FTDI UII Lepas 83 Mahasiswa Ikuti Program Mobilitas Internasional 2026
Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan pelepasan mahasiswa peserta mobilitas internasional pada (11/08) di Auditorium gedung Mohammad Natsir FTDI UII. Para mahasiswa yang dilepas diantaranya akan mengikuti joint workshop, summer program, double degree, students exchange ke berbagai universitas di dunia dengan total mahasiswa sebanyak 83 peserta.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian, FTDI UII, Ir. Hanif Budiman, M.T., Ph.D., IALI., menyampaikan dengan akreditasi internasional yang dimiliki FTDI UII, tentu saja kita harus memberikan seluruh proses pembelajaran, kurikulum, serta pengalaman dan kompetensi global kepada para mahasiswa.
Kemudian Hanif sangat bangga atas program mobilitas internasional yang diikuti para mahasiswanya, Ia berpesan untuk mampu menjaga sikap, kedisiplinan, dan antusiasme selama mengikuti program mobilitas internasional.
“Anda bukan sekadar mahasiswa yang akan berdiskusi tentang arsitektur, teknik sipil, atau teknik lingkungan, tetapi secara umum Anda semua akan menjadi duta universitas kita. Jadi, tolong manfaatkan waktu ini untuk mengambil tantangan tersebut, guna melanjutkan tidak hanya program ini, tetapi juga karier anda di masa depan. Tolong bangun antusiasme yang kuat untuk mengikuti seluruh rangkaian aktivitas selama program berlangsung,” pungkas Hanif.
Ketua Program Studi Teknik Sipil Program Sarjana, Dinia Anggraheni, S.T., M.Eng., memaparkan ada tiga program yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Sipil Program Internasional Program Sarjana meliputi program musim panas (Summer Course) di Jepang diikuti oleh 8 mahasiswa yang akan berangkat pada 4-10 Oktober 2026 dengan fokus pembahasan tentang manajemen bencana dan ketangguhan.
“Jadi mengapa Jepang? Mengapa tempatnya di Jepang? Karena Jepang memiliki saya rasa ketangguhan yang paling baik untuk mengelola bencana,” ungkap Dinia.
Kedua, program gelar ganda (Double Degree) yang menjadi pengalaman pertama bagi program studi Teknik Sipil untuk memberangkatkan satu mahasiswanya studi satu tahun di Saxion University of Applied Sciences, Belanda dengan skema 3+1. Ketiga, program pertukaran pelajar (Students exchange) yang diikuti oleh dua mahasiswa kerjasama antara UII dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia selama satu semester mulai Oktober 2026 hingga Februari 2027.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Arsitektur Program Sarjana, Arif Budi Sholihah, S.T., M.Sc., Ph.D., memaparkan program yang disebut Autumn Western Europe Program yang akan diikuti oleh 31 mahasiswa dan 4 dosen Program Studi Arsitektur Program Internasional Program Sarjana untuk mengikuti joint workshop di Free University of Bozen-Bolzano, Italia. Selain itu mahasiswa juga akan mengikuti banyak studi lapangan ke berbagai kota di Eropa, termasuk Roma, Vatican City, Munchen, Venesia, Wina, Praha, dan lain sebagainya selama 30 September–11 November 2026.
Selain Outbound FTDI juga menjadi tuan rumah Inbound bagi Program ASEAN Student Mobility (ASM) 2026, yang berlangsung pada 10–22 Agustus 2026. Program ASM 2026 mempertemukan 44 mahasiswa dan 9 dosen yang 32 diantaranya dari UII, dan delapan universitas lainnya, meliputi Rangsit University, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), International Islamic University Malaysia (IIUM), UCSI University Malaysia, Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Rotterdam University of Applied Sciences (RUAS).
Terakhir, Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Program Sarjana, Any Juliani, S.T., M.Sc. (Res.Eng.), Ph.D. memaparkan Teknik Lingkungan akan menyelenggarakan UII–KUAS–NIES International Summer Program 2026: Student and Researcher Mobility in Environmental Research pada 24–28 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi universitas mitra dari jepang yaitu Kyoto University of Advanced Science (KUAS) dan National Institute for Environmental Studies (NIES). Akan ada sembilan delegasi dari UII, mereka akan belajar secara khusus tentang pengelolaan lingkungan pesisir.
Randy Arya Dwi Permana sebagai mahasiswa double degree ketika ditanyai persiapan apa yang harus dilakukan, ia menjawab persiapannya penuh lika-liku dan panjang tetapi karena dibantu para dosen semuanya bisa terselesaikan.
“Untuk persiapannya sih saya kira waktu beberapa saya research kebanyakan dan juga mengikuti beberapa webinar yang diselenggarakan oleh PPI di sana, Persatuan Pelajar Indonesia, lalu ada dari Saxion itu sendiri, dan yang ketiga ada dari Kedutaan Besar di Den Haag. Itu mereka juga memfasilitasi mahasiswanya untuk persiapan bagaimana studi di Belanda, dari awal hingga akhirnya menuju ke universitas tujuan,” ujar Randy.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menguatkan internasionalisasi FTDI UII, mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional, serta memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan di tingkat nasional maupun global. (AAK/AHR/RS)





