• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Gedung Baru dan Ibrah Ka’bah 
Pojok Rektor

Gedung Baru dan Ibrah Ka’bah 

Peresmian gedung baru untuk Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia hari ini(21/01/2022), mengingatkan saya pribadi kepada pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim sekitar 4.000 tahun yang lalu (atau sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi).

 

Pembangunan Ka’bab

Ka’bah adalah tempat peribadahan pertama yang dibangun manusia di atas Bumi (QS Ali Imran: 96-97). Ka’bah merupakan simbol kerja keras dan pengabdian tulus hamba kepada Tuhannya. Ka’bah dibangun atas perintah Allah (Sahih Al-Bukhari 3365).

Dalam pembangunannya, Nabi Ibrahim tidak sendiri. Putra kesayangannya, Nabi Ismail, membantunya dengan mengambilkan batu untuk ditata menjadi dinding Ka’bah.

Allah memberikan sebuah batu untuk berpijak atau “ancik-ancik”. Dengan batu itu, Nabi Ibrahim mampu menata batu dinding Ka’bah yang semakin tinggi. Batu itu saat ini disebut dengan Maqam Ibrahim.

Nabi Ismail memberikan batu kepada ayahnya yang berdiri di atas batu tersebut. Ayahnya, kemudian menata batu. Ada riwayat yang menyebutkan batu tersebut terasa lunak sehingga telapak kaki Nabi Ibrahim membekas di sana. Ada yang juga menceritakan jika Nabi Ismail digendong di atas di pundak Nabi Ibrahim untuk membantu ayahnya meletakkan batu (Peters, 1994).

Pada tahun 870, ketika ditemukan kembali, batu tersebut ternyata mempunyai tulisan di atasnya. Kisah ini ditulis oleh Al-Fakihi, dalam bukunya Taʾrīkh Makka (Cronicle of Mecca). Abu Zakariyya al-Maghribi, pakar hieroglif Mesir yang diminta bantuan oleh Al-Fakihi menerjemahkannya menjadi: “Aku Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, Raja yang tidak terjangkau.” (Peters, 1994).

Beragam riwayat ditemukan terkait batu itu. Batu tersebut merupakan satu dari dua batu dari surga yang diturunkan Allah ke bumi. Satu lainnya adalah Hajar Aswad.

Sebuah riwayat menyebut, jika Allah tidak menghilangkan sinar dari keduanya, maka keduanya akan mampu menerangi Timur dan Barat secara keseluruhan.  Sementara dalam riwayat lain, disebutkan, seandainya bukan karena dosa dan kesalahan manusia, kedua batu tersebut mampu menerangi Timur dan Barat.

Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dituliskan bahwa ketika Ka’bah selesai dibangun Nabi Ibrahim diminta Allah memanggil umat manusia melakukan haji. Ketika itu, Nabi Ibrahim menjawab, “Ya Allah, bagaimana saya dalam memanggil mereka jika suara saya tidak sampai ke mereka?”. Jawab Allah, “Panggillah, dan Aku yang akan meneruskannya”. Akhirnya Nabi Ibrahim di atas Maqam Ibrahim dan memanggil manusia untuk melakukan haji.

 

Mengambil ibrah

Jika Ka’bah adalah rumah Allah (bait Allah), gedung yang digunakan untuk Fakultas Hukum ini ini adalah rumah ilmu (bait al-ilmi), di mana ilmu dikembangkan, ditransmisikan, dan diaplikasikan untuk sebanyak mungkin manfaat.

Nabi Ibrahim membangun Ka’bah dengan niat suci, pun demikian juga seharusnya niat dalam membangun gedung ini yang memerlukan waktu empat tahun. Niat utama untuk mensyiarkan ajaran Islam yang dicanangkan oleh para pendiri sudah seharusnya dirawat dengan serius.

Nabi Ibrahim dengan segala kekuatannya tidak membangun Ka’bah sendirian. Ada Nabi Ismail yang membantunya, dan juga teknologi kiriman Allah dalam bentuk batu, Maqam Ibrahim. Pun demikian dengan gedung ini. Ada kontribusi banyak aktor di sana yang tidak bisa diabaikan, plus pertolongan Allah yang tak henti.

Nabi Ibrahim juga membangun Ka’bah bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk pusat peribadahan umat manusia. Sudah seharusnya juga, gedung ini bisa diakses untuk banyak orang untuk memberikan manfaat terbesarnya.

Jika batu Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad menjadi hitam karena dosa dan kesalahan manusia, kita semua berharap gedung ini tetap bersinar. Syaratnya adalah pengembangan, transmisi ilmu, kontekstualisasi dari gedung ini juga selalu disinari sukma, nurani, atau akal sehat.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk bersyukur atas nikmat yang tak henti diberikannya kepada UII, dan kita semua.

 

Referensi

Peters, F.E. (1994). The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and The Holy Places. Princeton: Princeton University Press.

Sambutan pada acara peresmian gedung baru yang ditempati oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 21 Januari 2022.

21 Januari 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/01/WhatsApp-Image-2022-01-21-at-13.25.05.jpeg 899 1600 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022022-01-21 13:21:042022-01-21 19:00:38Gedung Baru dan Ibrah Ka’bah 

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Bangun Sinergi dengan Universitas Jambi Link to: UII Bangun Sinergi dengan Universitas Jambi UII Bangun Sinergi dengan Universitas Jambi Link to: Gedung Baru Fakultas Hukum UII Diresmikan Link to: Gedung Baru Fakultas Hukum UII Diresmikan Gedung Baru Fakultas Hukum UII Diresmikan Scroll to top Scroll to top Scroll to top