Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menyelenggarakan kegiatan Global Women’s Breakfast pada Rabu (12/2), di halaman Gedung CEOS FMIPA UII. Kegiatan yang diinisiasi oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) bertujuan membantu ahli kimia wanita memperluas jaringan, baik lokal maupun internasional. Bersamaan juga digelar seremoni peletakan batu pertama pembangunan Gendung Laboratorium Riset Kimia UII.

Ketua Jurusan Kimia UII, Prof. Dr. Is Fatimah, S.Si., M.Si. menuturkan mayoritas perempuan tidak berkesempatan sarapan ketika memulai aktivitas sehari-hari. Dengan alasan-alasan inilah IUPAC menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi keilmuan seluruh dunia untuk mempromosikan aktivitas sarapan, sekaligus mendukung karir ilmuwan perempuan.

“Dari universitas, perusahaan, masyarakat kimia nasional, laboratorium pemerintah, dan organisasi ilmiah lainnya, serta masing-masing kelompok ahli kimia diundang untuk berpartisipasi,” jelasnya pada kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka international day of women and girls in science ini.

Disampaikan Prof. Is Fatimah, Jurusan Kimia FMIPA UII pada tahun 2020 merupakan satu-satunya universitas yang bekerjasama dengan IUPAC dalam menyelenggarakan Global Women’s Breakfast. “Sejak tahun 2019, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII ditunjuk sebagai salah satu titik penyelenggara kegiatan, dan ini merupakan tahun kedua untuk acara Global Women’s Breakfast,” paparnya.

Kegiatan Global Women’s Breakfast dengan tema Leadership Development and Conversation with Women Leader meliputi kegiatan sarapan, dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi ilmiah para wanita. “Sarapan pertama kegiatan Global Women’s Breakfast dimulai di Selandia Baru sekitar pukul 07.00 waktu setempat dan akan berakhir jam 07.00 waktu pagi di Hawaii. Kegiatan ini akan di-broadcast di akun media sosial secara berpasangan dengan titik-titik sewaktu,” terang Prof. Is Fatimah.

Prof. Is Fatimah juga mengungkapkan rasa syukur dengan akan dibangunnya laboratorium riset kimia. “Alhamdulillah hal ini sangat luar biasa bagi kami di jurusan Kimia, ini adalah tonggak sejarah bagi kami dan cita-cita kami untuk membangun laboratorium riset kimia. Mudah-mudahan dapat memotivasi alumni, dosen, dan para staf di jurusan Kimia,” tandasnya.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa stigma perempuan nomor dua harus disirnakan. Sebagaimana tersirat dalam At Taubah ayat 71-72. “Dalam tafsir Ibnu Kasir kata auliya memiliki makna saling menolong dan saling menopang. Jadi laki-laki dan perempuan harusnya saling menolong dan saling menopang, tidak lagi wanita menjadi warga kasta kelas dua. Kesadaran bahwa laki dan perempuan setara sangat penting dan acara seperti ini sebagai ikhtiar untuk mengangkat, menyetarakan area permainan. Mudah-mudahan akan berlanjut di tahun yang akan dating,” paparnya.

Sementara pada sesi talk show dihadirkan narasumber Sidrotun Naim, Ph.D., M.P.A., yang saat ini sebagai Chief of Human Capital Officer Sekolah TAMBAK, Indonesia. Penyelenggaraan talk show didukung oleh Loreal Indonesia, The OWSD Indonesia Nasional Chapter, Himpunan Kimiawan Indonesia (HKI) dan IUPAC. (HN/RS)