,

Grand Opening SAFIR 1443 H Berlangsung Khidmat

Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1443 H, Safari Iman Ramadhan Universitas Islam Indonesia (SAFIR UII) resmi dibuka. Grand Opening yang bertemakan “Metamorfosa Pesona Ramadhan, Raih Kilau Kemenangan” ini menghadirkan Syeikh Dr. Thyzen Alhakimi. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB pada Kamis (31/3), di Auditorium Prof. K.H. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII tersebut berlangsung khidmat.

Dalam sambutannya, Eko Susilo, SIP, M.Si, Kepala Bagian Kebijakan Bina Mental dan Sarana Keagamaan Yogyakarta menyatakan ibadah puasa merupakan suatu kebiasaan yang sangat melekat pada kegiatan masyarakat sehari hari, sehingga penerapan aktivitas puasa pun secara optimal pun sangat mudah diterima oleh masyarakat di Indonesia.

“Dimensi puasa demikian luas di tengah sosial kemasyarakatan, hal ini merupakan bahwa ibadah puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi menyimpan sedemikian banyak misteri, yang senantiasa terus menerus harus dikuak dan dibahas oleh ilmu pengetahuan yang lebih besar dari kehidupan kemasyarakatan bangsa dan negara,” ungkap Eko Susilo.

Dalam kesempatannya Eko Susilo juga menyarankan masyarakat untuk patuh terhadap kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti halnya menjaga protokol kesehatan. Itu dimaksudkan supaya masyarakat dapat menjalankan aktivitas di bulan Ramadan menjadi lebih sehat dan terjaga.

“Izinkan saya berpesan untuk terus konsisten melaksanakan ibadah dengan tertib seraya tetap melaksanakan protokol kesehatan. Saya percaya bahwa kekuatan iman ini menjadi kunci perantara keberkahan ibadah Ramadan. Kita juga harus menciptakan suasana sehat dan kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Junaidi Safitri, S.E.I., M.E.I. selaku Direktur Direktorat Pendidikan & Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII turut mengamini ucapan Eko Susilo, SIP, M.Si,. Ia menekankan bahwa selama bulan Ramadan, umat Islam dihimbau untuk memaksimalkan berbagai keutamaan di bulan Ramadan.

“Ramadan ini sangat-sangat perlu untuk dimaksimalkan, manfaatkan dan perlu kita jadikan momentum kita mendekatkan kita kepada Allah. Bertaqwa tidak hanya menjalankan perintah dan menjalankan larangan tetapi bagaimana kita dapat menjadi seorang yang memberi manfaat dan memberi kebaikan untuk siapapun dan kapanpun. Karena kemanfaatan itulah yang menjadi amal jariyah kita untuk mendapat anugrah dari Allah,” terangnya.

Umat Islam juga diharapkan telah mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan amaliyah syar’iyah. “Semoga kegiatan Grand Opening ini menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk mempersiapkan diri, mempersiapkan hati, pikiran dan seluruhnya dengan suka cita kita menyambut bulan suci Ramadan,” tukasnya.

Pentingnya Niat di Bulan Ramadan

Bukan hanya Tenggelam di dalam romansa indahnya nuansa Ramadan, umat Islam juga dituntut untuk memantapkan hati dan meluruskan niat dalam menjalankan aktivitas selama satu bulan mendatang.

“Saat kita mengucapkan sesuatu, kita harus menjalankannya di dalam hati. Ketika sudah dimantapkan dengan hati maka harus dibuktikan dengan perbuatan amaliyah,” tutur Syeikh Dr. Thyazen Alhakimi yang hadir menyampaikan tausiyah dalam Grand Opening SAFIR UII 1443 H.

Imam Masjid Raya Bandung ini menghimbau untuk jangan bersedih saat diri kita di dzolimi oleh orang lain. Sebab itu perlakuan buruk seseorang terhadap kita sudah disiapkan oleh yang maha kuasa. Sedangkan kita diharuskan untuk selalu bersabar dan meningkatkan iman kepada Allah secara konsisten. (AMG/RS)