Perayaan Idul Adha tahun ini terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pandemi Covid-19, banyak protokol kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Merespon kondisi ini, Judicial Council of International Program FH UII mengadakan diskusi online melalui Live Instagram dengan tema Qurban dan Pandemi : Apa Hikmahnya?. Diskusi ini menghadirkan narasumber Ahmad Sadzali, Lc., M.H. selaku Dosen FH UII.

Sadzali mengawali diskusi dengan menjabarkan pemahaman atas konsep Insan Ulil Albab. Menurutnya, Insan Ulil Albab ialah seseorang yang menggunakan akalnya untuk berpikir dan hatinya untuk mengingat Allah SWT serta bisa menyeimbangkan keduanya. Mereka bisa memahami berbagai hikmah dari berbagai macam kejadian yang dialami.

“Hikmah atau pelajaran dapat kita temukan dengan diri kita sendiri, karena hikmah bersifat sangat subjektif, mengapa?. Karena hikmah berasal dari berbagai macam kejadian kita alami dan juga berdasarkan kepribadian masing-masing personal”, ungkapnya.

Kisah Nabi Ibrahim yang melatarbelakangi adanya pelaksanaan qurban juga mengandung hikmah bahwa pengorbanan harus berdasarkan apa yang dicintai. Tanpa hal itu maka pengorbanan hanya akan menjadi sia-sia.

“Menurut saya setiap agama punya doktrin tentang pengorbanan masing-masing, dan berdasarkan Islam kewajiban utama ialah menyembah Allah dan menyembah Allah merupakan bagian dari berqurban”, imbuh Sadzali.

Berdasarkan buku Sayyid Ali Asyraf, Ensiklopedia Tematis : Spiritualitas Islam, mengajarkan pengorbanan yang berdasarkan apa yang dicintai di jalan Allah merupakan ujian tersulit bagi manusia. Sadzali memberikan contoh seperti berjihad dalam perang.

Dalam berjihad maka hal yang dikorbankan ialah kehidupan seseorang yang sangat berharga. Namun patut dicatat selalu ada balasan terhadap pengorbanan tersebut dan balasan tersebut adalah surga. Kesuksesan pun tidak akan dapat diraih tanpa adanya pengorbanan.

“Akhir kata, banyak pelajaran dari berkurban, seperti memberikan kebutuhan dan kebahagiaan bagi semua orang. Kita juga bisa berqurban berdasarkan kemampuan masing-masing dan dapat dimulai dengan hal kecil”, pungkasnya. (MRA/ESP)