• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Ini Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Meluncurkan Produk di Pasar
Berita Kegiatan, Pilihan

Ini Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Meluncurkan Produk di Pasar

Mengembangkan produk yang sukses dan diminati pasar tentunya butuh perencanaan matang. Sebab banyak aspek yang perlu dilihat dan dipertimbangkan. Hal inilah yang tergambar dalam webinar Product Management yang diadakan Program Studi Teknik Industri UII pada Sabtu (11/7). Webinar ini diselenggarakan guna mengetahui bagaimana cara mengembangkan produk dan mempertahankan bisnis walaupun dalam keadaan krisis.

Narasumber, Dr. Imam Djati Widodo M.Eng.Sc membagi tips strategi pengembangan produk sukses. Imam menyampaikan kesuksesan perusahaan tergantung pada dua hal. Pertama yakni kemampuannya mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Kedua adalah merealisasikannya dalam produk yang memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah.

“Faktor kesuksesan produk dipengaruhi oleh keunggulan produk, usaha pemasaran, orientasi pasar, dan timing. Sedangkan faktor kegagalan bisnis adalah ketidaklayakan analisis pasar, cacat produk, dan lemahnya pemasaran”, katanya.

Ia juga membeberkan langkah-langkah pengembangan produk. Langkah awal adalah proses perancangan produk yang meliputi pengembangan konsep, perancangan system level, design rinci, testing dan perbaikan, dan produksi barang. Strategi selanjutnya dilakukan dengan menentukan target pasar yang jelas, konsistensi, memperhatikan dinamika perubahan, dan berorientasi pada keunggulan bersaing.

Narasumber kedua, Wahyudhi Sutrisno, MM, MT lebih mengupas Model Bisnis Pengembangan Produk. “Konsumen tidak hanya membeli sebuah produk saja melainkan membeli nilai atau value dari suatu produk baik secara riil maupun nilai tambah dari nilai utama suatu barang”, ungkapnya.

Wahyudi menambahkan nilai suatu produk tersebut akan berhasil jika dilakukan dengan bisnis model yang tepat. Misalkan sama-sama menjual makanan namun kemasannya berbeda maka nilai tambah dari suatu kemasan akan mempengaruhi juga konsumen dalam pembelian produk.

Bisnis Model adalah gambaran bagaimana sebuah bisnis menciptakan, menyampaikan, dan mengorganisasikan sebuah value. Terdapat sembilan blok penting dalam business model canvas yakni key partners, key activities, key resource, value proposition, customer relation, customer segment, channels, revenue stream, cost structure.

Di akhir materi ia menyampaikan jika ingin bisnis sukses harus membuat sketsa model bisnis yang juga diterapkan seiring berkembangnya zaman. Misalnya dulu whatsapp hanya bisa digunakan untuk video call 4 orang kalau sekarang sudah dikembangkan hingga delapan orang. Hal tersebut dilakukan whatsapp agar tidak tertinggal dengan aplikasi yang lainnya.

Sedangkan narasumber terakhir yakni Ir Ali Parkhan, MT menekankan pentingnya analisis kelayakan dalam pengembangan produk. Ali menuturkan bahwa patokan harga bukanlah dilihat dari murah atau mahalnya harga suatu produk. Hal yang paling penting untuk mematok harga adalah adanya kelayakan suatu produk.

“Kelayakan produk tersebut diawali dengan adanya target pasar. Yang perlu diperhatikan adalah adanya minimum attractive rate of return (MAAR). MAAR meliputi ketersediaan modal, ketersediaan kesempatan investasi, tingkat inflasi, ongkos modal, peraturan pajak, peraturan pemerintah, tingkat resiko, dll. Kelayakan produk juga perlu memperhatikan produk life cycle yakni dengan metode kualitatif yang dominan daripada kuantitatif”, tutupnya. (HN/ESP)

12 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/04/warung-rakyat-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-12 20:32:032020-07-12 20:36:11Ini Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Meluncurkan Produk di Pasar

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Hidup di Dunia yang Saling Terkoneksi Link to: Hidup di Dunia yang Saling Terkoneksi Hidup di Dunia yang Saling Terkoneksi Link to: Belajar Mempertahankan Bisnis dari Itaewon Class Link to: Belajar Mempertahankan Bisnis dari Itaewon Class Belajar Mempertahankan Bisnis dari Itaewon Class Scroll to top Scroll to top Scroll to top