• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / FTSP UII Diskusikan Robohnya Selasar Gedung BEI
Berita Kegiatan, Pilihan

FTSP UII Diskusikan Robohnya Selasar Gedung BEI

Peristiwa robohnya lantai mezanin atau selasar di dalam gedung Tower 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, telah menuai keprihatinan mayarakat di tanah air. Kejadian tersebut melukai puluhan pengunjung dan pegawai yang saat peristiwa terjadi, pada 15 Januari 2018, berada di lokasi. Berbagai spekulasi pun muncul mulai dari kelayakan konstruksi bangunan hingga keberadaan sertifikat gedung yang berdiri sejak tahun 1998 ini.

Merespon hal tersebut, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII menyelenggarakan Diskusi dan Konferensi Pers dengan Tema ‘Kejadian Runtuhnya Bagian Gedung BEI’, pada Selasa (16/1), bertempat di Gedung  Mohammad Natsir UII.

Sejumlah pakar UII yang hadir antara lain Dekan FTSP UII, Dr.-Ing. Widodo, Wakil Dekan FTSP UII, Setya Winarno, Ph.D., Ketua Progam Studi Arsitektur UII, Noor Cholis Idham, Ph.D., Ketua Program Magister Teknik Sipil UII, Prof. Sarwidi, Ketua Program Doktor Teknik Sipil UII, Prof. Widodo, dan Guru Besar Bidang Struktur, Prof. Moch Teguh.

Disampaikan Dr.-Ing. Widodo saat membuka jalannya diskusi, standar mutu kontsruksi di Indonesia selama ini dinilai masih rendah. Ia menuturkan semua pekerja kontruksi seharusnya telah tersertifikasi, untuk mengamankan kualitas konstruksi. Berekenaan sertifikasi profesi bidang konstruksi ini menurut Dr.-Ing. Widodo untuk wilayah DI Yogyakarta baru 30 persen. Sementara bila dilihat secara nasional baru 9 persen saja yang telah tersertifikasi.

Sementara disampaikan Prof. Sarwidi, hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bangunan antara lain fungsi, keamanan struktur, keindahan, dan kenyamanan. Pelajaran yang dapat diambil dari peristriwa runtuhnya mesanin BEI ini adalah menjadi momentum pengingatan kepada publik bahwa faktor keamanan struktur, apalagi pada bangunan publik harus menjadi prioritas utama.

“Tentu saja investigasi secara mendalam oleh yang berwenang dengan melibatkan para ahli dengan menggali data secara rinci baik dalam dokumen pembangunan maupun yang ditemui di lapanganlah yang akan menjadi analisis rujukan nantinya,” imbuhnya.

Sedangkan Prof. Widodo dalam kesempatannya menggarisbawahi belum adanya kebiasaan yang baik dalam hal konstruksi, seperti audit kelayakan pada bangunan-bangunan lama. Dalam kasus robohnya bagian Gedung BEI, disampaikan Prof. Widodo struktur kabel menjadi faktor yang sangat penting.

Dijelaskan Prof. Widodo struktur kabel bila bebannya di ujung, hampir 100 persen yang menahan beban ada di kabel. Selain itu dalam musibah di Gedung BEI balok tidak didesain mampu menahan beban. ”Ketika kabel runtuh, harusnya balok bisa menahan beban konstruksi,” tandasnya.

Prof. Teguh menegaskan dalam membuat bangunan yang perlu diperhatikan tidak hanya dari segi keindahan, tetapi juga dalam hal keamanan. Selain itu penting dalam pembangunan gedung dapat mengacu pada 4 hal yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Selain itu Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memperoleh edukasi bagaimana membangun rumah, bagaimana masyarakat menyikapi bila terjadi gempa.

17 Januari 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/01/IMG_1825.jpg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2018-01-17 13:21:452018-01-18 11:02:28FTSP UII Diskusikan Robohnya Selasar Gedung BEI

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Seminar Peradaban Islam di Pondok Pesantren UII Berlangsung Khidmat Link to: Seminar Peradaban Islam di Pondok Pesantren UII Berlangsung Khidmat Seminar Peradaban Islam di Pondok Pesantren UII Berlangsung Khidmat Link to: UISU Medan Tertarik Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru FK UII Link to: UISU Medan Tertarik Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru FK UII UISU Medan Tertarik Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru FK UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top