• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Gen Z Biar Gak Boros, Yuk Atur Uang Dengan Cara Ini
Berita Kegiatan, Pilihan

Gen Z Biar Gak Boros, Yuk Atur Uang Dengan Cara Ini

Berdasarkan sebuah survey, sebanyak 85% generasi Z ternyata tidak memiliki tabungan. Generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 disebut memiliki minimal literasi terkait keuangan. Mereka tidak terbiasa mengatur keuangan dan cenderung menghabiskan uang untuk sesuatu yang bukan kebutuhan utama. Demikian disampaikan Rininta Hanum, ST., M.Eng, selaku Ketua Program Inkubasi IBISMA (Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama) UII dalam Webinar Bakti Sosial Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (BAKSOS MABA) 2022 pada Sabtu (12/03). Ia menyebut kemudahan era digital cenderung membuat boros.

Ia menjelaskan jika dampak negatif dari era digital ini adalah tawaran promo serta diskon bisa ditemukan dimana saja. Strategi marketing yang kini sudah beralih di media sosial seperti Instagram, tiktok, bahkan twitter ternyata memiliki banyak dampak. Jika tak memiliki strategi khusus maka bersiap untuk tidak memiliki tabungan atau dana simpanan. Uang bukan dibelanjakan secara tepat, justru terbuang percuma untuk hal yang kurang penting

Menanggapi hal tersebut, Rininta mengingatkan Gen Z untuk berhemat. Berpikir secara realistis kebutuhan hidup di masa yang akan datang akan semakin meningkat. Maka Gen Z harus berhemat mulai dari hari ini. “Jadikan sikap hemat dan rajin menabung menjadi kebiasaan,” katanya.

Dia menambahkan kebiasaan keuangan yang cerdas adalah dengan melakukan rencana keuangan, hidup sesuai kemampuan, serta mencari pemasukan dari sumber lain. Banyak sekali Gen Z yang hidup berdasarkan gengsi hingga anggaran yang dikeluarkan sesuai dari kemampuan. “Paling banyak pengeluaran Gen Z sebesar 35% adalah untuk liburan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sisanya 25% untuk nongkrong, 20% makan, 13% fashion kecantikan, dan 7% investasi. Padahal money-smart people adalah orang yang berorientasi pada masa depan, sabar, dan mampu menunda kesenangan demi kestabilan. “Berbeda sekali dengan sebagian besar sikap Gen Z,” katanya.

Rininta lalu membagikan tips sederhana yang bisa dijadikan kebiasaan oleh Gen Z. Pertama, Gen Z haruslah menabung sedari dini dan harus punya komitmen. Kedua, Gen Z harus mampu mengelola pemasukan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Lalu adalah memiliki asuransi atau investasi. Terakhir adalah memiliki dana darurat. “Pentingnya dana darurat adalah karena kita tidak bisa memastikan masa depan,” jelasnya.

Dia memberi contoh semisal mahasiswa setiap bulan diberi uang saku sebesar 1 juta oleh orang tuanya. Maka ia harus mengatur uang sakunya dengan aturan 50/20/30. 500.000 untuk kebutuhan, 200.000 untuk menabung, dan 300.000 adalah keinginan. “Kendalikan pengeluaran yang bersifat impulsif,” pesannya.

Tips lain yang ia bagikan adalah dengan memisahkan rekening tabungan dan rekening harian. Juga membuat catatan pengeluaran. Banyaknya promo diskon yang beredar baik di platform online maupun offline jangan lantas menjadi mudah tergiur. “Belilah sesuatu sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Senada, Raissa Shofi Amani yang berprofesi sebagai Public Relation ISP Semarang juga mengatakan hal yang sama. Ia menekankan bagi siapapun yang akan melakukan investasi agar tidak hanya modal ikut trend karena semua produk investasi memiliki risiko. “Investasi bukan alat untuk menjadi kaya, melainkan memenuhi kebutuhan masa depan,” tutupnya. (UAH/ESP)

14 Maret 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/Yuk-Kenali-Prinsip-dan-Jenis-Investasi-Syariah.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-03-14 11:30:462022-03-16 11:32:08Gen Z Biar Gak Boros, Yuk Atur Uang Dengan Cara Ini

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Nadira Muthia Berbagi Kisah dan Tips Mengikuti IISMA Link to: Nadira Muthia Berbagi Kisah dan Tips Mengikuti IISMA Nadira Muthia Berbagi Kisah dan Tips Mengikuti IISMASukses Berkarir Sesuai Syariat Islam Link to: Perlu Dipersiapan Sejak Dini untuk Menjadi Diplomat Link to: Perlu Dipersiapan Sejak Dini untuk Menjadi Diplomat Perlu Dipersiapan Sejak Dini untuk Menjadi Diplomat Scroll to top Scroll to top Scroll to top