• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Gus Baha: Kaji Ilmu Al-Quran Sampai Akhir Hayat
Berita Kegiatan, Pilihan

Gus Baha: Kaji Ilmu Al-Quran Sampai Akhir Hayat

Mengkaji Al-Qur’an memang tidak pernah ada habisnya. Sebab di dalamnya berlimpah mukjizat, petunjuk hidup, dan pembeda antara haq dan bathil. Kitab yang dijaga langsung oleh keasliannya oleh Allah ini juga terus sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagaimana disampaikan KH. Baha’uddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam kajian Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII), pada Senin, (29/7), di Masjid Ulil Albab UII.

Disampaikan Gus Baha, untuk mempelajari, memahami kandungan setiap ayat yang ada di dalam Al-Quran memerlukan banyak ragam ilmu. “Mulai dari ilmu-ilmu agama, tafsir, bahasa arab, ilmu tajwid, asbabun nuzul, nasikh dan mansukh, makkiyah dan madaniyah, dan banyak lainnya. Bahkan disebutkan Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan bahwa untuk menguraikan Al-Qur’an diperlukan 80 cabang ilmu, atau yang disebut dengan Ulumu Qur’an (Ilmu-Ilmu Al-Qur’an)”, ujarnya.

Kiai yang dikabarkan pernah menolak gelar Doktor Honoris Causa yang ditawarkan UII ini juga menggarisbawahi surah makkiyah dan madaniyah (ayat yang diturunka di Mekkah dan yang diturunkan di Madinah). “Hal ini penting sekali karena surah makkiyah itu berkaitan dengan tema-tema tauhid, yang kedua mengabaikan hal-hal yang sifatnya Furu’iyah.” Jelas Gus Baha.

Beliau mencontohkan bahwa dulu, dengan durasi waktu yang cukup lama, Al-Quran tidak menyebutkan bahwa khamr itu haram. Kendati demikian, Al-Quran juga tidak menyebutnya halal.

Sehingga terjadi peristiwa, saat itu ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengundang Ali dan beberapa sahabatnya untuk makan, termasuk di dalamnya dihidangkan Khamr. Hingga membuat kesadaran mereka terganggu. Hal ini terjadi sampai mendekati waktu salat. Pada saat itu, Ali diminta menjadi imam dengan keadaannya yang sedang dalam pengaruh khamr. Akibatnya, bacaan surah Al-Kafirun yang ia bacakan salah. Dari peristiwa ini, turunlah ayat yang mengharamkan khamr. Sebagaimana dijelaskan dalan surah An-Nisa ayat ke 43.

Hingga pada suatu saat terjadi peristiwa yang menyebabkan antara sahabat nabi bertikai dan membuat salah satu terluka, yang tidak lain karena pengaruh khamr. Karena kejadian tersebut, turunlah ayat Al-Maidah : 90. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa dalam melaksanakan syariat itu bertahap.

Dalam penuturan ceramahnya, Gus Baha juga menanggapi terkait dengan Islam struktural dan Islam kultural. Menurutnya, keduanya sama-sama baik. Tergantung kondisi lingkungan seseorang di dalam masyarakat. Beliau lebih memilih Islam secara kultural karena dekat dengan masyarakat di desa.

“Kalau setiap orang dalam hal agama harus mengikuti hal-hal yang sifatnya terstruktur, siapa yang akan mengajari masyarakat yang ada di desa” tegas beliau.

Di waktu penghabisan ceramahnya, beliau juga berpesan kepada para jama’ah agar melakukan sesuatu diniatkan untuk Allah semata. “Kebaikan yang kita lakukan itu tidak perlu pengakuan, cukup melakukannya karena Allah.” Ujar Kiai yang juga pernah belajar dengan Syaikhina KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar karangmangu, Serang, Rembang. (DD/ESP)

31 Juli 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/07/IMG_0020.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-07-31 15:44:082019-08-02 13:09:21Gus Baha: Kaji Ilmu Al-Quran Sampai Akhir Hayat

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII – UAI Kembangkan Integrasi Islam dan Sains Modern Link to: UII – UAI Kembangkan Integrasi Islam dan Sains Modern UII – UAI Kembangkan Integrasi Islam dan Sains Modern Link to: Empat Dosen UII Ikuti Summer Program di Malaysia Link to: Empat Dosen UII Ikuti Summer Program di Malaysia Empat Dosen UII Ikuti Summer Program di Malaysia Scroll to top Scroll to top Scroll to top