersebut menempatkan UII pada peringkat pertama di antara PTS dan ke-16 secara keseluruhan baik PTS maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia,” paparnya.