• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Efektivitas Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Covid-19
Berita Kegiatan

Efektivitas Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Covid-19

Pernyataan Sikap UII

Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) HUMERUS Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengadakan webinar mengenai Efektivitas plasma kovalen sebagai terapi Covid-19 yang tengah gencar dilakukan beberapa bulan terakhir, pada Sabtu (3/7).

“Meski sudah banyak pasien Covid-19 sembuh, tapi sejauh ini belum ada obat khusus untuk mengobati orang yang terinfeksi Covid-19,” jelas dr.Suryanto, Sp. PK, Wakil Ketua Bidang Unit Transfusi Darah PMI Yogyakarta.

Mengenai pengobatan yang saat ini banyak dilakukan yaitu menggunakan plasma konvalesen bukan lagi hal baru. Tercatat penggunaan plasma konvalesen sebagai terapi dimulai pada tahun 1892 untuk penyakit difteri.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang dikumpulkan dari pasien yang sembuh dari suatu infeksi,” Dalam kasus Covid-19 ini, berarti plasma konvalesen diambil dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19,” kata dr. Suryanto.

Dalam plasma konvalesen tersebut terdapat banyak antibodi yang sudah terbentuk. Antibodi sendiri ada yang alami dan didapat. Alami jika seseorang mendapatkan antibodi setelah sakit penyakit tertentu. Sedangkan yang didapat contohnya adalah vaksinasi. Kategori didapat akan dibagi lagi menjadi aktif dan pasif.

Vaksinasi merupakan kekebalan yang sifatnya aktif. Pemberian vaksin seperti protein virus diberikan pada seseorang diharapkan tubuh akan membentuk antibodi. “Sedangkan penggunaan plasma konvalesen dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19 adalah kekebalan pasif,” tegasnya

Dikatakan pasif karena antibodi diperoleh dari orang yang sudah sembuh lalu ditransfusikan ke orang yang sakit dengan tujuan memberi antibodi yang dapat menetralisir virus. Plasma konvalesen mengandung tidak hanya antibodi, ada juga faktor koagulasi, anti inflamasi sitokin, protein S dan C. “Utamanya adalah albumin,” jelasnya.

Tidak semua donor plasma konvalesen dapat digunakan. Sebelumnya harus mengecek kadar antibodi menggunakan alat Apheresis. “Di Jogja sendiri alat tersebut tersedia di Rumah Sakit dr. Sardjito, RSP UGM, dan PMII,” imbuh dr.Suryanto.

Ada beberapa syarat untuk bisa mendonorkan plasma konvalesen. “Syarat pertama adalah pernah terkonfirmasi Covid-19 ditunjukkan dengan hasil tes PCR yang positif yang telah sembuh dengan 14 hari tanpa gejala apapun. Lebih diutamakan pria atau wanita yang belum pernah hamil dengan rentang usia 18-60 tahun dan berat badan minimal 55 kg untuk pria dan 60kg untuk wanita. Terakhir adalah tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir,” jelasnya. “Semua syarat tersebut harus dipenuhi,” tegasnya.

Selanjutnya diambil dosis plasma konvalesen sebanyak 400cc, sehingga satu pendonor sudah bisa mencukupi kebutuhan pasien. Alur donor plasma konvalesen ke UDD PMI hampir sama seperti donor biasa. Pendonor dapat datang langsung ke UDD PMI dengan membawa surat pernah terkonfirmasi Covid-19 menggunakan PCR dan surat keterangan sembuh dari dokter. Selanjutnya pendonor akan registrasi melalui QR yang ada di flyer dan banner.

“Kami juga memiliki aplikasi yang bernama AYO DONOR. Diharapkan dapat memberi akses yang lebih mudah kepada calon pendonor. Tersedia untuk penderita android dan ios,” jelasnya.

Sedangkan untuk permintaan plasma konvalesen ke UDD PMI dapat dengan membuat surat permintaan dari dokter yang berisi data pasien seperti nama, usia, golongan darah, dan volume plasma konvalesen yang dibutuhkan. Selanjutnya surat akan dikirim bersamaan dengan sampel darah. Jika stok ada maka akan langsung diberikan, jika tidak ada menunggu keesokan hari. “Kami juga bekerja sama dengan PMI regional dan pusat untuk membantu mencarikan donor plasma konvalesen yang dibutuhkan, namun stoknya kosong,” imbuhnya.
Saat ini penggunaan plasma konvalesen sebagai terapi untuk Covid-19 dinyatakan efektif. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak baik pendonor, dokter, rumah sakit, pasien, dan PMI dapat saling bekerja sama untuk selamat dari pandemi Covid-19. (UAH/RS)

4 Juli 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-07-04 13:12:082021-08-12 13:13:29Efektivitas Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Covid-19

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mencermati Dampak Digitalisasi Bagi UMKM Link to: Mencermati Dampak Digitalisasi Bagi UMKM Mencermati Dampak Digitalisasi Bagi UMKM Link to: Persiapkan Diri untuk Menghadapi Dunia Kerja Link to: Persiapkan Diri untuk Menghadapi Dunia Kerja Mahasiswa FIAI Sabet Juara 1 Artikel Ilmiah NasionalPersiapkan Diri untuk Menghadapi Dunia Kerja Scroll to top Scroll to top Scroll to top