IGSS UII Gelar Kuliah Umum Palestina Bersama Prof. El-Awaisi
Institute for Global and Strategic Studies (IGSS) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Public Lecture bertajuk “Researching Palestine: Translating Concerns and Sympathy Into Talk and Action” sebagai forum akademik yang membahas isu Palestina dari perspektif hubungan internasional dan kajian strategis. Kegiatan yang diikuti oleh 58 peserta yang terbagi dalam ruang luring dan daring mempertemukan sivitas akademika, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam sebuah ruang diskusi yang bertujuan memperdalam pemahaman mengenai dinamika konflik Palestina sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap isu-isu kemanusiaan global.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (30/07) bertempat di Auditorium Lantai 1 Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Fakultas Kedokteran, Kampus Terpadu UII menghadirkan Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, Professor of International Relations, Fellow of the Royal Historical Society (UK), sekaligus Founder of Islamic Jerusalem (Bayt al-Maqdis) Studies, sebagai pembicara utama. Selain dapat diikuti secara luring dengan jumlah kursi terbatas, kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui Zoom sehingga memberikan kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti jalannya diskusi.
Dalam pemaparannya, Prof. El-Awaisi menekankan pentingnya membangun perspektif yang mandiri dalam memahami persoalan Palestina. Menurutnya, narasi mengenai Palestina di tingkat global selama ini masih banyak didominasi oleh perspektif Barat yang cenderung berpihak kepada Zionis Israel. Kondisi tersebut, menurut beliau, dapat memengaruhi cara masyarakat internasional memahami akar persoalan yang sebenarnya.


Oleh karena itu, pengembangan perspektif yang kritis, berbasis fakta, dan didukung oleh penelitian yang komprehensif menjadi langkah penting agar gambaran mengenai konflik Palestina dapat dipahami secara lebih utuh, sekaligus menjadi landasan dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih terarah untuk mendukung terciptanya keadilan dan perdamaian.
Lebih lanjut, Prof. El-Awaisi menyampaikan bahwa perubahan yang berkelanjutan harus diawali dari perubahan cara berpikir. “Before liberating Palestine, what must first be liberated is the mind”, atau “Liberation of mind before liberation of Palestine,” tegasnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembebasan pola pikir dari bias informasi, asumsi yang keliru, serta dominasi narasi yang tidak berimbang merupakan fondasi utama sebelum upaya-upaya lain dapat dilakukan.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, IGSS UII kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang dialog akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus mendorong lahirnya penelitian serta pemikiran yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai isu global, termasuk persoalan Palestina.





