Persiapan bagi para calon engineer untuk mendapatkan surat keterangan ahli sangat dibutuhkan guna mempermudah kiprahnya di dunia kerja. Merespon hal ini, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII kembali mengadakan kegiatan bertajuk Distance Learning SIBIMA Konstruksi. Kegiatan diadakan pada Rabu (3/10), di Auditorium Gedung Moh. Natsir UII.

Peserta yang dikhususkan untuk mengikuti pelatihan ini adalah mahasiswa semester 7 ke atas, terdiri dari mahasiswa Prodi Arsitektur, Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan. Pembicara yang dihadirkan adalah Cakra Nagara, ST., MT., ME, yang saat ini sebagai Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

Disampaikan Cakra Nagara, Kemetrian PU sejak 2016 hingga saat ini berusaha mendekatkan diri dan membantu seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan dari usaha ini agar mahasiswa yang telah lulus dapat segera masuk dalam industri jasa konstruksi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Distance Learning.

“Distance Learning disini sejalan dengan revolusi industri 4.0. Intinya adalah siapa yang rajin dia yang menang, siapa yang bisa menggunakan IT dia yang menang. Sudah tidak ada batasan di industri saat ini antara senor dan junior. Jadi poin pentingnya adalah anda-anda harus rajin, mengusai teknologi, dan bisa belajar mandiri,” tandasnya.

“Sesuai dengan yang diamanatkan oleh Menteri Ristek Dikti bahwa ke depannya capacity building. Dimana masa depan capacity building di dunia adalah belajar mandiri dan dapat menghadapi berbagai tes,” imbuh Cakra Nagara.

Selain mendatangkan Cakra Nagara, pemateri lainnya yang dihadirkan adalah Fitri Hadiprabowo dari pihak LPJK DIY. Materi yang disampaikan mengenai Tata Cara Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Kerja Konstruksi. Secara runtut Fitri Hadiprabowo menjelaskan tahapan-tahapan untuk bisa mendapatkan sertikat keterangan ahli.

Fitri Hadiprabowo menuturkan bahwa bagi fresh graduate bisa mendapatkan SKA (Surat Keterangan Ahli) dengan memenuhi beberapa persyaratan seperti telah mengikuti kerja praktek (KP) minimal 2 bulan, telah dinyatakan lulus yudisium/wisuda s1, dan telah mengikuti pembekalan pelatihan keprofesian yang diadakan oleh kementerian PU.

Dalam kesempatan pelatihan SIBIMA konstruksi, para peserta diberi gambaran untuk bisa mengikuti pelatihan agar bisa memperoleh sertifika keahlian. Tidak sebatas pemberian materi, pada sesi terakhir para peserta mempratekkan cara mengikuti tes sesuai dengan bidang keahlian yang diminati secara langsung. Dengan begitu akan mempermudah calon-calon peserta dalam menghadapi tes yang sesungguhnya.