Sajadah merupakan sarana yang seringkali digunakan oleh umat Islam di Indonesia untuk beribadah. Namun, hal yang perlu dicermati kebanyakan sajadah yang digunakan di Indonesia merupakan produk impor. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada, Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) Hadza Min Fadhli Robby, S.I.P., M.Sc. pada Pembukaan Pameran Sajadah Imaji Indonesia di Gedung YBW UII, Jalan Cik Ditiro No. 1 Yogyakarta, pada Kamis siang (13/2).

Disampaikan Hadza berdasarkan data BPS pada tahun 2018 yang dikutip oleh CNBCIndonesia.com pada tanggal 11 Februari 2020, sebagian besar sajadah yang diimpor berasal dari negara-negara seperti Cina, Saudi Arabia, Turki, Maroko, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selain itu, data yang sama juga menyebutkan bahwa pada tahun 2018, nilai impor sajadah non katun mencapai total USD 1,881 juta atau sekitar Rp 26 miliar dengan volume 893,3 ton. “Jumlah impor ini merupakan jumlah impor yang tertinggi dan berasal hanya dari satu negara pengimpor yakni Cina,” ujarnya.

Menurut Hadza, fakta ini tentunya perlu menjadi sebuah pengingat bagi semua pihak, karena Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas untuk memproduksi sajadah secara domestik. Selain masalah kapasitas produksi, Indonesia juga memiliki ciri khas desain tersendiri yang sebenarnya dapat diadopsi sebagai pilihan alternatif dari sajadah impor yang biasanya memiliki corak desain khas Timur Tengah.

Menyadari hal ini, diungkapkan Hadza, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada YBW UII mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyadari urgensi pemberdayaan industri sajadah lokal dengan memproduksi sajadah yang bercorak desain ala Indonesia. Untuk menemukan sajadah yang bercorak desain ala Indonesia, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada telah mengadakan sayembara desain yang mengumpulkan kurang lebih 233 karya dari peserta lintas-usia dan lintas-profesi.

“Dengan melibatkan lima juri yang kompeten, yakni Dr. Suwarno Wisetrotomo (Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta), Nasirun (Seniman Yogyakarta), Nita Azhar (Desainer), Dr. Arif Budi Solihah (Dosen Arsitektur FTSP UII), dan Dr. Siti Anisah (Dosen FH UII dan PYBW UII), terpilih 4 karya yang menjadi pemenang dalam sayembara desain sajadah imaji Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Hadza, bersama 4 karya pemenang tersebut, ada pula 94 karya yang dipamerkan di Auditorium YBW UII dari tanggal 13 Februari sampai 20 Maret 2020. Pemberian hadiah sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2020 bersamaan dengan acara penutupan pameran. (D)